PEJABAT: Bupati Malang, HM Sanusi, Sekretaris Daerah, Budiar Anwar, Rektor Unira dan Wakil Kemendikti dan wisudawan dan wisudawati dengan nilai terbaik. (Foto: Suseno/Malang Post)
MALANG POST – Gelar sarjana bukan garis akhir. Justru setelah wisuda, tanggung jawab lulusan perguruan tinggi untuk ikut memajukan bangsa semakin besar.
Pesan itu disampaikan Rektor Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA) Malang, KH. Imron Rosyadi Hamid, S.E., M.Si., Ph.D., saat Rapat Terbuka Senat Wisuda ke-10 Tahun 2026 Program Sarjana dan Pascasarjana UNIRA Malang, di Hotel Aria, Kota Malang, Minggu (18/10/2026).
Sebanyak 347 wisudawan dan wisudawati dikukuhkan dalam prosesi tersebut. Imron berharap para lulusan tidak berhenti pada pencapaian akademik, tetapi mampu menerapkan ilmu yang diperoleh, untuk memberikan manfaat bagi masyarakat, sekaligus berkontribusi terhadap kemajuan Indonesia.
“Selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati. Ini merupakan salah satu tahapan dari pendidikan di UNIRA dan kami berharap ilmu yang diperoleh dapat memberikan dampak bagi negara,” ujar Imron.
Menurut dia, dunia terus berubah dengan tantangan yang semakin kompleks, terutama dalam bidang pendidikan, teknologi, dan pengembangan sumber daya manusia. Kondisi itu menuntut lulusan perguruan tinggi untuk terus belajar, mengembangkan kompetensi, dan memiliki komitmen terhadap kemajuan bangsa.
Imron kemudian membagikan pengalamannya ketika berada di China. Dalam kunjungan tersebut, ia bertemu dengan sejumlah tokoh pendidikan dan mendapat pandangan mengenai harapan terhadap perkembangan Indonesia.
“Ketika saya berada di China, saya bertemu dengan beberapa tokoh pendidikan. Mereka berharap Indonesia menjadi negara yang maju,” katanya.
Ia mencontohkan perkembangan China dan India sebagai gambaran, bagaimana negara dapat membangun kekuatan melalui kemajuan pendidikan dan penguasaan teknologi.
“Pertanyaannya, mampukah kita maju dan berkembang seperti China dan India yang terus mengalami kemajuan di bidang teknologi dan pendidikan?” tegasnya.

PIMPINAN: Rektor Universitas Islam Rahmat Malang, KH. Prof. Imron Rosyadi Hamid, SE, M.Si, PH.D saat memberikan sambutan. (Foto: Suseno/Malang Post)
Pertanyaan itu, lanjut Imron, perlu menjadi bahan refleksi bagi sivitas akademika dan para lulusan UNIRA Malang. Kekayaan sumber daya alam saja tidak cukup untuk membawa Indonesia menjadi negara maju. Diperlukan sumber daya manusia yang kompeten, berintegritas, serta memiliki kemauan untuk terus berkembang.
“Kita harus berkomitmen pada diri sendiri untuk terus memajukan bangsa dan negara ini,” tandasnya.
Imron juga menyampaikan terima kasih kepada para orang tua dan wali wisudawan yang telah mempercayakan pendidikan putra-putri mereka kepada UNIRA Malang. Ia berharap kampus tersebut terus berkembang dan memperluas kontribusinya melalui pendidikan yang menggabungkan kompetensi akademik dengan nilai-nilai keislaman.
“Terima kasih kepada para wali sarjana yang telah menitipkan putra-putrinya untuk menimba ilmu, termasuk ilmu keislaman, di UNIRA,” ucapnya.
Sarjana dan pembangunan daerah
Sementara itu, Bupati Malang, HM Sanusi, menyampaikan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati yang telah menyelesaikan pendidikan sesuai bidang masing-masing.

KEMENTERIAN: Wakil Kemendikti Sains dan Teknologi RI, Prof. Fauzan bersama Rektor Unira Malang, KH. Prof. Imron Rosyadi. (Foto: Suseno/Malang Post)
Sanusi menilai kelulusan perguruan tinggi menjadi awal bagi para sarjana, untuk memasuki lingkungan kehidupan yang lebih luas. Mereka akan berhadapan dengan berbagai tantangan, peluang, dan tuntutan yang semakin kompleks.
“Selamat dan sukses kepada seluruh wisudawan dan wisudawati, yang telah menyelesaikan pendidikan di UNIRA Malang dengan gelar akademik sesuai bidang pendidikannya,” kata Sanusi.
Ia menegaskan, pendidikan memiliki posisi strategis dalam pembangunan daerah. Pemerintah Kabupaten Malang memandang pendidikan sebagai fondasi untuk mewujudkan daerah yang maju, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Karena itu, para lulusan perguruan tinggi diharapkan tidak sekadar membawa pulang ijazah, tetapi juga menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama kuliah. Kontribusi tersebut dapat diwujudkan melalui dunia kerja, pengabdian kepada masyarakat, maupun keterlibatan dalam berbagai sektor pembangunan.
“Setelah menyelesaikan pendidikan, saudara akan memasuki lingkungan kehidupan yang lebih luas dengan tantangan, peluang dan tuntutan yang semakin kompleks,” ujarnya.
Wisuda ke-10 UNIRA Malang turut dihadiri Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Prof. Dr. Fauzan, Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Budiar Anwar, Prof. Dr. Masdar Hilmy, S.Ag., M.A., Ph.D., sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta orang tua dan wali wisudawan.
Pengukuhan 347 lulusan tersebut menjadi bagian dari upaya UNIRA Malang menyiapkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga diharapkan mampu memberi kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan bangsa. (Suseno/Ra Indrata)




