MALANG POST – Institut Teknologi Nasional Malang meluluskan 496 wisudawan program S-2, S-1, dan D-3 pada Gelaran Wisuda ke-76 Periode II Tahun 2026 di Hotel Grand Mercure Malang, Sabtu (19/9/2026), yang dihadiri langsung oleh Wali Kota Malang Wahyu Hidayat.
Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang kembali meluluskan sumber daya manusia siap pakai di bidang teknologi dan industri. Sebanyak 496 lulusan dari program studi S-2, S-1, dan D-3 resmi dilepas dalam Gelaran Wisuda ke-76 Periode II Tahun 2026 di Hotel Grand Mercure Malang, Sabtu (19/9/2026).
Pada periode ini, sebanyak 180 wisudawan (36,3 persen) berhasil meraih predikat Cum Laude (Dengan Pujian). Selain itu, terdapat lima lulusan program magister yang meraih IPK sempurna 4,00. Pada periode wisuda yang sama, sebanyak 33 lulusan penerima beasiswa dan bantuan biaya pendidikan—seperti KIP-K, BBP, dan BPI—juga sukses menyelesaikan studi mereka dengan prestasi yang membanggakan.
Rektor ITN Malang, Awan Uji Krismanto, S.T., M.T., Ph.D., menyampaikan bahwa capaian wisuda kali ini terasa makin istimewa karena banyak lulusan yang sudah terserap di dunia kerja bahkan sebelum ijazah resmi diserahkan.
“Para wisudawan yang hadir di ruangan ini banyak yang telah mendapatkan kepercayaan dari dunia kerja bahkan sebelum mereka mengikuti prosesi wisuda pada hari ini. Mereka telah berkarya di berbagai perusahaan berkelas nasional, multinasional, lembaga profesional, maupun sektor industri strategis lainnya,” ujar Rektor dalam sambutannya.
Rektor menegaskan, di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), transformasi digital, dan transisi energi hijau, ITN Malang terus berkomitmen mencetak lulusan yang tidak sekadar menguasai teori, melainkan juga adaptif dan inovatif.

“Dalam setiap wisuda, saya selalu berpesan bahwa lulusan ITN Malang harus menjadi pencipta tren (trendsetter), bukan pengikut tren (trend follower), yang memiliki kompetensi dalam persaingan di dunia nyata serta mampu menciptakan lapangan pekerjaan,” tegasnya.
Di antara ratusan wisudawan, lahir pula kisah-kisah inspiratif. Salah satunya Yuniar Faizati, lulusan terbaik S-1 Teknik Industri yang berhasil meraih predikat terbaik di tengah duka kehilangan sang ayah.
Ada pula Eka Maretyaningsih Agung Purwanti, lulusan terbaik S-1 Teknik Kimia yang kini telah aktif berkarier di perusahaan afiliasi PT Pertamina (Persero). Mengingat beratnya proses perkuliahan hingga revisi skripsi, Rektor memberikan pesan penguat bagi para lulusan.
“Difficulties are a privilege. They shape us and reveal the strength we never knew we had. Kesulitan adalah sebuah keistimewaan. Ia membentuk kita dan mengungkapkan kekuatan yang bahkan tidak pernah kita sadari kita miliki,” tuturnya.
Momen wisuda ini turut dihadiri oleh Wali Kota Malang sekaligus Ketua Umum Ikatan Alumni (IKA) ITN Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, M.M. Kehadirannya menjadi simbol kuatnya sinergi antara kampus, pemerintah daerah, dan jaringan alumni.
Dalam sambutannya, Wahyu sempat bernostalgia mengenang masa-masa kuliahnya di Teknik Planologi (Perencanaan Wilayah dan Kota/PWK) ITN Malang angkatan 1985.
“Saya ini angkatan pertama dan kebetulan lulusan pertama, jadi ijazah saya masih nomor 001 untuk jurusan Planologi. Dulu waktu lulus masih ada tradisi diceburkan ke kolam, lalu bajunya diambil adik tingkat untuk kenang-kenangan,” kenangnya disambut tawa hadirin.
Sebagai Ketua Umum IKA ITN Malang, Wahyu menegaskan bahwa wadah alumni disiapkan secara konkret untuk menjembatani para lulusan baru melangkah ke dunia profesional. Setiap wisudawan langsung dibekali Kartu Tanda Anggota (KTA) alumni untuk mengakses jaringan dan pelatihan karier.
“Dunia pendidikan dan dunia kerja itu berbeda. Kami dari Ikatan Alumni hadir sebagai media dan wadah yang memberikan arahan serta memfasilitasi para alumni baru. Kita akan kumpulkan dan berikan gambaran serta wawasan dunia kerja dari para seniornya agar cita-cita mereka tercapai,” tambah Wahyu saat ditemui usai acara.
Wahyu berharap hubungan antara ITN Malang dan para alumni di berbagai daerah dapat terus memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat luas. (M. Abd. Rachman Rozzi-Januar Triwahyudi)




