MALANG POST – Satlantas Polres Malang merayakan Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71, dengan menggelar bakti kesehatan, santunan anak yatim, dan pembagian sembako bersama puluhan pengemudi ojek online (ojol) se-Malang Raya, Rabu (16/9/2026).
Pengemudi ojek online adalah jenderal jalanan yang paling paham setiap lekuk, celah kemacetan, hingga titik rawan musibah lalu lintas di daerah. Merangkul barisan pekerja transportasi berbasis aplikasi ini, menjadi modal sosial penting dalam merawat ketertiban jalan raya.
Pendekatan humanistis itulah yang digelorakan oleh Satlantas Polres Malang.
Memperingati momentum Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71, Satlantas Polres Malang mempererat hubungan kemitraan bersama komunitas ojol Malang Raya.
Rangkaian acara yang dihelat kemarin, diisi dengan agenda bakti kesehatan, doa bersama, hingga pembagian paket sembako.
Kegiatan syukuran ini diikuti sekitar 50 pengemudi ojol dari berbagai aplikator serta 35 anak yatim dari pondok pesantren setempat.
Dalam agenda bakti kesehatan, para pengemudi ojol mendapatkan pemeriksaan kondisi fisik seperti cek suhu tubuh, pemeriksaan tekanan darah, hingga suplemen vitamin gratis.

Acara lantas berlanjut dengan syukuran dan doa bersama anak-anak yatim. Satlantas Polres Malang turut menyerahkan sembako sebagai wujud kepedulian antarsesama di jalan.
Kasatlantas Polres Malang, AKP Muhammad Alif Chelvin Arliska, membeberkan bahwa agenda ini ditujukan untuk mempererat jalinan silaturahmi dengan komunitas ojol.
“Kegiatan ini merupakan rangkaian HUT Lalu Lintas. Kami bersama rekan-rekan ojol melakoni bakti kesehatan, syukuran bersama anak yatim, lalu penyerahan bantuan sembako,” ujar Chelvin, Rabu (16/9/2026).
Chelvin menilai sinergi dengan mitra ojol di Kabupaten Malang berjalan sangat padu.
Informasi cepat dari para pengemudi ojol kerap membantu petugas memetakan titik kemacetan hingga merespons musibah kecelakaan lalu lintas di lapangan.
“Informasi dari teman-teman ojol yang tiap hari bertugas di jalan sangat membantu kami. Kami dari Satlantas Polres Malang tidak bisa mewujudkan Kamseltibcarlantas sendiri tanpa dukungan elemen masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Ojol Jawa Timur, Puji Waluyo, melayangkan apresiasi tinggi atas kepedulian jajaran Satlantas Polres Malang.
Puji menyebut komunitas ojol terus membangun komunikasi intensif dengan kepolisian guna mengedukasi para pengemudi mengenai budaya tertib berlalu lintas.
“Profesi ojol sangat rentan terhadap risiko kecelakaan. Kami siap menjadi perpanjangan tangan kepolisian untuk saling mengingatkan saat di tempat ngetem maupun di jalan agar tetap tertib,” pungkas Puji. (HmsResma/Ra Indrata)




