Juara III Lomba Hias Gapura WNI SariWangi dari Kota Malang. (Foto: Istimewa)
MALANG POST- Karya gapura warga Bandung, Yogyakarta, dan Malang resmi diumumkan sebagai pemenang utama Lomba Hias Gapura Waktunya Ngeteh Indonesia yang digelar SariWangi di Jakarta, Selasa (22/9/2026), atas kreativitas, gotong royong, dan kearifan lokal dalam memperingati HUT ke-81 RI.
Panitia Lomba Hias Gapura Waktunya Ngeteh Indonesia (WNI) menerima sekitar 500 karya dari berbagai daerah di Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 178 perumahan dan lingkungan warga terpilih mendapatkan dukungan khusus untuk memeriahkan perayaan 17 Agustus.
WNI merupakan program kemitraan SariWangi dalam merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia melalui serangkaian kegiatan, antara lain tayangan video yang mengangkat beragam tradisi perayaan di berbagai daerah. Perayaan hari kemerdekaan tersebut digelar bersama mitra petani, serta Pesta Rakyat SariWangi di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, yang diikuti oleh ratusan peserta.
Rangkaian kegiatan tersebut ditutup dengan pengumuman Lomba Hias Gapura yang diikuti oleh masyarakat dari seluruh wilayah Indonesia.
Menurut Brand Manager SariWangi, Irene Limantara, bagi SariWangi, lomba hias gapura merupakan salah satu simbol kegiatan yang memperlihatkan nilai karakter kekuatan masyarakat Indonesia, yakni gotong royong dan kebersamaan.
”Kami bangga melihat betapa antusiasnya warga dari berbagai daerah. Mereka bersatu, berkumpul bersama, bertukar pikiran, dan bekerja sama mewujudkan gapura yang merepresentasikan warganya. Inilah semangat yang ingin terus dihadirkan SariWangi, yakni menemani seluruh momen kebersamaan masyarakat Indonesia. Selamat kepada seluruh pemenang,” ujar Irene.

Juara II Gapura dari Yogyakarta. (Foto: Istimewa)
Tiga pemenang utama Lomba Hias Gapura ini dinilai berdasarkan kreativitas, semangat gotong royong, serta kearifan lokal yang tercermin dalam keseluruhan konsep gapura, mulai dari seni mural, kerajinan anyaman bambu, hingga sentuhan teknologi modern.
Gapura karya warga Bandung meraih juara pertama. Gapura ini menghadirkan pendekatan yang berbeda dari umumnya dengan menambahkan mural di sepanjang tembok gang sebagai pelengkap struktur gapura. Mural tersebut menggambarkan kehidupan sehari-hari warga, mulai dari tradisi saling berbagi hingga menjaga kebersihan lingkungan bersama.
Menurut Samsul Huda M., perwakilan peserta lomba dari Bandung, ide pembuatan gapura ini muncul ketika ia bersama warga bermusyawarah mencari cara untuk merayakan perayaan 17 Agustus tahun ini agar berbeda dari biasanya. Selain gapura, warga juga ingin membuat karya yang tahan lama.
Oleh karena itu, warga sepakat membuat lukisan dinding (mural) di sepanjang tembok gang yang menceritakan kehidupan sehari-hari warga setempat, seperti bagaimana warga saling membantu dan menjaga lingkungan bersama-sama ditemani secangkir teh SariWangi.
”Semua ini dapat diwujudkan berkat gotong royong warga. Semua turun tangan membantu sesuai dengan kemampuan masing-masing. Bagi saya, kemenangan ini menjadi pengingat mengenai semangat kebersamaan warga di sini,” ujar Samsul Huda M.
Sementara itu, gapura karya warga Yogyakarta meraih juara kedua. Gapura ini memanfaatkan material bambu yang dipadukan dengan simbol secangkir teh sebagai representasi kehangatan dan kebersamaan warga.
Menurut Muh Rohmadi, warga memilih simbol secangkir teh karena minum teh merupakan aktivitas sederhana yang sering menjadi sarana awal untuk berkumpul antawarga. Pihaknya juga menggunakan bambu sebagai bahan utama; satu batang mungkin terlihat biasa, tetapi ketika disatukan akan menjadi sangat kokoh, seperti halnya warga di lingkungannya.
”Gapura ini bukan hanya soal pintu masuk yang indah, melainkan cerita mengenai bagaimana sesuatu yang sederhana bisa menjadi luar biasa jika dikerjakan bersama-sama,” ujar Muh Rohmadi.

Juara I Gapura dari Bandung. (Foto: Istimewa)
Adapun gapura karya warga Malang berhasil meraih juara ketiga. Karya ini menghadirkan figur burung Garuda bersayap lebar sebagai simbol semangat kemerdekaan, dilengkapi papan dioda pemancar cahaya (LED) berjalan yang menampilkan pesan-pesan perayaan HUT RI untuk memadukan semangat kebersamaan warga dengan sentuhan kreativitas modern.
”Kami ingin gapura ini terlihat berbeda, makanya kami mencoba memadukan figur burung Garuda yang cukup besar dengan tulisan LED berjalan. Ini menandakan hasil kerja keras warga, seluruhnya dikerjakan bersama-sama,” ujar Didik, perwakilan warga Malang.
Selain tiga pemenang utama, SariWangi turut memberikan apresiasi kepada lima pemenang favorit dan lima pemenang keterlibatan tertinggi (Most Likes) yang dipilih berdasarkan antusiasme masyarakat di media sosial.
Pemenang Favorit: Palembang, Makassar, Samarinda, Jakarta, dan Bandung
Pemenang Most Likes: Bandung (2 lokasi), Banjarmasin, Jakarta, dan Malang
Melalui seluruh rangkaian kegiatan WNI, SariWangi ingin mengajak masyarakat merayakan kebersamaan dengan cara sederhana, namun bermakna, dimulai dari lingkungan dan kampung halaman masing-masing.
Selama lebih dari 53 tahun, SariWangi telah menjadi bagian dari berbagai momen kebersamaan masyarakat Indonesia. Melalui semangat inilah, para pemenang Lomba Hias Gapura menjadi representasi nyata bagaimana SariWangi terus hadir menemani masyarakat berkumpul, berbagi cerita, bergotong royong, dan merayakan Indonesia bersama-sama.
SariWangi dibuat dari 100 persen teh asli dengan aroma dan rasa teh segar yang khas, hadir dalam berbagai pilihan rasa mulai dari Teh Hitam, Vanila, Melati, Teh Hijau, Mawar, hingga Jahe & Kunyit serta SariWangi Kurma & Madu. (Eka Nurcahyo)




