PAMERAN: Nur Muhammad Abdilah di arena pameran bisnis internasional di China. (Foto: Istimewa)
MALANG POST – Mahasiswa Manajemen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Nur Muhammad Abdillah, membawa perusahaannya, Gress Tropika Frutindo, ke ajang pameran The 21st China International SME Fair 2026 di Guangzhou, China, 3–6 September 2026, guna memperluas ekspor komoditas pertanian lokal ke pasar global.
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Program Studi (Prodi) Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang. Nur Muhammad Abdillah berhasil mengembangkan bisnis ekspor hasil pertanian melalui perusahaan yang didirikannya, Gress Tropika Frutindo, hingga mendapat kesempatan untuk berpartisipasi dalam ajang pameran bisnis internasional bergengsi, The 21st China International SME Fair (CISMEF) 2026.
Gress Tropika Frutindo merupakan perusahaan yang bergerak di bidang ekspor komoditas pertanian Indonesia dengan fokus pada penyediaan buah-buahan segar premium, sayuran berkualitas, rempah aromatik, serta produk olahan keripik buah khas Indonesia. Melalui pendekatan bisnis yang mengedepankan kualitas produk, keberlanjutan rantai pasok, dan potensi kekayaan agrikultur Indonesia, perusahaan ini berupaya memperkenalkan produk pertanian lokal ke pasar internasional.
Keikutsertaan Nur Muhammad Abdillah dalam The 21st China International SME Fair 2026 menjadi bukti nyata kemampuan generasi muda dalam membangun kewirausahaan berbasis global. Pameran internasional tersebut diselenggarakan pada 3–6 September 2026 di Area D, China Import and Export Fair Complex, Guangzhou, China. Ajang ini menjadi salah satu forum strategis yang mempertemukan pelaku usaha kecil dan menengah dari berbagai negara untuk memperluas jaringan bisnis, kerja sama perdagangan, serta peluang ekspansi pasar internasional.
Sebagai pemilik (owner) Gress Tropika Frutindo, Nur Muhammad Abdillah membawa misi untuk meningkatkan daya saing produk pertanian Indonesia melalui kegiatan ekspor yang profesional dan berorientasi pada pasar global. Keberhasilannya memasuki ruang bisnis internasional menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya mampu berperan sebagai pencari kerja, melainkan juga sebagai pencipta lapangan kerja dan penggerak ekonomi melalui inovasi kewirausahaan.
Perjalanan bisnis yang dirintis oleh Nur Muhammad Abdillah menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk berani mengembangkan ide bisnis, memanfaatkan potensi sumber daya lokal, serta membangun jejaring internasional sejak masa studi. Prestasi ini juga mencerminkan komitmen mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam mengimplementasikan nilai-nilai akademik, kreativitas, dan kemandirian ekonomi melalui praktik kewirausahaan nyata.
Melalui partisipasi dalam The 21st China International SME Fair 2026, Gress Tropika Frutindo diharapkan semakin memperkuat posisi produk pertanian Indonesia di pasar global sekaligus membuka peluang kerja sama dengan berbagai mitra internasional. Keberhasilan Nur Muhammad Abdillah menjadi representasi bahwa mahasiswa Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing dan berkontribusi dalam dunia bisnis internasional. (Eka Nurcahyo)




