Ketua PC GM FKPPI, Kabupaten Malang, Idhinningrum. (Foto: Suseno/Malang Post)
MALANG POST – Pembangunan desa tidak cukup berhenti pada infrastruktur yang selesai dikerjakan. Keterlibatan warga dalam proses pembangunan dan kemampuan menjaga hasilnya menjadi bagian penting agar manfaat program dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Pandangan tersebut disampaikan Ketua Pengurus Cabang (PC) Generasi Muda Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (GM FKPPI) Kabupaten Malang, Idhinningrum, saat memberikan dukungan terhadap program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 0818/Kabupaten Malang-Batu di Desa Taji, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang.
Menurut Idhinningrum, TMMD bukan sekadar program pembangunan fisik. Kegiatan tersebut menjadi ruang kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat untuk mendorong kemajuan sekaligus memperkuat pemberdayaan warga.
“TMMD ini menjadikan sinergi antara TNI dengan masyarakat, pemerintah desa dan Pemerintah Kabupaten Malang. Semuanya menjadi satu dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Idhinningrum.
Ia menilai keberhasilan pembangunan tidak bisa hanya bertumpu pada pemerintah. Masyarakat perlu dilibatkan sejak proses pelaksanaan karena warga menjadi pihak yang merasakan manfaat sekaligus memiliki tanggung jawab menjaga hasil pembangunan.
Warga Bukan Sekadar Penerima Manfaat
Idhinningrum menegaskan, kehadiran TNI melalui TMMD memiliki peran strategis dalam mengawal kebutuhan masyarakat hingga tingkat desa. Namun, partisipasi warga tetap menjadi faktor penting agar tujuan pembangunan dapat tercapai.
“TNI berusaha menjadi garda terdepan untuk mengawal semua cita-cita masyarakat. Namun masyarakat tetap menjadi ujung tombak dalam setiap kegiatan pembangunan dan pemberdayaan,” tegasnya.
Karena itu, ia mengajak masyarakat Desa Taji berpartisipasi aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan TMMD. Keterlibatan tersebut diharapkan menumbuhkan rasa memiliki sehingga hasil pembangunan dapat dirawat dan dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Menurut dia, semangat gotong royong yang tumbuh selama program berlangsung harus tetap terjaga setelah kegiatan TMMD berakhir. Dengan demikian, pembangunan tidak berhenti ketika pekerjaan fisik selesai, tetapi berlanjut melalui inisiatif dan partisipasi masyarakat.
“Kami berharap masyarakat ikut berpartisipasi dan mendukung seluruh kegiatan Pemerintah Kabupaten Malang maupun Kodim 0818 Malang-Batu,” katanya.
Dukung Program Strategis Pemerintah
Sebagai organisasi yang memiliki kedekatan historis dengan keluarga besar TNI-Polri, GM FKPPI Kabupaten Malang menyatakan dukungan terhadap program pemerintah yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Idhinningrum mengatakan dukungan tersebut tidak terbatas pada TMMD, tetapi juga program strategis lain yang mendorong keterlibatan masyarakat, memperkuat persatuan, dan menjaga stabilitas nasional.
“Kami selaku Ketua PC GM FKPPI Kabupaten Malang ikut serta mendukung semua program strategis pemerintah Republik Indonesia yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menggerakkan semua pihak, serta menjaga kesejahteraan dan stabilitas nasional,” tuturnya.
Ia juga mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Malang, Kodim 0818/Kabupaten Malang-Batu, serta seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan TMMD di Desa Taji.
Idhinningrum berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata, terutama dalam memperkuat pembangunan serta pemberdayaan masyarakat desa.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga kebersamaan dan semangat gotong royong sebagai modal untuk membangun Kabupaten Malang.
“Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan untuk terus mendukung dan mendoakan pemerintah serta para pemimpin bangsa, baik di tingkat kabupaten maupun nasional,” pungkasnya.
Ia menutup pernyataannya dengan menyerukan semangat bagi Kabupaten Malang dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Semangat terus, jaya selalu Kabupaten Malang. Malang Makmur, jaya selalu NKRI. Harga mati. Merdeka!” tandas Idhinningrum. (Suseno/Ra Indrata)




