MALANG POST – Tim peneliti Universitas Negeri Malang, mengembangkan inovasi media pembelajaran digital D-ACT ECO di Malang, Jumat (11/9/2026), guna memperkuat pemahaman konseptual, kemampuan berpikir kritis, serta kolaborasi siswa dalam mata pelajaran Ekonomi pada tingkat Madrasah Aliyah se-Jawa Timur.
Universitas Negeri Malang (UM) melalui kegiatan penelitian mengembangkan D-ACT ECO (Deep Learning Adaptive Collaborative Technology for Economics). Inovasi media pembelajaran digital ini mengintegrasikan pendekatan pembelajaran mendalam (Deep Learning) dengan kerangka Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK).
Pengembangan media ini bertujuan untuk memperkuat pembelajaran ekonomi di Madrasah Aliyah (MA). Melalui media ini, pembelajaran dirancang agar tidak sekadar berorientasi pada penyampaian dan penghafalan materi, melainkan juga mendorong pemahaman konseptual, kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, refleksi, serta kolaborasi peserta didik.
Pengembangan D-ACT ECO dilakukan pada Juli–Agustus 2026 untuk menjawab tantangan pemanfaatan teknologi digital. Hasil analisis kebutuhan menunjukkan bahwa sebagian besar guru telah menggunakan teknologi digital, tetapi pemanfaatannya masih sebatas sebagai media presentasi dan berbagi dokumen.

Penggunaan teknologi untuk mendukung kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, dan asesmen digital masih relatif terbatas. Melalui D-ACT ECO, guru dibantu untuk menciptakan ekosistem pembelajaran yang interaktif, fleksibel, mudah diakses melalui berbagai perangkat, serta selaras dengan Kurikulum Merdeka.
D-ACT ECO dikembangkan menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development/R&D) dengan model ADDIE yang terstruktur melalui lima tahapan:
- Analysis (Analisis): Mengidentifikasi kebutuhan melalui observasi dan wawancara dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Ekonomi MA Jawa Timur mengenai permasalahan pembelajaran, kesiapan teknologi, serta kebutuhan guru dan siswa.
- Design (Desain): Merancang antarmuka platform, sintaks pembelajaran Deep Learning, integrasi TPACK, dan instrumen produk.
- Development (Pengembangan): Membuat prototipe situs web (website), mengembangkan konten pembelajaran, serta melakukan validasi produk.
- Implementation (Implementasi): Menerapkan platform dalam pembelajaran nyata di sekolah.
- Evaluation (Evaluasi): Menganalisis hasil belajar dan respons pengguna sebagai dasar revisi produk.
Pada tahap pengembangan (Development), prototipe D-ACT ECO divalidasi oleh ahli media, materi ekonomi, dan TPACK. Hasil validasi menunjukkan nilai Aiken’s V di atas 0,80 (kategori sangat valid).

Beberapa masukan, seperti penyederhanaan navigasi, penambahan kasus kontekstual, penyempurnaan infografik, pengoptimasian tampilan seluler (mobile), dan penyempurnaan asesmen HOTS (higher-order thinking skills), langsung diterapkan untuk menyempurnakan produk.
Uji Coba Lapangan dan Kolaborasi dengan MGMP
Pengujian dilakukan di Kabupaten Kediri dan Blitar melalui kolaborasi bersama MGMP Ekonomi MA setempat. Uji coba ini berfungsi sebagai ajang perkenalan sekaligus sarana untuk memperoleh masukan langsung dari guru mengenai kemudahan penggunaan, tampilan situs web, kesesuaian materi, dan potensi penerapannya di kelas.
D-ACT ECO mengintegrasikan tiga prinsip utama Deep Learning:
- Meaningful Learning: Menghubungkan konsep ekonomi dengan kasus nyata di sekitar siswa.
- Mindful Learning: Melibatkan siswa secara sadar dalam eksplorasi dan refleksi.
- Joyful Learning: Menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan tanpa mengurangi kedalaman materi.

Untuk mendukung aktivitas tersebut, platform ini dilengkapi dengan berbagai fitur utama:
- Dashboard & Teacher Dashboard (dasbor pengguna dan guru)
- Materi & Video Pembelajaran
- LKPD Digital & Project Based Assignment (penugasan berbasis proyek)
- Discussion Forum (ruang diskusi dan kolaborasi)
- Quiz & HOTS Assessment (kuis dan asesmen berbasis kemampuan berpikir tingkat tinggi)
- Learning Analytics (analisis perkembangan belajar siswa)
Inovasi ini mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) poin 4, yaitu Pendidikan Berkualitas, melalui penyediaan media belajar yang transformatif dan kolaborasi peningkatan kapasitas guru.
Ke depan, platform ini akan terus dievaluasi dan dikembangkan dengan teknologi yang lebih adaptif, seperti integrasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), rekomendasi pembelajaran terpersonalisasi, bank soal adaptif, gamifikasi, serta dashboard analytics yang lebih komprehensif. (M. Abd. Rachman Rozzi-Januar Triwahyudi)




