KOLASE: Pemain-pemain Arema saat berlatih, setelah libur kompetisi yang cukup panjang. (Foto: Arema FC, diolah menggunakan AI)
MALANG POST – Tim pelatih Arema FC, menerapkan porsi latihan fisik secara bertahap, dari intensitas ringan menuju berat bagi Johan Ahmat Farizi dan kawan-kawan, guna menjaga kebugaran serta menekan risiko cedera jelang duel kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC, Rabu (30/9/2026).
Menggembleng fisik pemain sepak bola usai menikmati libur kompetisi yang cukup panjang, tidak boleh dilakoni secara serampangan. Jika porsi latihan berat langsung diguyurkan tanpa jeda adaptasi, otot-otot kaki pemain justru rentan mengalami cedera parah, sebelum peluit pertandingan resmi dibunyikan.
Kecermatan taktis itulah yang kini diterapkan oleh tim pelatih Singo Edan.
Program latihan skuad Arema FC, dipastikan tidak akan melompat ke intensitas tinggi dalam sepekan mendatang.
Tim pelatih memilih skema pengembalian kondisi fisik secara bertahap, merayap dari intensitas ringan menuju porsi latihan berat.
Kebijakan ini mengusung dua target utama: menjaga kondisi fisik pemain agar tidak diterpa cedera otot, serta memaksimalkan tingkat kebugaran bertanding secara ideal.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, mengungkapkan, skema latihan bertahap ini merupakan hasil diskusi matang antara manajemen dan tim kepelatihan.
Usai mendapatkan waktu istirahat sepekan pascalaga pekan ketiga, para pemain membutuhkan fase penyegaran fisik ringan, sebelum menaikkan porsi latihan berat secara bertahap.
“Kami perlu mengembalikan kondisi fisik para pemain agar terbiasa kembali dengan aktivitas yang membutuhkan banyak gerak dan menuntut fisik,” ujar pria yang akrab disapa Inal tersebut, Rabu (30/9/2026).
Inal menegaskan, memberikan latihan intensitas tinggi secara mendadak sangat berisiko memicu cedera kaki bagi para penggawa Singo Edan.
Oleh karena itu, porsi latihan fisik dinaikkan secara bertahap, lalu akan diturunkan kembali pada H-4 menjelang pertandingan untuk memantapkan pemahaman taktis.
Dalam sesi latihan awal di lapangan, Julian Guevara dan kawan-kawan disuguhi program peningkatkan ketahanan (endurance) serta kecepatan.
Sesi kemudian dilanjutkan dengan simulasi mini game 7 lawan 7 yang membagi skuad menjadi empat tim dengan durasi 30 menit.
Pola latihan ini disiapkan sebelum Singo Edan melakoni laga krusial melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC, pada Sabtu (10/10/2026) mendatang.
Pria asal Bogor tersebut mengingatkan, Bhayangkara Presisi Lampung FC merupakan lawan yang sangat tangguh dan tengah dalam performa puncak (on fire).
“Diperlukan persiapan yang teramat matang karena lawan memiliki motivasi berlipat,” imbau Inal.
Sementara itu, proses latihan Arema FC yang dimulai sejak Minggu (27/9/2026) lalu, masih dipimpin langsung oleh Asisten Pelatih Andre Caldas.
Hal ini menyusul ketidakhadiran Pelatih Kepala Marcos Santos yang terpaksa izin pulang ke Brasil lantaran sang istri mengalami sakit keras.
Andre Caldas menilai, masa jeda pertandingan selama 22 hari memberikan dampak yang sangat positif bagi pemulihan fisik dan mental para pemain.
Walaupun mendapatkan jatah libur sepekan, para pemain Arema FC tetap wajib menjalankan program latihan individu yang dipandu oleh pelatih fisik.
“Perkembangannya sangat bagus. Para pemain telah menyegarkan fisik dan pikiran mereka. Karena dibekali program latihan mandiri, mereka semua kembali berkumpul dalam kondisi prima,” puji Andre Caldas.
Laga kandang melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC di Stadion Kanjuruhan pada 10 Oktober 2026 mendatang, bakal menjadi panggung pembuktian bagi Singo Edan untuk mengamankan poin penuh di awal musim. (Ra Indrata)




