WINGER: Penampilan impresif Achmad Maulana, menjadikan Dewa United sulit menembus sektor kanan pertahanan Arema FC. (Foto: Arema FC Official)
MALANG POST – Kemenangan telak 4-0 atas Dewa United disambut rasa syukur dan kebanggaan besar oleh jajaran pelatih serta pemain Arema FC.
Dalam sesi konferensi pers usai laga di Stadion Kanjuruhan, Minggu (25/10/2026) sore, pelatih interim Arema FC, Andre Caldas, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas komitmen penuh, yang ditunjukkan seluruh anak asuhnya di atas lapangan.
Caldas mengungkapkan, resep utama kebangkitan Singo Edan terletak pada pemulihan mentalitas dan kepercayaan diri pemain.
Meski hanya memiliki waktu latihan efektif dua hari, seluruh instruksi taktis mampu dijalankan dengan sangat disiplin.
“Ini adalah kemenangan yang luar biasa. Anda bisa lihat sendiri skor 4-0 dan tanpa kebobolan. Seluruh pemain melakukan tugasnya dengan sangat baik. Saya sampaikan kepada mereka, setiap orang berkontribusi. Baik yang main 5 menit, 20 menit, atau 90 menit,” ujar Andre Caldas, Minggu (25/10/2026).
Juru taktik asal Brasil itu tak menampik, timnya sempat mengalami tekanan pada 15 menit awal babak pertama.
Namun, kunci kesuksesan timnya, adalah tidak panik dan tetap menjaga kedisiplinan benteng pertahanan.
“Hal paling penting adalah ketika situasi tidak berjalan baik di awal, kita tidak boleh panik. Cukup tenang, sabar, dan jangan kebobolan. Begitu gol pertama lahir, dinamika permainan langsung berubah sepenuhnya,” tambahnya.
Penjelasan Rotasi dan Kondisi Pemain
Caldas juga membeberkan alasannya melakukan rotasi besar-besaran, pada susunan pemain utama. Keputusan mengganti pilar seperti Johan Alfarizi dengan Leo Guntara, murni didasari faktor kelelahan fisik, usai jadwal laga tandang yang sangat padat.
Sementara bek asing Walisson Maia, diparkir akibat mengalami masalah cedera. Caldas menegaskan, seluruh pemain di dalam skuad memiliki kualitas setara dan mendapatkan kepercayaan penuh dari tim pelatih.
Mengenai kondisi gelandang bertahan Matheus Blade, yang terpaksa ditarik keluar pada babak kedua, Caldas mengonfirmasi sang pemain mengalami ketegangan otot.
“Blade merasakan nyeri saat mencoba sprint di menit ke-80. Kami harus berhati-hati agar tidak berisiko cedera panjang. Begitu pula dengan pergantian Careca dan Marcos Vinicius karena pergerakan mereka mulai berat,” terangnya.
Ditanya mengenai perbedaan taktis dibanding era pelatih terdahulu, Marcos Santos, Caldas secara santun menegaskan, dirinya hanya melakukan beberapa penyesuaian kecil (adaptasi) untuk menyegarkan atmosfer ruang ganti.
Pernyataan Achmad Maulana
Senada dengan sang pelatih, bek muda Arema FC, Achmad Maulana, mengaku sangat bersyukur timnya bisa kembali mempersembahkan kemenangan manis di hadapan publik Kanjuruhan.
Achmad menyebut kunci keberhasilan meredam gempuran Dewa United adalah rasa saling percaya antarpemain di dalam lapangan.
“Kunci kemenangan tadi seperti kata Coach Andre (Caldas), kita percaya satu sama lain dan mau saling bantu. Rasa permainannya seru sekali. Saya cuma menjalankan instruksi pelatih dan tampil percaya diri,” kata Achmad Maulana.
Mengenai perbedaan suasana tim saat ini, Achmad menilai kehadiran Andre Caldas membawa kesegaran baru dalam dinamika latihan tim.
“Menurut saya suasananya lebih baru saja, lebih segar. Kuncinya percaya diri dan percaya teman, jadi hasilnya bisa 4-0,” pangkasnya. (Ra Indrata)




