MALANG POST – Podium masih menjadi tempat Claretta Meisie Santiano. Setelah dua tahun berturut-turut menjadi juara, pecatur muda MINU Jatirejoyoso, Kepanjen, Kabupaten Malang, kembali menembus tiga besar Semarak Ma’arif Day 2026.
Kali ini, Claretta membawa pulang gelar Juara 2 Catur Putri tingkat SD/MI se-Malang Raya, dalam ajang yang digelar di MTs Al-Ittihad Poncokusumo.
Kompetisi tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Lahir (Harlah) Lembaga Pendidikan Ma’arif NU ke-97. Mengusung tema “Menginspirasi Negeri, Membangun Peradaban”, Semarak Ma’arif Day 2026 diikuti ratusan peserta dari berbagai SD/MI di Malang Raya.
Peserta bersaing dalam puluhan cabang lomba. Mulai bidang akademik, seni, hingga olahraga.
Prestasi Claretta mendapat sambutan dari keluarga besar MINU Jatirejoyoso. Capaian tersebut dinilai menunjukkan kemampuan siswa madrasah, bersaing dalam cabang olahraga yang membutuhkan konsentrasi, ketelitian, serta kemampuan menyusun strategi.
Kepala MINU Jatirejoyoso Kepanjen Zainul Mahmudi, S.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas pencapaian siswinya tersebut.
“Selamat atas prestasi yang diraih Claretta Meisie Santiano sebagai Juara 2 Catur Putri. Semoga menjadi motivasi bagi siswa-siswi lainnya untuk terus berprestasi,” ujar Zainul, Selasa (23/9/2026).

THE BEST: Siswi MINU Jatirejoyoso Kepanjen, Claretta Meisie Santiano, menunjukkan trofi dan Uang pembinaan Putri Tingkat SD/MI pada ajang Semarak Ma’arif Day 2026 dalam rangka Harlah LP Ma’arif NU ke-97 di MTs Al-Ittihad Poncokusumo, Selasa (23/9/2026). (Foto: Diky Prasetyo/Malang Post)
Bagi Claretta, posisi runner-up tahun ini memang berbeda dibanding dua edisi sebelumnya. Pada Semarak Ma’arif Day 2024 dan 2025, ia berhasil keluar sebagai juara.
Namun, torehan tahun ini tetap memperpanjang catatan konsistensinya di ajang tersebut. Tiga kali tampil, tiga kali pula Claretta berhasil mengamankan posisi di podium.
Pilih Jaga Stamina
Ada alasan mengapa Claretta tidak tampil dengan tempo seperti biasanya. Padatnya agenda pertandingan, membuat pecatur muda tersebut harus mengatur kondisi fisik dan konsentrasinya.
Ia memilih bermain lebih aman demi menjaga kebugaran. Sebab, akhir pekan ini Claretta kembali harus bertanding dalam ajang Porseni tingkat kecamatan.
Agenda tersebut belum menjadi akhir. Setelah Porseni, fokusnya langsung beralih menuju persiapan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) di Banten.
Jeda istirahat yang tersedia hanya sekitar dua hari. Karena itu, pengaturan tenaga menjadi bagian penting, dalam menghadapi rangkaian pertandingan yang beruntun.
Pilihan bermain lebih aman di Semarak Ma’arif Day 2026 pun tidak membuat Claretta kehilangan tempat di papan atas. Ia tetap mampu mengamankan posisi runner-up di tengah persaingan pecatur putri usia SD/MI se-Malang Raya.
Kini, tantangan berikutnya sudah menunggu. Porseni menjadi agenda terdekat sebelum Claretta menatap persaingan di level nasional di Banten. (Diky Prasetyo/Ra Indrata)




