MALANG POST – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran Kota Malang, mencatat rekor tertinggi kasus kebakaran sebanyak 68 kejadian sepanjang September 2026, sekaligus mendesak penambahan pos pemadam di wilayah utara serta menggembleng proteksi mandiri masyarakat, Rabu (30/9/2026).
Amukan si jago merah di kawasan perkotaan selalu datang tanpa permisi. Ketika musim kemarau menerpa dengan cuaca kering serta hembusan angin kencang, kelalaian kecil berupa bakaran sampah tanpa pengawasan, atau gesekan arus pendek kabel tua sanggup melumat pemukiman padat dalam hitungan menit.
Kewaspadaan tinggi itulah yang kini dituntut dari seluruh warga Kota Malang.
Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang, Pandu Rizki Darmawan, mengungkapkan, tren insiden kebakaran di Kota Malang mengalami lonjakan sangat tajam sepanjang September 2026.
Hingga 29 September, petugas mencatat sedikitnya ada 68 kasus kebakaran.
Angka tersebut melonjak drastis jika dibandingkan akumulasi periode Januari hingga Agustus yang mengumpulkan total 85 kasus.
”September menjadi bulan dengan grafik kebakaran tertinggi sepanjang tahun ini. Rata-rata tim kami menerima sedikitnya dua laporan kebakaran setiap hari,” beber Pandu Rizki Darmawan dalam Talkshow Idjen Talk di Radio City Guide FM, Rabu (30/9/2026).
Pandu merinci bahwa objek kebakaran sepanjang September didominasi oleh lahan kosong serta kawasan vegetasi kering di bantaran sungai, khususnya di Kecamatan Lowokwaru dan Kedungkandang.
Pemicunya kerap bermula dari kebiasaan warga membakar sampah yang ditinggal begitu saja.
Selain kebakaran lahan, ancaman laten di area permukiman didominasi oleh gangguan kelistrikan.
Pandu menyoroti bahaya instalasi listrik tua yang terus ditumpuki beban perangkat elektronik baru tanpa diperbarui secara berkala.
Pandangan tersebut diperkuat oleh Dosen Kompartemen Sains dan Teknologi Bangunan FT UB, Ar. Ir. Heru Sufianto, M.Arch.St, Ph.D, IAI.
Heru menjelaskan bahwa tidak semua kasus kebakaran kelistrikan murni disebabkan korsleting.
”Penggunaan kabel yang terlalu kecil dari beban arus, kualitas komponen yang rendah, hingga beban berlebih (overload) merupakan pemicu utama timbulnya panas ekstrem yang memicu percikan api,” tegas Heru Sufianto.
Di tengah lonjakan kasus tersebut, kesiapan sarana UPT Damkar Kota Malang diuji secara ketat.
Saat ini Damkar menyiagakan 51 personel tersertifikasi yang didukung tiga unit fire truck dan tiga armada water supply untuk melayani lima kecamatan dari Mako Utama Tlogowaru.
”Kami merencanakan penambahan pos pemadam baru di wilayah utara Kota Malang untuk mengover Kecamatan Blimbing dan Lowokwaru demi memperpendek response time,” terang Pandu.
Guna memperkuat benteng pertahanan, Damkar telah melatih lebih dari 600 warga sepanjang 2026, memetakan jaringan hidran, serta membuka peluang kolaborasi dengan Linmas.
Sementara itu, pakar bangunan FT UB, Heru Sufianto, mendorong konsep self-defense atau proteksi mandiri sebagai pilar utama pencegahan.
Penghuni bangunan diminta tidak sekadar memajang APAR, tetapi wajib menguasai cara penggunaannya serta mengenali jalur evakuasi sebelum petugas tiba di lokasi. (Yolanda Oktaviani/Ra Indrata)




