SESI wawancara antara Amelia dengan Sri Dewi Wirautami, Pendiri sekaligus desainer Zama Homewea, dalam Cerita Bareng Brand Lokal. (Foto: Istimewa)
MALANG POST – Pendiri sekaligus desainer Zama Homewear, Sri Dewi Wirautami, sukses membawa brand busana lokal asal Malang, menembus pasar internasional hingga melenggang ke ajang World Expo 2025 di Osaka Jepang, berkat sinergi layanan logistik bersama JNE, Senin (5/10/2026).
Keandalan jaringan logistik dan pengiriman barang, kini menjadi urat nadi utama keberhasilan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk melompati batas wilayah.
Tanpa adanya dukungan moda distribusi yang cepat, tepat, dan tepercaya, produk kreatif bernilai tinggi dari daerah akan kesulitan menyapa pasar konsumen global.
Perjalanan manis itulah yang dirasakan langsung oleh pelaku industri kreatif busana dari Kota Malang.
Mengawali langkah sejak 28 Desember 2017, Sri Dewi Wirautami merintis Zama Homewear dari sebuah ide sederhana.
Sri bertekad menciptakan cinderamata non-makanan khas Malang yang anggun, memiliki kualitas tinggi, serta bertahan lama.
Mengandalkan keahlian dasarnya di bidang desain produk, pattern making, hingga seni desain bordir, Sri mulai merangkai helai demi helai busana rumah yang unik.
Pada masa awal berdiri, urusan distribusi pesanan produk Zama Homewear, sepenuhnya mengandalkan keandalan pengiriman JNE melalui kantor cabang Suhat (Soekarno-Hatta), Kota Malang.
Seiring melonjaknya volume pemesanan daring dari berbagai penjuru tanah air, Zama Homewear kini resmi bertransformasi menjadi corporate agent JNE.

Pendiri sekaligus desainer Zama Homewear, Sri Dewi Wirautami. (Foto: Istimewa)
Sri Dewi menegaskan, kesamaan visi nasionalis menjadi alasan mendasar mengapa dirinya mantap setia bergandengan tangan dengan JNE.
“JNE ini 100 persen milik merah putih dengan kepemilikan modal murni warga Indonesia. Visi ini sangat sejalan dengan semangat Zama, yang mengusung kearifan lokal serta memberdayakan SDM masyarakat kita sendiri,” ujar Sri Dewi dalam sesi wawancara Cerita Bareng Brand Lokal, Senin (5/10/2026).
Menariknya, Zama Homewear tidak sekadar menjual baju daster atau busana rumah kasual semata.
Usaha kreatif ini secara konsisten mengusung misi sosial dan prinsip pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals / SDGs).
Proses pengerjaan seluruh helai busana dikerjakan secara manual (handcraft) oleh perajin lokal Malang, tanpa mengandalkan mesin industri besar.
Sebanyak 97 persen dari total tim dan perajin Zama merupakan perempuan lokal.
Langkah ini menjadi wujud nyata pengentasan kemiskinan dan kesetaraan gender (No Poverty & Gender Equality).
Selain itu, Zama menerapkan prinsip konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, dengan mendaur ulang (upcycle) sisa kain limbah produksi menjadi produk baru bernilai jual tinggi.
Komitmen kuat pada pemberdayaan masyarakat ini mengantarkan Zama Homewear meraih Juara 1 UMKM Berprestasi Jawa Timur.
Prestasi bergengsi tersebut, disempurnakan dengan terpilihnya Zama mewakili Indonesia pada panggung dunia World Expo 2025 di Osaka, Jepang.
Transformasi produk Zama pun terus berkembang pesat dari daster rumahan menjadi outfit fashion harian hingga lini busana anak bertajuk Little Zama.
Karyanya kini rutin diborong wisatawan asing dan diaspora Indonesia untuk diboyong ke Korea Selatan, Singapura, Malaysia, Swiss, hingga Uni Emirat Arab.
Saat ini, Zama tengah bersiap melakoni kurasi produk bersama KOWANI untuk agenda Year-End Exhibition di Kobe Hankyu, Jepang.
“Target kami hingga tahun 2030 adalah mampu mengkaryakan hingga 500 pekerja kreatif. Dari angka 120 tim saat ini, kami optimistis mimpi ini terwujud berkat ekosistem pengiriman JNE yang solid,” pangkas Sri Dewi. (Ra Indrata)




