Kepala Desa Argotirto, H. Ahmad Sholeh. (Foto: Diky Prasetyo/Malang Post)
MALANG POST – Sebanyak 1.500 warga Desa Argotirto, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, mengalami krisis air bersih parah, akibat kemarau panjang, Selasa (13/10/2026), mendorong Kepala Desa Ahmad Sholeh, mendesak perluasan jaringan pipanisasi Perumda Tirta Kanjuruhan sebagai solusi permanen.
Dampak musim kemarau panjang memicu krisis air bersih yang meluas di kawasan selatan Kabupaten Malang. Sebanyak 1.500 kepala keluarga (KK) di Desa Argotirto, Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe), dilaporkan kesulitan mendapatkan pasokan air bersih setelah sumber air warga mengalami kekeringan drastis.
Krisis air bersih tersebut melanda 20 Rukun Tetangga (RT) yang tersebar di tiga dusun. Berdasarkan pendataan Pemdes Argotirto, rincian warga terdampak mencakup Dusun Krajan Kulon (Mbambang) sebanyak 150 KK, Dusun Sumberbende sebanyak 500 KK, serta titik kekeringan terparah melanda Dusun Wonorejo yang mencakup 13 RT dengan total 900 KK terdampak.
Guna melepaskan masyarakat dari ketergantungan bantuan tangki musiman dan menjamin pemenuhan hak atas air bersih, Kepala Desa Argotirto, H. Ahmad Sholeh, mendesak Pemerintah Kabupaten Malang melalui Perumda Tirta Kanjuruhan untuk memperluas cakupan jaringan pipanisasi ke wilayahnya.
“Usulan perluasan jaringan ini telah kami sampaikan secara resmi kepada manajemen Perumda Tirta Kanjuruhan. Kendati jaringan pipanisasi tersebut belum menjangkau hingga Dusun Wonorejo, perluasan hingga Dusun Sumberbende saja sudah menjadi solusi teknis yang sangat strategis dan efektif untuk mengakhiri krisis kekeringan, baik untuk konsumsi harian warga maupun penunjang irigasi pertanian,” terang Sholeh, Selasa (13/10/2026).

DROPING AIR: Warga Desa Argotirto, Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe), Kabupaten Malang, antre mengisi air bersih dari truk tangki Bantuan Air Bersih Polres Malang, di tengah krisis air akibat kemarau panjang, Selasa (13/10/2026). (Foto: Diky Prasetyo/Malang Post)
Menghadapi kondisi darurat pekan ini, Pemdes Argotirto telah melayangkan surat permohonan pasokan darurat air bersih kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang serta instansi terkait lainnya.
Secara swadaya, jajaran Pemdes Argotirto juga mengalokasikan anggaran kas desa untuk menyalurkan bantuan air bersih darurat ke pemukiman warga secara bergiliran.
“Mengingat besarnya jumlah warga yang membutuhkan air bersih, penyaluran akan kami bagi secara merata. Pasalnya, selama ini mayoritas warga hanya menggantungkan kebutuhan harian pada mata air kecil (belik) yang debit airnya kini telah menyusut drastis,” tambahnya.
Sholeh merinci bahwa kekeringan di Dusun Sumberbende dirasakan oleh 500 KK dari RT 18 hingga RT 25. Sementara pasokan air di RT 26 dan RT 27 relatif aman berkat adanya program Corporate Social Responsibility (CSR) penyediaan sarana air dari Gunung Bale.
Ia mengapresiasi jajaran Polres Malang dan para donatur yang telah berulang kali menerjunkan armada truk tangki air bersih ke Desa Argotirto. Bantuan tersebut sangat meringankan beban warga di tengah mongeringnya sumur dan sumber mata air utama di desa tersebut. (Diky Prasetyo/Ra Indrata)




