MALANG POST – Pembangunan desa tidak cukup hanya menghadirkan infrastruktur baru. Kebutuhan dasar warga, pemberdayaan masyarakat, dan semangat gotong royong juga harus berjalan beriringan. Itulah yang menjadi perhatian Bupati Malang HM Sanusi dalam pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun Anggaran 2026 di Desa Taji, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang.
Salah satu sasaran program tersebut adalah pembangunan infrastruktur pedesaan, termasuk perbaikan jalan dan fasilitas pendukung. TMMD juga mencakup perbaikan tujuh rumah warga melalui kerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
Sanusi menilai kolaborasi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi bagian penting untuk mempercepat pembangunan, terutama di wilayah pedesaan yang membutuhkan dukungan lintas sektor.
“Intinya kita bersama masyarakat berkolaborasi membangun desa. Membangun negeri itu dimulai dari desa,” kata Sanusi saat membuka TMMD ke-130 di Lapangan Bola Desa Pandansari Lor, Kecamatan Jabung, Selasa (13/10/2026).
Menurut dia, pembangunan yang berangkat dari kebutuhan masyarakat perlu didukung partisipasi warga agar hasilnya dapat dimanfaatkan dan dirawat bersama.
Tujuh Rumah Warga Ikut Diperbaiki
Selain menyasar infrastruktur, TMMD ke-130 memberikan perhatian kepada kondisi tempat tinggal masyarakat. Sebanyak tujuh rumah warga menjadi sasaran perbaikan melalui kerja sama dengan Baznas.
Pembiayaan perbaikan rumah tersebut bersumber dari Baznas, sedangkan pelaksanaan pengerjaan melibatkan personel TNI bersama unsur terkait.
Program ini melengkapi sasaran fisik lainnya yang diarahkan untuk mendukung aktivitas warga dan meningkatkan kualitas lingkungan permukiman. Sementara kegiatan nonfisik ditujukan untuk meningkatkan kesadaran, kapasitas, serta kemandirian masyarakat dalam mendukung pembangunan di lingkungannya.

SEREMONI: BUpati Malang, HM. Sanusi, bersama Komandan Kodim 0818, Letkol Czi Bayu Nugroho, disambut siswa sekolah saat pembukaan TMMD. (Foto: Nino Wiwantara/Malang Post)
Sanusi berharap kegiatan tersebut tidak hanya menghasilkan perubahan secara fisik, tetapi juga mendorong warga lebih aktif membangun desa.
“Kegiatan yang dilaksanakan melalui TMMD ini, kami berharap semangat masyarakat untuk membangun desanya semakin meningkat. TNI, Polri, pemerintah, dan masyarakat bergandengan tangan memenuhi kebutuhan pembangunan, baik fisik maupun nonfisik,” ungkapnya.
Gotong Royong Jadi Kunci Keberlanjutan
Bagi Sanusi, keberhasilan pembangunan tidak berhenti ketika pekerjaan selesai. Hasilnya perlu dijaga dan dimanfaatkan secara berkelanjutan agar memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Karena itu, keterlibatan warga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan TMMD. Kolaborasi antara aparat, pemerintah, dan masyarakat diharapkan menumbuhkan rasa memiliki sekaligus memperkuat kepedulian sosial.
Sanusi menyampaikan apresiasi kepada TNI, khususnya Kodim 0818/Kabupaten Malang-Batu, yang secara rutin berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam pembangunan desa.
Ia juga menyatakan Pemkab Malang berkomitmen mengupayakan pelaksanaan program TMMD pada tahun berikutnya dengan tetap mengikuti mekanisme dan ketentuan yang berlaku.
“Dengan demikian, Pemerintah Kabupaten Malang juga berkomitmen untuk terus mengupayakan pelaksanaan program TMMD pada tahun mendatang dengan tetap mengikuti mekanisme dan ketentuan yang berlaku. Sehingga, tahun depan dapat mengajukan lagi. Kalau bisa, setiap tahun TMMD ada di Kabupaten Malang,” tegasnya.
Ditargetkan Rampung dalam 30 Hari
TMMD ke-130 dilaksanakan Kodim 0818/Kabupaten Malang-Batu selama 30 hari. Program berlangsung mulai 13 Oktober hingga 11 November 2026 dengan melibatkan unsur TNI, pemerintah daerah, Polri, dan masyarakat.
Pembukaan program di Lapangan Bola Desa Pandansari Lor turut dihadiri Komandan Kodim 0818/Kabupaten Malang-Batu Letkol Czi Bayu Nugroho, jajaran organisasi perangkat daerah, BPBD, Kejaksaan Negeri Malang, unsur TNI-Polri, serta elemen masyarakat.
Sanusi berharap seluruh sasaran dapat diselesaikan sesuai rencana. Lebih dari itu, hasil pembangunan diharapkan menjadi modal bagi warga untuk mengembangkan desa secara mandiri melalui semangat gotong royong.
Melalui TMMD ke-130, Pemkab Malang menempatkan pembangunan infrastruktur, perbaikan rumah warga, dan pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari upaya memperkuat pembangunan pedesaan. Kolaborasi lintas sektor diharapkan membuat manfaat program tidak berhenti pada masa pelaksanaan, tetapi berlanjut dalam kehidupan masyarakat Desa Taji. (Nino Wiwantara/Ra Indrata)




