NKRI: Komandan Kodim 0818 Malang - Batu, Letkol CZI Bayu Nugroho S.Hub.Int , M.I.P bersama jajaran dan siswa siswi SMK Nusa Poncokusumo yang mengikuti kegiatan KKRI. (Foto: Suseno/Malang Post)
MALANG POST – Menyiapkan pemimpin tidak cukup hanya melalui ruang kelas. Karakter, kedisiplinan, rasa tanggung jawab, dan kemampuan memimpin juga perlu ditempa melalui pengalaman.
Semangat itulah yang dibawa Kodim 0818/Malang-Batu dalam pelaksanaan Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) 2026 di Poncokusumo, Kabupaten Malang. Sebanyak 60 pelajar mengikuti Perkemahan Sabtu Minggu (Persami) KKRI di SMK Sunan Ampel (Nusa), Sabtu (26/9/2026).
Komandan Kodim (Dandim) 0818/Malang-Batu Letkol Czi Bayu Nugroho, S.Hub.Int., M.I.P., hadir sekaligus membuka kegiatan tersebut.
Bagi Kodim 0818/Malang-Batu, Persami KKRI bukan sekadar kegiatan perkemahan. Program ini menjadi bagian dari pembinaan generasi muda untuk menumbuhkan karakter, kedisiplinan, wawasan kebangsaan, kecintaan terhadap tanah air, serta jiwa kepemimpinan.
Bayu mengatakan, Persami kali ini merupakan gelombang keempat pelaksanaan KKRI, yang dilakukan Kodim 0818/Malang-Batu sepanjang 2026.
“Hari ini kita melaksanakan kegiatan Persami, Perkemahan Sabtu Minggu, di SMK Sunan Ampel Poncokusumo. Ini adalah gelombang keempat untuk kegiatan KKRI tahun 2026,” kata Bayu.
Menyiapkan Generasi Penerus
Menurut Bayu, pembinaan melalui KKRI diarahkan untuk menumbuhkan kecintaan pelajar terhadap tanah air, sekaligus mempersiapkan mereka menjadi generasi penerus.
“Tujuan kegiatan ini kita ingin menumbuhkan rasa cinta kepada tanah air. Kemudian kita ingin memiliki generasi muda yang berkarakter dan punya jiwa kepemimpinan, sehingga siap menjadi generasi penerus dari kita yang sekarang menjabat,” ujarnya.

KOMANDAN: Dandim 0818 Malang-Batu, Letkol CZI.Bayu Nugroho .S.Hub.Int, M.I.P saat diwawancara awak media. (Foto: Suseno/Malang Post)
Dia menilai, pembentukan karakter dan kepemimpinan perlu dimulai sejak bangku sekolah. Para pelajar yang mengikuti KKRI diharapkan memiliki pengalaman dan bekal yang dapat digunakan ketika kelak mengambil peran di tengah masyarakat.
“Mereka pasti akan meneruskan tongkat kepemimpinan. Jadi kita betul-betul mempersiapkan regenerasi pemimpin negara kita,” tegasnya.
Pelaksanaan KKRI juga melibatkan sejumlah unsur, mulai TNI, Polri, pemerintah daerah, sekolah, hingga tenaga kesehatan dan instansi terkait. Kolaborasi tersebut diharapkan membuat proses pembinaan pelajar berjalan lebih terpadu.
Bayu memberikan apresiasi kepada pihak sekolah yang mendukung pelaksanaan kegiatan.
“Saya sangat kagum dengan semangat SMK Nusa. Kami mengapresiasi pihak sekolah atas semangatnya untuk bekerja sama dengan kita, untuk sama-sama melaksanakan kegiatan ini,” katanya.
Peluang Pembinaan Calon TNI-Polri
Selain membangun karakter dan kepemimpinan, kegiatan KKRI juga menjadi ruang bagi pelajar untuk mengenali berbagai peluang pengembangan diri.
Bagi siswa yang memiliki cita-cita menjadi anggota TNI maupun Polri, Kodim 0818/Malang-Batu membuka ruang pembinaan sejak dini.
Bayu mengatakan, pembinaan dapat dilakukan secara bertahap selama siswa masih berada di bangku sekolah.
“Bagi siswa yang punya minat atau cita-cita menjadi TNI atau Polri, kita bisa membantu memfasilitasi mereka untuk mendapatkan pembinaan sejak dini, mulai kelas satu, kelas dua sampai kelas tiga. Sehingga ketika lulus mereka sudah punya persiapan lebih,” jelasnya.
Pembinaan tersebut antara lain dapat berupa latihan fisik dan pemberian pembekalan yang berkaitan dengan proses seleksi.
“Minimal secara fisik kita bisa latih, kemudian kita juga bisa berikan pembekalan seperti psikologi ataupun pengetahuan-pengetahuan lainnya yang nantinya akan diteskan pada saat seleksi,” tuturnya.
Namun, Bayu menegaskan, KKRI tidak semata-mata diarahkan untuk mempersiapkan siswa menjadi anggota TNI atau Polri. Tujuan utamanya tetap membangun karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, wawasan kebangsaan, serta kecintaan terhadap tanah air.
Digelar Bergiliran di Malang Raya
Secara nasional, KKRI dikembangkan sebagai program ekstrakurikuler bagi pelajar SMA, SMK, dan MA. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, kebersamaan, tanggung jawab, wawasan kebangsaan, dan kesadaran bela negara.
Di wilayah Kodim 0818/Malang-Batu, kegiatan tidak dipusatkan di satu sekolah. Pelaksanaannya dilakukan secara bergiliran di berbagai sekolah di Kabupaten Malang dan Kota Batu.

“Kita tidak bisa memutuskan ini sampai kapan. Yang jelas ini perintah dan program dari atasan kita. Ini akan berlanjut, setiap tiga bulan kita melaksanakan di satu sekolah, tetapi tempatnya pindah-pindah, tidak hanya di sini, melainkan di seluruh wilayah Kabupaten Malang plus Kota Batu,” ungkap Bayu.
Dengan pola tersebut, semakin banyak pelajar di wilayah Malang Raya diharapkan memperoleh kesempatan mengikuti pembinaan melalui KKRI.
Bayu mengatakan program serupa juga telah berjalan di berbagai daerah di Indonesia.
“Jadi ini di Malang Raya. Secara nasional, kegiatan seperti ini sudah dilaksanakan di berbagai kabupaten dan kota, termasuk di wilayah Jawa Timur,” tandasnya.
Sekolah Sambut Program KKRI
Pihak sekolah menyambut positif pelaksanaan KKRI. Kegiatan tersebut dinilai dapat memberikan pengalaman sekaligus bekal bagi siswa dalam menentukan pilihan setelah menyelesaikan pendidikan.
Kepala SMK Nusa Poncokusumo, Imron Syahroni, S.Pd., M.Pd., yang hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan, pengalaman selama mengikuti KKRI diharapkan dapat membantu siswa mempersiapkan masa depan. Baik bagi yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi maupun yang memiliki cita-cita menjadi anggota TNI dan Polri.
“Harapannya, kegiatan ini membawa manfaat dan bekal bagi siswa-siswi dalam meneruskan cita-cita, baik yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi maupun yang ingin menjadi anggota TNI dan Polri,” ujarnya.
Menurut Imron, pengalaman yang diperoleh peserta selama mengikuti KKRI, dapat menjadi bagian dari proses pembentukan karakter siswa.
Bekal tersebut diharapkan membuat mereka lebih siap, menghadapi pilihan pendidikan maupun karier setelah lulus.
Pelaksanaan KKRI di Poncokusumo pun menjadi bagian dari pembinaan generasi muda yang melibatkan berbagai unsur. TNI, Polri, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan sekolah bersinergi dalam memberikan pengalaman kepada pelajar.
Dari kegiatan tersebut, para peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman berkemah, tetapi juga pembelajaran mengenai kedisiplinan, tanggung jawab, kepemimpinan, kebersamaan, dan kecintaan terhadap tanah air. (Suseno/Ra Indrata)




