Ketua Tim pengembang AIDEL bersama MGMP Ekonomi MA saat melaksanakan ujicoba aplikasi dalam kegiatan Seminar Peningkatan Kompetensi Guru Ekonomi di Blitar. (Foto: Istimewa)
MALANG POST – Tim peneliti Universitas Negeri Malang mengembangkan AI-Driven Economics Learning (AIDEL), model pembelajaran ekonomi berbasis kecerdasan buatan, serta menguji cobanya bersama guru MGMP Ekonomi MA di Kediri dan Blitar, Jumat (9/10/2026), untuk mendongkrak literasi numerasi dan kompetensi akademik siswa SMA/MA.
Universitas Negeri Malang (UM) kembali melahirkan inovasi teknologi pendidikan dengan merancang AI-Driven Economics Learning (AIDEL). Inovasi ini merupakan model pembelajaran ekonomi berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang diformulasikan untuk mengakselerasi transformasi digital serta mendongkrak kompetensi akademik siswa jenjang menengah atas di Jawa Timur.
Dirancang sejak Juli–Agustus 2026, platform AIDEL disiapkan untuk menghadirkan pengalaman belajar ekonomi yang lebih adaptif, interaktif, dan presisi sesuai karakteristik peserta didik di era ekosistem digital.
Model inovatif ini mengintegrasikan sederet teknologi mutakhir, mulai dari AI generatif (generative AI), bot obrolan adaptif (adaptive chatbot), modul latihan numerasi kustom, simulasi dinamika ekonomi, hingga dasbor pemantauan rekam belajar murid bagi para pendidik.
Melalui integrasi sistemik tersebut, para siswa diproyeksikan mampu menyerap konsep materi sesuai dengan ritme dan tingkat kemampuan masing-masing. Di sisi lain, para guru memperoleh alternatif metodologi pembelajaran yang mempermudah penyampaian materi sekaligus mengevaluasi perkembangan kompetensi siswa secara real-time.
Pengembangan AIDEL dilatarbelakangi oleh urgensi penguatan kompetensi literasi, numerasi, serta analisis ekonomi peserta didik. Capaian Tes Kemampuan Akademik (TKA) mata pelajaran Ekonomi menjadi salah satu acuan dasar dalam merancang inovasi yang sanggup mengikis kesenjangan kompetensi antarwilayah.
Sebab, pembelajaran ekonomi modern tidak lagi cukup bertumpu pada hafalan teori konvensional. Para siswa dituntut menguasai kecakapan membaca data kualitatif, melakukan analisis numerik, memahami interaksi antarvariabel ekonomi, serta memecahkan kasus kontekstual seperti fluktuasi harga, laju inflasi, dan dinamika pasar global.
Di sisi lain, para pendidik membutuhkan sokongan instrumen teknologi untuk menghadirkan iklim kelas yang lebih personal (personalized learning). Kondisi ini mendorong tim UM mematangkan AIDEL sebagai model teruji yang memadukan kaidah pedagogis dengan kecanggihan kecerdasan buatan.
Gunakan Kerangka Model ADDIE
Proses perancangan AIDEL mengadopsi pendekatan Penelitian dan Pengembangan (Research and Development/R&D) menggunakan kerangka kerja ADDIE yang mencakup tahapan Analysis (Analisis), Design (Desain), Development (Pengembangan), Implementation (Implementasi), dan Evaluation (Evaluasi).

Fase analisis berfokus mengidentifikasi kebutuhan spesifik siswa dan guru, memetakan kesenjangan kompetensi, mengkaji karakteristik mata pelajaran, serta mengukur kesiapan infrastruktur teknologi. Selanjutnya, fase desain meliputi penyusunan arsitektur model pembelajaran, antarmuka pengguna (user interface), alur interaksi chatbot, materi latihan adaptif, hingga dasbor pemantauan.
Pada fase pengembangan, rancangan konsep tersebut diwujudkan menjadi prototip melalui integrasi platform digital dan pemanfaatan Model Bahasa Besar (Large Language Model/LLM). Prototipe ini lantas diterapkan dalam skenario pembelajaran riil guna dievaluasi dari aspek kualitas, kemudahan akses (usability), serta efektivitasnya.
Melalui tahapan metodologis yang ketat, AIDEL tidak sekadar diposisikan sebagai aplikasi perangkat lunak (software), melainkan sebagai model pembelajaran utuh yang bersandarkan pada landasan teoritis pedagogi modern.
Fitur AI Personal Tutor Mendampingi Siswa
Salah satu fitur unggulan AIDEL adalah AI Personal Tutor, yakni tutor pendamping virtual berbasis AI yang memungkinkan siswa mengajukan pertanyaan, memperoleh elaborasi materi, mendiskusikan soal latihan, serta menerima umpan balik (feedback) secara interaktif selama 24 jam.
Fitur ini disiapkan untuk mendampingi siswa memahami abstraksi teori ekonomi dan membedah studi kasus sesuai kecepatan belajar pribadi. Pendampingan ini memberikan fleksibilitas tinggi bagi siswa yang memerlukan pengayaan materi di luar jam sekolah.
Selain chatbot, AIDEL menyajikan materi latihan numerasi yang dipersonalisasi berdasarkan performa belajar siswa. Platform ini juga dilengkapi fitur simulasi ekonomi interaktif guna memvisualisasikan teori-teori yang terkesan abstrak.
Melalui simulasi tersebut, siswa dapat mensimulasikan mekanisme hukum permintaan dan penawaran, proses terbentuknya harga keseimbangan, dampak inflasi dan resesi, hingga pemodelan variabel makroekonomi secara konkrit.
Meski memanfaatkan keandalan AI, AIDEL tetap menempatkan peran guru sebagai narator utama proses edukasi. Teknologi ini diposisikan sebagai alat bantu (toolset) pendukung, bukan untuk menggeser peran sentral pendidik.
Diuji Coba Bersama Guru MGMP Ekonomi
Sebagai bagian dari uji sahih lapangan, platform AIDEL diperkenalkan melalui kolaborasi dengan jejaring pendidik yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Ekonomi Madrasah Aliyah (MA) Kabupaten Kediri serta MGMP Ekonomi MA Blitar.
Uji coba di dua daerah tersebut menjadi momentum krusial untuk mempertemukan keandalan teknis aplikasi dengan realitas kebutuhan pembelajaran di ruang kelas.
Para guru berkesempatan mengeksplorasi seluruh fitur AIDEL sekaligus memberi umpan balik balik terkait tingkat kemudahan operasional, keaktualan materi, serta kesesuaian fitur dengan karakteristik peserta didik daerah.
Umpan balik langsung dari para praktisi pendidikan ini membantu tim pengembang memperoleh spektrum pandangan beragam terkait peluang dan tantangan adopsi teknologi AI di sekolah. Perbedaan kapasitas sarana sekolah serta pengalaman digital guru menjadi masukan berharga dalam proses penyempurnaan aplikasi.
Seluruh masukan teknis selanjutnya dipakai untuk mengalibrasi respons chatbot, tingkat kesulitan latihan adaptif, keakuratan simulasi, serta pengalaman pengguna (user experience).
Dukung Akselerasi Transformasi Pendidikan
Model AIDEL dirancang membawa dampak positif bagi ekosistem pendidikan sekolah. Bagi siswa, model ini membantu mengasah penalaran kritis, kemampuan numerasi, serta pemecahan masalah secara mandiri. Bagi guru, AIDEL menjadi sarana mengintegrasikan kecerdasan buatan dalam pengajaran berbasis data (data-driven teaching).
Sementara itu, bagi instansi sekolah, adopsi model ini menjadi pijakan nyata dalam mengakselerasi digitalisasi sekolah berbasis inovasi berkelanjutan.
Inisiatif ini sejalan dengan komitmen Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), utamanya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas serta SDG 9 terkait Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.
Dikembangkan oleh Tim Peneliti Pakar UM
Pengembangan platform AIDEL digawangi oleh tim peneliti pakar Universitas Negeri Malang yang diketuai oleh Ro’ufah Inayati, S.Pd., M.Pd., bersama jajaran anggota tim yakni Sri Handayani, S.Pd., M.Pd., Ph.D.; Rizza Megasari, S.Pd., M.Pd., Ph.D.; serta Khofifatu Rohmah Adi, S.Pd., M.Pd.
Berdasarkan struktur riset pengembang, tim membagi peran kerja komprehensif yang mencakup arsitektur sistem dan integrasi AI, perancangan antarmuka pengguna (UI/UX), penyusunan konten substansi ekonomi standar TKA, hingga tata kelola peladen (server), basis data (database), dan keandalan performa aplikasi.
Integrasi kepakaran antara akademisi universitas dan komunitas guru lapangan ini menegaskan komitmen UM dalam melahirkan inovasi berbasis AI yang tidak hanya canggih secara teknologi, melainkan aplikatif dalam meningkatkan mutu pendidikan di Jawa Timur. (M. Abd. Rachman Rozzi-Januar Triwahyudi)




