MALANG POST – Fakultas Teknik Universitas Islam Malang resmi menutup rangkaian Program Diaspora Berdampak hibah Kemendikbudristek bersama peneliti pascadoktoral Université de Lorraine Prancis di Kampus UNISMA Malang, Rabu (9/9/2026), guna memperkuat kapasitas riset dan jejaring akademik berstandar global.
Fakultas Teknik Universitas Islam Malang (FT UNISMA) terus memperkuat ekosistem penelitian dan kolaborasi akademik bertaraf internasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Program Diaspora Berdampak.
Program ini menghadirkan peneliti diaspora Indonesia dari institusi luar negeri untuk mendorong alih pengetahuan (transfer of knowledge), penguatan kapasitas akademik, serta pengembangan riset kolaboratif.
Program yang berlangsung lebih dari satu bulan tersebut dimulai sejak kedatangan peneliti diaspora pada akhir Juli 2026 dan secara resmi ditutup pada Rabu (9/9/2026). Rangkaian kegiatan dirancang tidak sekadar menjadi forum pertukaran pengetahuan, melainkan diarahkan untuk menghasilkan luaran penelitian yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
Program Diaspora Berdampak tersebut merupakan bagian dari hibah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) yang diajukan oleh tim FT UNISMA. Tim pengusul terdiri atas Dekan FT UNISMA sekaligus peneliti Program Studi Teknik Mesin, Dr. Ir. Ena Marlina, S.T., M.T., serta dosen dan peneliti Program Studi Teknik Mesin, Dr. Faruq Alhikami, S.T., M.Sc.
Dalam pelaksanaannya, program ini melibatkan Dr. Ria Aniza, B.Eng., M.Sc., Ph.D., yang merupakan peneliti pascadoktoral (postdoctoral researcher) di Université de Lorraine, Prancis.
Keberhasilan FT UNISMA meraih hibah tersebut menjadi bagian dari upaya kampus dalam memperluas jejaring akademik internasional sekaligus meningkatkan kapasitas penelitian dosen dan mahasiswa.
Program ini dirancang melalui kolaborasi strategis antara perguruan tinggi dalam negeri dan peneliti diaspora Indonesia yang berkiprah di institusi luar negeri. Pengajuan dilakukan melalui proposal riset kompetitif dengan luaran yang terukur.
FT UNISMA berhasil meloloskan usulan program tahun pertama tersebut berkat dukungan kesiapan infrastruktur penelitian serta perencanaan luaran yang jelas. Kehadiran peneliti diaspora juga mendapat sambutan langsung dari Rektor UNISMA sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan internasionalisasi kampus.
Selama pelaksanaan program, FT UNISMA menyusun enam agenda utama yang saling terintegrasi. Keenam agenda tersebut meliputi kuliah umum hibrida (hybrid), penyusunan peta jalan (roadmap) penelitian tiga tahun, penyusunan proposal penelitian internasional, kolokium riset, kunjungan fasilitas penelitian, serta penulisan artikel ilmiah secara intensif (paper sprint).
Pada agenda kuliah umum hibrida, Dr. Ria Aniza membagikan pengalaman dan wawasan riset internasional melalui tema “Biomass Utilization for Renewable Energy & Environmental Sustainability”. Kegiatan tersebut melibatkan mahasiswa FT UNISMA, Fakultas Pertanian, serta Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNISMA.
Agenda berikutnya berupa penyusunan peta jalan penelitian tiga tahun. Kegiatan ini menjadi forum diskusi terstruktur lintas pusat studi untuk menentukan tema-tema penelitian prioritas, khususnya yang berkaitan dengan energi terbarukan dan ketahanan pangan.
FT UNISMA juga mendorong pengembangan proposal penelitian internasional. Melalui kegiatan tersebut, dosen dan peneliti menyusun rancangan proposal riset bersama mitra global sebagai langkah memperluas peluang memperoleh pendanaan penelitian internasional.
Sementara itu, kolokium riset menjadi ruang bertemunya para dosen dan peneliti untuk membahas gagasan penelitian interdisipliner, memperkuat desain riset, sekaligus mengidentifikasi peluang publikasi ilmiah bersama.
Kegiatan ini dilengkapi pula dengan kunjungan fasilitas riset. Melalui agenda tersebut, potensi laboratorium dan sarana penelitian UNISMA dipetakan untuk mendukung pengujian, pengembangan teknologi, serta kemungkinan pemanfaatan infrastruktur secara kolaboratif.
Agenda terakhir adalah paper sprint, yakni proses penyusunan artikel ilmiah secara intensif dan kolaboratif. Kegiatan tersebut diarahkan untuk mengolah hasil penelitian dan analisis data menjadi naskah ilmiah yang siap diajukan ke jurnal internasional bereputasi.
Pelaksanaan Diaspora Berdampak di FT UNISMA juga menjadi bagian dari upaya mendorong konsep kampus berdampak melalui penelitian. Perguruan tinggi tidak hanya diposisikan sebagai pusat pembelajaran, melainkan juga sebagai pusat inovasi yang mampu menghadirkan solusi terhadap berbagai persoalan nyata di masyarakat dan industri.
Oleh karena itu, setiap kegiatan dalam program tersebut diarahkan agar menghasilkan luaran yang dapat ditindaklanjuti, mulai dari peta jalan penelitian, proposal internasional, publikasi bersama, hingga jejaring kolaborasi yang berkelanjutan.
Dekan FT UNISMA, Dr. Ir. Ena Marlina, S.T., M.T., menegaskan bahwa program tersebut tidak boleh berhenti pada kegiatan kunjungan maupun pertukaran pengetahuan semata.
“Program ini tidak berhenti pada kegiatan kunjungan atau berbagi pengetahuan. Namun, kami arahkan untuk menghasilkan luaran yang nyata, mulai dari peta jalan penelitian, proposal internasional, publikasi bersama, hingga terbentuknya jejaring kolaborasi yang berkelanjutan,” tegas Ena.
Menurutnya, keterlibatan peneliti diaspora menjadi peluang strategis bagi FT UNISMA untuk memperluas perspektif akademik sekaligus memperkuat kualitas riset melalui pengalaman dan jejaring internasional.
Melalui Program Diaspora Berdampak, FT UNISMA berharap kolaborasi yang telah dibangun tidak berhenti setelah program berakhir. Jejaring tersebut diharapkan berkembang menjadi kerja sama penelitian jangka panjang, publikasi internasional, pengembangan inovasi, serta kolaborasi dengan mitra akademik dan industri di tingkat global. (M. Abd. Rachman Rozzi-Januar Triwahyudi)




