MALANG POST – Bupati Malang HM. Sanusi, memimpin langsung kunjungan assessment Pemkab Malang bersama manajemen Arema FC, ke Pemerintah Kota Bandung, guna mempelajari skema pengelolaan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), demi mewujudkan kelanjutan proyek Stadion Kanjuruhan Kepanjen yang terintegrasi penuh dengan kawasan alun-alun dan pusat ekonomi publik.
Sebuah lompatan besar dalam menata aset olahraga daerah, sedang dirancang secara serius oleh Pemerintah Kabupaten Malang.
Stadion Kanjuruhan di Kepanjen, tidak lagi hanya diposisikan sebagai tempat menggelar pertandingan sepak bola 90 menit.
Lebih dari itu, arena kebanggaan warga Malang ini, dibidik menjadi kawasan super-blok olahraga, pariwisata, dan pusat kegiatan ekonomi kreatif yang terintegrasi penuh.
Guna mematangkan cetak biru besar tersebut, Bupati Malang HM. Sanusi, memboyong jajaran pejabat kunci Kabupaten Malang, meluncur ke Kota Bandung pada Rabu (7/10/2026).
Turut mendampingi Bupati, Sekda Kabupaten Malang Budiar Anwar, Ketua dan para Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang, jajaran Kepala OPD, hingga General Manager (GM) Arema FC, Yusrinal Fitriandi.
Rombongan Pemkab Malang diterima langsung oleh Sekda Kota Bandung, H. Iskandar Zulkarnain, di Balai Kota Bandung.
Agenda utamanya adalah melakukan assessment dan berguru secara mendalam, perihal tata kelola Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), yang sukses dikerjasamakan dengan pihak ketiga, yakni PT Persib Bandung Bermartabat (PBB).
Langkah maju ini diambil sebagai bentuk komitmen menindaklanjuti Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri, perihal efektivitas pemanfaatan infrastruktur olahraga nasional.

SILATURAHMI: Ketua DPRD dan Bupati Malang, saat diterima Sekda Kota Bandung, H. Iskandar Zulkarnain, di Balai Kota Bandung. (Foto: Prokopim Sekda Kab. Malang)
“Atas saran Menpora, kita diminta melakukan percepatan efektivitas pengelolaan Stadion Kanjuruhan. Kami akan bekerja sama dengan klub Arema FC. Di Bandung, GBLA sudah tiga tahun dikelola Persib dan berjalan sangat baik,” tegas Abah Sanusi, sapaan akrab Bupati Malang.
Abah Sanusi mengungkapkan visi besarnya, untuk menyulap kawasan Kanjuruhan di Kepanjen agar tidak pernah sepi dari aktivitas publik.
Pengalaman pribadinya saat menyambangi markas FC Barcelona, Stadion Camp Nou, menjadi salah satu inspirasi utama.
Di Spanyol, arena olahraga bertransformasi menjadi magnet pariwisata internasional yang menyedot ribuan turis saban hari.
“Saya pernah ke Barcelona, melihat pengelolaan stadion di sana. Megah, indah, dan tiap hari tidak pernah sepi karena disamping tempat olahraga juga menjadi pusat pariwisata,” kenang Sanusi.
Di Kabupaten Malang, fenomena tata ruang publik mengalami pergeseran konsep yang sangat unik.
Jika pada era dahulu kawasan alun-alun identik terintegrasi dengan masjid dan pendopo kabupaten, kini di Kepanjen Alun-alun Kabupaten Malang dirancang terintegrasi langsung dengan Stadion Kanjuruhan, Pendopo, dan Masjid.
Halaman parkir Kanjuruhan, selama ini telah menjadi episentrum keramaian masyarakat.
Ruang publik yang hidup itulah yang bakal dikolaborasikan secara profesional bersama manajemen Arema FC.
“Kami meminta Pemkot Bandung memberi paparan rinci soal sistem kerja sama pihak ketiga, besaran kontribusi ke kas daerah, perawatan, manajemen risiko, hingga addendum jangka waktu sewa,” tambah politisi senior ini.

STUDI TIRU: Bupati Malang mengajak GM Arema FC, Yusrinal Fitriandi, berkunjung ke Gelora Bandung Lautan Api, untuk belajar pengelolaan stadion. (Foto: Prokopim Sekda Kab. Malang)
Rombongan Pemkab Malang dan manajemen Arema FC, juga menyempatkan diri meninjau langsung rumput dan fasilitas interior GBLA.
Sementara itu, Sekda Kota Bandung, H. Iskandar Zulkarnain, menyambut hangat studi komparasi Pemkab Malang tersebut.
Iskandar membeberkan, hak pengelolaan GBLA resmi diserahkan kepada PT PBB melalui anak perusahaannya, PT Persib Jasa Sejahtera (PJS), sejak 3 Juli 2024 lalu.
Skema kerja sama pengelolaan GBLA dirancang dalam jangka panjang, yakni durasi kontrak mencapai 30 tahun.
Pada masa tenggang (grace period) tiga tahun pertama, pihak ketiga wajib menyetor kontribusi finansial tetap sebesar Rp2,7 miliar per tahun ke kas Pemkot Bandung.
“Setelah tiga tahun, penerimaan Pemkot Bandung bersifat dinamis berdasarkan bagi hasil persentase pendapatan stadion,” urai Iskandar.
Selain kewajiban sewa, PT PBB berkomitmen mengucurkan investasi perbaikan dan modernisasi fasilitas sebesar Rp32 miliar, serta menanggung seluruh biaya pemeliharaan bangunan.
Pola kemitraan strategis inilah yang siap ditiru dan disesuaikan oleh Pemkab Malang bersama Arema FC demi mewujudkan Stadion Kanjuruhan yang modern, aman, terintegrasi, dan mampu menghidupkan roda ekonomi rakyat Malang Selatan. (pkp/ra indrata)




