SELEBRASI: Kapten Arema FC, Johan Ahmat Alfarizie merayakan gol perdananya di musim 2026/2027 ini. Arema FC menang 4-0 atas Isen Mulang Kalteng FC. (Foto: Arema Official)
MALANG POST – Arema FC mengawali kompetisi Super League 2026/2027 secara meyakinkan, usai membantai tim promosi Isen Mulang Kalteng FC, dengan skor telak 4-0 di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Jumat (4/9/2026) sore.
Awal yang sangat mengesankan ditunjukkan oleh skuad Arema FC pada laga pembuka Super League 2026/2027.
Menjamu tim debutan Isen Mulang Kalteng FC di Stadion Kanjuruhan, Jumat (4/9/2026) sore, Singo Edan berpesta gol.
Empat gol tanpa balas tercipta di hadapan 1.767 penonton yang hadir membirukan tribun.
Tiga dari empat gol kemenangan Arema FC lahir lewat skema bola mati (setpiece) tendangan pojok yang dieksekusi sangat presisi oleh Gustavo Franca.
Kapten tim, Johan Ahmat Alfarizie, mengawali pesta kemenangan perdana Singo Edan.
Laga baru berjalan enam menit, Alfarizie sudah menggetarkan jaring lawan.
Kerja sama tik-tak satu-dua antara Gabriel Silva dan Alfarizie di sektor kanan pertahanan Kalteng FC sukses membawa sang kapten masuk ke dalam kotak penalti.
Pemain bernomor punggung 87 itu melihat posisi kiper Kalteng FC, Jefri Wibowo, yang terlalu maju.
Sebuah sepakan pisang (plesing) dilakukan Alfarizie. Bola melengkung indah mengarah tepat ke pojok kiri atas gawang yang tak terjangkau tangan kiper. Skor 1-0 untuk Arema FC.
Hanya berselang delapan menit, giliran Diego Landis yang mencatatkan namanya di papan skor.
Memanfaatkan umpan lambung tendangan pojok Gustavo Franca, Diego Landis menyambut bola dengan tandukan kepala yang tajam. Menit ke-14, skor berubah menjadi 2-0 untuk Arema.
Gol ketiga Singo Edan berawal dari bola “nemu” untuk Marcos Vinicius.
Lagi-lagi berawal dari skema tendangan penjuru. Bola lambung yang jatuh di tiang dekat diteruskan lewat back header Alfarizie.
Muntahan bola justru mengarah tepat ke depan gawang di tiang jauh. Tidak ada satu pun bek Kalteng FC yang mengawal area tersebut.
Marcos Vinicius yang berdiri bebas tinggal menyodorkan bola ke gawang yang sudah kosong melompong.
Menit ke-45+6, gawang tim debutan yang dulunya bernama Adhyaksa FC itu sudah kebobolan tiga gol. Ini menjadi gol penutup di babak pertama.
“Kalau kita lihat dari gol-gol yang begitu cepat, ini yang memang kita perhitungkan. Kita dari Liga 2 dan butuh beradaptasi dengan atmosfer Liga 1,” ujar Pelatih Isen Mulang Kalteng FC, Mundari Karya, dalam konfrensi pers usai laga, Jumat (4/9/2026).
Mundari menyebut tiga gol cepat lawan dari skema corner kick menjadi bahan evaluasi besar bagi timnya.
Memasuki babak kedua, Arema FC sama sekali tidak mau mengendorkan gelombang serangan.
Pelatih Arema melokalisasi stamina pemain dengan melakukan sejumlah rotasi. Duet palang pintu asal Brasil, Diego Landis dan Walisson Maia, ditarik keluar.
Hansamu Yama dan Julian Guevara masuk mengawal benteng pertahanan.
Lini tengah juga mengalami penyegaran. Alfeandra Dewangga yang sempat meringis kesakitan digantikan oleh Arkhan Fikri.
Careca yang banyak bergerak di sayap ditarik digantikan Matheus Blade.
Meski terjadi penyegaran nama, intensitas tekanan Arema tidak sedikit pun mengendur.
Pemain anyar Mauro Zijlstra yang baru masuk di menit ke-80 hanya butuh waktu lima menit di lapangan untuk mencetak gol perdananya bagi Singo Edan.
Gol ke-4 Arema pada menit ke-85 itu kembali diawali dari eksekusi tendangan penjuru Gustavo Franca.
Bola lambung mengarah ke pojok gawang ditepis kiper Jefri Wibowo. Bola liar langsung disambut tandukan keras Hansamu Yama.
Pemain Kalteng FC yang berdiri di garis gawang sempat menahan bola menggunakan badan.
Namun bola muntah refleks disambar oleh Mauro Zijlstra yang posisinya sangat tepat di depan bola.
Gol debut manis tercipta di Stadion Kanjuruhan. Sekaligus mengunci kemenangan 4-0 dalam laga yang dipimpin wasit Rio Permana Putra.
Meski kalah telak, Mundari Karya tetap melayangkan apresiasi atas daya juang anak asuhnya yang sempat mendapat hadiah penalti namun gagal dieksekusi.
“Anak-anak sudah berjuang. Setelah gol tadi, kita banyak menguasai permainan sampai dapat penalti, sayang tidak bisa dimaksimalkan. Tapi saya tetap bangga dengan kerja keras pemain,” pungkas Mundari. (Ra Indrata)




