MALANG POST – BMKG memprakirakan cuaca di wilayah Malang Raya pada Jumat (11/9/2026) secara umum didominasi kondisi cerah berawan hingga berawan, dengan potensi fenomena udara kabur dan kabut tebal di sejumlah kecamatan pada pagi serta malam hari.
Perubahan cuaca di wilayah Malang Raya kembali menyuguhkan fenomena alam khas kawasan perbukitan. Langit cerah berawan yang tampak di siang hari kerap diawali dan ditutup oleh serbuan udara kabur serta jarak pandang yang terbatas.
Prakiraan resmi BMKG untuk wilayah Malang Raya pada Jumat (11/9/2026) menunjukkan dominasi kondisi cerah berawan hingga berawan.
Namun, masyarakat di beberapa wilayah harus bersiap menghadapi kemunculan udara kabur (smoky haze) dan kabut tebal pada pagi serta malam hari.
Di kawasan Kota Malang, suhu udara bergerak rata-rata pada rentang 19 derajat Celsius hingga 30 derajat Celsius, dengan rasio kelembapan udara yang cukup tinggi berada di angka 44 hingga 97 persen.
Karakteristik cuaca di wilayah Kota Malang terbagi cukup unik di beberapa titik kecamatan.
Untuk kawasan Kecamatan Klojen, Lowokwaru, Blimbing, dan Kedungkandang, BMKG memprakirakan fenomena udara kabur bakal bertahan sepanjang hari.
Kondisi udara pada pagi hari di wilayah-wilayah tersebut tergolong kurang jernih bagi warga yang hendak melakoni aktivitas olahraga luar ruangan.
Sementara itu, kawasan Kecamatan Sukun menunjukkan kondisi yang paling mencolok. Wilayah ini diprakirakan bakal diselimuti kabut atau asap tebal dengan suhu udara yang sedikit lebih hangat, berada di kisaran 20 derajat Celsius hingga 30 derajat Celsius.
Bergeser ke Kota Batu, kawasan dataran tinggi ini diprakirakan bakal diselimuti kabut tebal sejak pagi hari di seluruh wilayah kecamatan.
Suhu udara di Kota Batu tergolong sangat dingin khas pegunungan, yakni merosot di rentang 15 derajat Celsius hingga 26 derajat Celsius. Suhu di titik lain berada pada kisaran 16 derajat Celsius hingga 24 derajat Celsius.
Pengendara yang melintas di jalur perbukitan dan tanjakan curam, seperti kawasan Payung, Pujon, maupun Cangar, diimbau ekstra waspada.
Pengemudi disarankan menyalakan lampu utama kendaraan lantaran jarak pandang berkurang secara signifikan akibat tumpukan kabut tebal.
Sementara itu, wilayah Kabupaten Malang menyuguhkan variasi cuaca yang cukup kontras antara kawasan lereng gunung dengan kawasan dataran rendah serta pesisir.
Di Zona Pegunungan Timur dan Tenggara, melingkupi Kecamatan Poncokusumo, Wajak, Tumpang, dan Jabung, diprakirakan diselimuti kondisi kabut tebal.
Kecamatan Poncokusumo mencatatkan diri sebagai titik terdingin di Malang Raya dengan suhu ekstrem mencapai 15 derajat Celsius hingga 22 derajat Celsius serta kelembapan udara menyentuh 95 persen.
Sebaliknya, kondisi di Zona Dataran Rendah dan Pesisir Selatan cenderung didominasi langit berawan hingga cerah berawan.
Kawasan pesisir selatan ini terasa jauh lebih hangat dibanding kawasan utara, dengan batas suhu maksimal mampu menembus hingga 31 derajat Celsius. (Ra Indrata)




