TETENGER: Monumen speed boat jadi spot foto wisatawan Pantai Ungapan. (Foto: Diky Prasetyo/Malang Post)
MALANG POST – Wisata Pantai Ungapan di Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, makin diminati wisatawan pada Minggu (20/9/2026) berkat keunikan fenomena hamparan pasir dua warna di area muara serta kemudahan akses jalan mulus di Jalur Lintas Selatan.
Destinasi wisata pantai selatan di Kabupaten Malang makin memikat kunjungan wisatawan dari berbagai daerah. Aksesibilitas menuju pesisir pantai melalui Jalur Lintas Selatan (JLS) kini makin mudah dijangkau seiring dengan kondisi jalan jalur Gondanglegi–JLS yang mulus dan lebar.
Salah satu destinasi utama yang menjadi favorit wisatawan adalah Pantai Ungapan. Pantai ini memiliki daya tarik khas berupa fenomena muara yang mempertemukan air sungai dan air laut. Pemandangan di perairan mulut pantai tersebut menampilkan gradasi warna air yang kontras.
Secara administratif, Pantai Ungapan berada di Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang. Para wisatawan yang berkunjung gemar beraktivitas dan bermain di area muara pantai yang memiliki hamparan pasir kehitam-hitaman.
Pengelola Pantai Ungapan dari Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), Sukir, menjelaskan bahwa wisatawan sangat tertarik menikmati gulungan ombak laut serta hamparan pasir unik di bibir pantai. Saat ditemui Malang Post di lokasi pantai, Minggu (20/9/2026), Sukir menyebutkan bahwa perpaduan pasir putih dan pasir hitam menjadi pemicu utama daya tarik pengunjung.

ANDALAN: Pertemuan air sungai dan laut di daya tarik pesona Pantai Ungapan, Malang Selatan. (Foto: Diky Prasetyo/Malang Post)
Pasir putih membentang di sepanjang pesisir Pantai Ungapan, sedangkan pasir hitam terhampar di area muara Sungai Ungapan. “Kondisi keunikan ini yang menjadi daya tarik utama dan membedakannya dari pantai lain,” ungkap Sukir.
Menurut Sukir, keunikan pasir dua warna tersebut membuat angka kunjungan wisatawan ke Pantai Ungapan tetap stabil. “Pada akhir pekan suasana cukup ramai. Sebagian pengunjung bahkan bermalam di area perkemahan (camping ground),” tutur Sukir.
Saat memasuki kawasan Pantai Ungapan, pengunjung disambut oleh monumen kapal cepat (speedboat) yang menjadi lokasi berswafoto favorit. “Pengunjung sangat suka berfoto di tempat itu. Monumen Kapal Feri itu juga menjadi daya tarik tersendiri,” tambah Sukir sambil menunjuk ke arah monumen tersebut.
Untuk menikmati keindahan alam Pantai Ungapan, pengunjung dikenakan tarif tiket masuk sebesar Rp10.000 per orang. Sementara itu, retribusi parkir kendaraan ditetapkan sebesar Rp15.000 untuk mobil dan Rp10.000 untuk sepeda motor.
Asni, seorang wisatawan asal Kabupaten Sidoarjo yang datang bersama rombongan keluarga, mengaku sangat terkesan saat berkunjung ke Pantai Ungapan. “Pasirnya sangat halus dan bersih,” ujarnya, Minggu (20/9/2026).
Ia juga menambahkan bahwa waktu tempuh dari Sidoarjo menuju Pantai Ungapan saat ini relatif lebih singkat. “Jalannya sekarang mulus dan lebar sehingga tidak terkena kemacetan,” kata Asni.
Namun, di tengah menggeliatnya pesona wisata pantai selatan, pengelola menyampaikan sebuah keluhan. Wakil Ketua LMDH Malang Selatan, Faery, mengeluhkan maraknya aksi balap liar yang kerap berlangsung setiap Sabtu dan Minggu di sepanjang JLS.
“Setiap Sabtu dan Minggu sering terjadi aksi balap liar di sekitar jalur menuju pantai yang sangat meresahkan warga serta pengunjung. Kami memohon perhatian dari aparat penegak hukum setempat, baik Polsek Gedangan maupun Polres Malang, untuk menindak tegas dan merazia aksi balap liar yang mengganggu kenyamanan perjalanan wisatawan,” tegas Faery. (Diky Prasetyo/Sugeng Irawan)




