Ketua Pelaksana Ordik Pascasarjana FILKOM UB Tahun Akademik 2026/2027, Ir. Aryo Pinandito, S.T., M.MT., Ph.D., menyampaikan laporan kegiatan ORDIK Program Pascasarjana di Auditorium Algoritma FILKOM UB, Minggu (23/8/2026). (Foto: Istimewa)
MALANG POST – Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya, menggelar Orientasi Pendidikan bagi 87 mahasiswa baru Program Pascasarjana Tahun Akademik 2026/2027 di Auditorium Algoritma, Malang, Minggu (23/8/2026), guna menjembatani adaptasi sistem akademik serta memperkuat integritas riset di jenjang pendidikan lanjut.
Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (FILKOM UB) menggelar Orientasi Pendidikan (Ordik) untuk mahasiswa baru Program Pascasarjana Tahun Akademik 2026/2027 di Auditorium Algoritma, Minggu (23/8/2026).
Kegiatan ini menandai dimulainya perkuliahan setelah seluruh proses seleksi penerimaan selesai, sekaligus menjadi jembatan bagi mahasiswa untuk beradaptasi dengan sistem akademik di jenjang lanjut.
Pada semester ganjil mendatang, FILKOM UB menerima 87 mahasiswa baru yang berasal dari lima gelombang seleksi dan tersebar di tiga program studi. Program Doktor Ilmu Komputer menjadi yang terbanyak dengan 35 mahasiswa, terdiri atas 15 orang dari Reguler 1 dan 20 orang dari Reguler 2.
Sementara itu, Magister Ilmu Komputer diisi oleh 46 mahasiswa—20 dari Reguler 1, 8 dari Reguler 2, dan 28 dari jalur fast track. Adapun Magister Sistem Informasi menyumbang 6 mahasiswa dengan rincian 4 orang dari Reguler 1 dan 2 lainnya dari Reguler 2.

Dr.Eng. Fitra Abdurrachman Bachtiar, S.T., M.Eng., memberikan pemaparan kepada mahasiswa baru dalam kegiatan Orientasi Pendidikan (Ordik) Mahasiswa Baru Program Pascasarjana FILKOM UB Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027, Minggu (23/8/2026). (Foto: Istimewa)
Ketua Ordik sekaligus Ketua Program Studi Magister Sistem Informasi, Ir. Aryo Pinandito, S.T., M.MT., Ph.D., menuturkan bahwa kegiatan ini dirancang lebih dari sekadar seremonial administratif. Ia berharap orientasi mampu membentuk pemahaman awal mahasiswa tentang lingkungan kampus, pemanfaatan sarana akademik, serta membantu mereka memiliki arah yang jelas dalam menyelesaikan studi.
“Selamat bergabung di rumah kita yang kedua, Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya,” ujarnya.
Secara resmi, acara dibuka oleh Dekan FILKOM UB, Ir. Tri Astoto Kurniawan, S.T., M.T., Ph.D., IPM. Dalam sambutannya, ia mengingatkan bahwa pendidikan pascasarjana bukan hanya soal meraih gelar S-2 atau S-3. Menurutnya, jenjang ini juga menuntut kematangan berpikir, bertindak, dan bersikap. Ia pun mengajak mahasiswa untuk menumbuhkan growth mindset serta terbiasa berdiskusi kritis secara konstruktif—baik dengan rekan maupun promotor—tanpa melanggar etika akademik.
Di samping itu, Dekan menegaskan komitmen fakultas terhadap integritas, terutama dalam penerimaan mahasiswa baru yang bebas gratifikasi.
“Kami tidak boleh menerima pemberian dalam bentuk apa pun dari calon mahasiswa maupun pihak berkepentingan, termasuk saya pribadi,” tegasnya.
Pernyataan ini sejalan dengan proses evaluasi Zona Integritas (ZI) menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) yang tengah dijalani FILKOM UB, yang pada pekan yang sama mendapat kunjungan verifikasi dari Tim Evaluator Kementerian PANRB.
Rangkaian acara berlanjut dengan sesi foto bersama dan pengenalan laboratorium riset oleh para kepala lab. Setelah itu, kegiatan berpindah ke kelas masing-masing prodi untuk pemaparan kurikulum yang dipandu oleh ketua program studi.
Sesi ini juga menghadirkan paparan topik riset oleh sejumlah dosen, seperti Dr. Ir. Arief Andy Soebroto, S.T., M.Kom.; Dr.Eng. Ir. Herman Tolle, S.T., M.T.; dan Prof. Ir. Wayan Firdaus Mahmudy, S.Si., M.T., Ph.D. Materi tersebut diharapkan memperkuat kesiapan mahasiswa dalam menjalankan riset, menghasilkan publikasi berkualitas, serta lulus tepat waktu.
Sebagai agenda tahunan, Ordik sebelumnya juga digelar pada Semester Genap 2025/2026 dengan 37 peserta, dan Tahun Akademik 2024/2025 untuk 43 mahasiswa Magister Ilmu Komputer. Konsistensi ini merupakan wujud komitmen FILKOM UB dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs 4), khususnya memastikan mahasiswa baru siap menghadapi proses pendidikan di jenjang pascasarjana. (*/M. Abd. Rachman Rozzi-Januar Triwahyudi)




