TKP: Kantor Kepala Desa Kemiri, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, yang viral karena kasus kehilangan sepeda motor. (Foto: Diky Prasetyo/Malang Post)
MALANG POST – Kasus kehilangan sepeda motor di Desa Kemiri, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, menjadi perbincangan setelah viral di media sosial. Polemik tersebut turut menyeret nama Kepala Desa Kemiri, Wijiati.
Persoalan itu kini masuk ke ranah hukum. Polres Malang memastikan laporan terkait kehilangan sepeda motor tersebut telah diterima dan ditangani Satreskrim Polres Malang.
Kasus bermula dari unggahan keluarga korban di media sosial, mengenai kehilangan sepeda motor. Dalam narasi yang beredar, pemerintah desa turut dipersoalkan. Bahkan muncul tudingan adanya permintaan uang Rp1 juta sebagai tebusan ketika sepeda motor disebut telah ditemukan.
Namun, informasi yang beredar di media sosial tersebut, masih berupa aduan dan belum dapat disimpulkan sebagai fakta keterlibatan pihak tertentu. Kepastian mengenai rangkaian kejadian selanjutnya akan ditentukan melalui proses penyelidikan kepolisian.
Kades Sebut Hendak Selesaikan Secara Musyawarah
Kepala Desa Kemiri Wijiati kemudian memberikan klarifikasi, terkait persoalan tersebut. Ia mengatakan, sejak awal pemerintah desa berupaya menyelesaikan persoalan melalui musyawarah, agar tidak berkembang menjadi konflik antarwarga.

KADES: Kepala Desa Kemiri, Wijiati, saat memberikan klarifikasi terkait viralnya kasus kehilangan sepeda motor di Desa Kemiri, Kepanjen. (Foto: Diky Prasetyo/Malang Post)
“Tujuan saya, karena saya enggak ngomong pada saat awal siapa pelakunya, karena tetangga. Kalau saya langsung ngomong kemarin, takutnya ada gesekan nanti,” kata Wijiati, Kamis (24/9/2026).
Menurut Wijiati, pihak korban maupun pihak yang disebut dalam persoalan tersebut, telah dipanggil secara terpisah. Namun, keduanya belum dipertemukan.
“Pihak korban sudah saya panggil, pihak pelaku juga saya panggil, tapi tidak saya pertemukan,” ujarnya.
Ia mengaku telah menyiapkan forum mediasi di kantor desa, dengan melibatkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas.
“Sampai sekarang pun pihak korban enggak tahu siapa yang nyuri. Maksud saya, akan saya ajak berunding ke kantor desa, Bapak Babinsa menyaksikan, Bapak Bhabinkamtibmas menyaksikan,” jelasnya.
Menurut Wijiati, langkah tersebut dilakukan untuk mencari penyelesaian, sekaligus mempertimbangkan kemungkinan adanya tuntutan dari pihak korban.
“Apakah nanti tetap ada tuntutan dari pihak korban atau tidak, kan kita enggak tahu,” tambahnya.
Nama Sunarko Ikut Disebut
Dalam rangkaian persoalan tersebut, nama Sunarko juga muncul. Wijiati menjelaskan, Sunarko memiliki hubungan keluarga dengannya, sehingga dirinya berupaya memberikan bantuan.
Ia menceritakan, persoalan tersebut bermula ketika informasi mengenai sepeda motor yang hilang, muncul dari kawasan Perengan dan sekitar Sungai Brantas.
“Kalau waktu didatangi Ajeng nggak datang ke saya. Cuma waktu kejadian awal dari Perengan itu Berantas ya, Sungai Brantas. Itu Pak Misdi jalan ke utara tanya masalah motor. Dan motor-motor tersebut memang hilang di lokasi,” ungkap Wijiati.
Ia kemudian menghubungi Ajeng agar menjemput ayahnya.
“Sampai saya telepon Ajeng suruh jemput bapaknya. Itu memang saudara sama saya. Makanya saya mau bantu,” katanya.
Wijiati menyebut, sepeda motor yang menjadi persoalan telah ditemukan pada Rabu sekitar pukul 11.00 WIB. Kendaraan tersebut kemudian dibawa ke kantor desa.
Namun, terkait siapa yang mengambil kendaraan, bagaimana proses penemuan motor, serta dugaan permintaan uang Rp1 juta, belum terdapat penjelasan resmi dari kepolisian yang menyatakan kebenaran rangkaian informasi tersebut.
Polres Malang Pastikan Laporan Ditangani
Sementara itu, Polres Malang memastikan laporan mengenai kasus tersebut telah diterima.
Kasihumas Polres Malang AKP M. Budiono membenarkan laporan tersebut dan menyebut penanganannya telah masuk ke Satreskrim Polres Malang.
“Betul sudah dijawab di IG. Sudah saya sampaikan Kapolsek Kepanjen nunggu laporan dari Kapolsek. Oyi, sudah laporan dan ditangani Reskrim Polres Malang,” kata Budiono, Kamis (24/9/2026).
Dengan masuknya laporan tersebut, polisi akan mendalami rangkaian kejadian secara menyeluruh. Mulai dari kronologi kehilangan kendaraan, proses ditemukannya sepeda motor, dugaan permintaan uang, hingga pihak-pihak yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.
Penanganan oleh kepolisian menjadi penting untuk memastikan fakta berdasarkan alat bukti dan keterangan para pihak, bukan semata berdasarkan informasi yang beredar di media sosial.
Sementara itu, klarifikasi lebih lanjut dari pihak-pihak yang disebut dalam polemik tersebut masih diperlukan agar seluruh rangkaian kejadian dapat diketahui secara utuh. (Diky Prasetyo/Ra Indrata)




