MALANG POST – Wali Kota Batu, Nurochman, bersama Wakil Wali Kota Heli Suyanto, larut dalam kemeriahan konsert ambyar musisi Denny Caknan pada Pesta Rakyat The Great HDCI Pahlawan Tour XV di Stadion Gelora Brantas, Batu, Sabtu (17/10/2026) malam, yang berhasil memberdayakan 100 tenant UMKM lokal.
Area Stadion Gelora Brantas, Kota Batu, mendadak menjelma menjadi lautan puluhan ribu manusia, Sabtu (17/10/2026) malam. Warga masyarakat bersatu padu larut dalam kemeriahan Pesta Rakyat The Great HDCI Pahlawan Tour XV yang disinergikan dengan Peringatan Hari Jadi ke-25 Kota Batu. Penampilan panggung musisi pop Jawa, Denny Caknan, menjadi magnet utama yang sukses menggerakkan histeria penonton.
Di tengah gemuruh ribuan penonton yang bernyanyi bersama, Wali Kota Batu, Nurochman, bersama Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, tampak santun berbaur rapat dengan warga. Momen spektakuler ini tidak sekadar panggung perayaan seremoni hari jadi, melainkan gelaran berskala besar yang terbukti membuka keran rezeki dan peluang ekonomi nyata bagi para pelaku usaha lokal.

AMBYAR BARENG: Wali Kota Batu Nurochman bersama Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto saat ambyar bareng dalam konser peringatan HUT ke 25 Kota Batu. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Salah satu indikator yang memetik apresiasi publik adalah pelibatan aktif sekitar 100 tenant Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang difasilitasi secara gratis di area perhelatan. Kehadiran para pedagang lokal ini menjadi pilar krusial dari konsep pesta rakyat yang memadukan hiburan massa, promosi pariwisata, serta akselerasi perputaran uang.
Nurochman menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pengurus Harley-Davidson Club Indonesia (HDCI) Jawa Timur atas kepedulian mengintegrasikan pelaku UMKM dalam ajang berskala nasional tersebut. Menurutnya, perhelatan berdaya tarik publik masif harus mendatangkan efek kemanfaatan ekonomi yang riil bagi warga lokal.
“Terima kasih jajaran pengurus HDCI. Luar biasa, para tamu yang hadir betul-betul figur yang memiliki kepedulian tinggi terhadap warga Kota Batu, termasuk dengan memfasilitasi 100 pelaku UMKM untuk melayani seluruh pengunjung,” ujar Cak Nur—sapaan akrab Nurochman, Sabtu (17/10/2026).
Bagi Kota Batu yang memegang predikat sebagai salah satu destinasi wisata utama di Jawa Timur, lonjakan pengunjung seperti ini membuka efek berganda (multiplier effect) bagi banyak sektor ekonomi pendukung. Mulai dari pedagang kuliner, pelaku ritel, penyedia jasa akomodasi perhotelan, penginapan, hingga pemandu wisata mengantongi potensi omzet tambahan.

Apalagi, pergerakan ribuan pengunjung asal luar daerah berpotensi memperpanjang durasi kunjungan (length of stay) dengan menjelajahi destinasi wisata alam, sentra kuliner, hingga memborong oleh-oleh khas Kota Batu. Dengan demikian, nilai tambah ekonomi tidak terisolasi di area stadion, melainkan terdistribusi ke segenap pelosok wilayah.
Pesta rakyat ini sekaligus memvisualisasikan bagaimana agenda konsert hiburan sanggup ditransformasikan menjadi etalase promosi efektif bagi produk-produk unggulan daerah. “Kehadiran ribuan pengunjung dalam satu lokasi memberi ruang promosi emas bagi pelaku UMKM untuk memamerkan produk mereka secara langsung ke pangsa pasar yang lebih luas,” imbuh Cak Nur.
Pada momentum usia ke-25 tahun, Pemkot Batu memiliki pijakan kuat untuk terus mengokohkan interkoneksi antara industri pariwisata dan ekonomi kerakyatan. Targetnya tidak sebatas mendatangkan massa wisatawan, melainkan menggaransi kehadiran mereka menciptakan peluang kerja dan lapangan usaha bagi warga setempat.
“Pelibatan UMKM merupakan substansi terpenting di balik kemeriahan acara. Sebab, tolok ukur kesuksesan pesta rakyat tidak sebatas dihitung dari ramainya penonton atau megahnya panggung hiburan, melainkan dari besarnya manfaat ekonomi yang dipetik oleh masyarakat,” pukasnya. (Ananto Wibowo)




