MAN OF THE MATCH: Meski tidak mencetak gol, namun penampilan Marcos Vinicius benar-benar spektakuler. Paling tidak, dua asis-nya membuat Arema menang besar. (Foto: Arema Official)
MALANG POST – Singo Edan mengamuk di kandang sendiri. Bertanding di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, pada Minggu (25/10/2026) sore, Arema FC melesakkan empat gol tanpa balas ke gawang tim papan atas Dewa United.
Laga Pekan ke-7 BRI Super League 2026/2027 ini, menjadi panggung pembuktian bagi pelatih interim Andre Caldas. Pria asal Brasil tersebut, menunjukkan keberanian taktis dengan merombak komposisi pemain starter.
Beberapa nama pilar utama seperti Adi Satryo dan Walisson Maia, tak masuk dalam daftar susunan pemain. Sebagai gantinya, Syahrul Trisna, Hansamu Yama dan Leo Guntara, dipercaya mengawal lini belakang secara penuh. Berdampingan dengan Diego Landis dan Achmad Maulana.
Di lini tengah, Arkhan Fikri dipasang full time bersama, Matheus Blade dan Betinho Filho, untuk memutus aliran bola lawan.
Menerapkan formasi dasar 4-3-3 dengan skema false nine dan compact defense, Arema FC langsung memperagakan pressing ketat sejak garis depan.
Taktik menekan ini sukses membuat para pemain Dewa United kehilangan ritme permainan dan kerap melakukan kesalahan mendasar.
Keran Gol Terbuka di Menit Ke-30
Dewa United yang diarsiteki Osmar Loss Vieira, sejatinya sempat menguasai alur bola pada 15 menit awal babak pertama. Dikomandoi pemain timnas Egy Maulana Vikri, Banten Warriors berulang kali berupaya membongkar pertahanan tuan rumah.
Namun, ketangguhan empat bek Arema serta ketenangan kiper Syahrul Trisna, membuat setiap ancaman musnah di luar kotak penalti.
Arema FC mulai mengambil alih kendali permainan, lewat skema serangan balik cepat, memanfaatkan potensi kecepatan dua pemain sayapnya. Terobosan ini membuahkan hasil manis pada menit ke-30.
Penyerang asing Arema FC, Raianderson da Costa Morais (Careca), memecah kebuntuan lewat tembakan terukur yang membobol gawang Dewa United.
Skor 1-0 mengubah dinamika pertandingan secara drastis. Singo Edan makin percaya diri menguasai lapangan hingga jeda turun minum.
Gelombang Tiga Gol di Babak Kedua
Memasuki babak kedua, Arema FC tidak mengendurkan gempuran. Baru tujuh menit laga berjalan atau tepatnya menit ke-52, Careca kembali mencatatkan namanya di papan skor.
Brace penyerang bernomor punggung 95 ini, tercipta usai memanfaatkan kelengahan barisan belakang tim tamu, dalam duel di udara. Arema unggul 2-0.
Meski gol itu sempat harus melalui VAR checking beberapa menit. Sebelum Wasit Asep Yandis, mengesahkan karena tandukan Careca, sudah masuk sepenuhnya ke gawang Dewa United yang dikawal Sonny Stevens.
Pesta gol tuan rumah kian tak terbendung pada menit ke-65. Pemain pengganti Oluwasegun Samuel Otusanya, menunjukkan ketajamannya dengan menyerobot umpan matang Marcos Vinicius di dalam kotak penalti Dewa United, untuk mengubah skor menjadi 3-0.
Menjelang laga usai di masa injury time (90+5′), Sneyder Julian Guevara mengunci kemenangan sempurna Arema FC, lewat sepakan first time spektakuler yang mengoyak jala gawang lawan.
Skor 4-0 bertahan hingga Wasit Asep Yandis meniup peluit panjang akhir pertandingan. Hasil ini menjadi kemenangan terbesar Arema FC sekaligus mencatatkan rekor cleansheet perdana usai sempat terpuruk dalam lima laga sebelumnya. (Ra Indrata)




