MALANG POST – BMKG Juanda memprakirakan cuaca di Malang Raya didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan pada Rabu (2/9/2026), di tengah ancaman fenomena udara kabur, suhu dingin bediding hingga 13 derajat Celsius, serta gelombang tinggi 3,3 meter di laut selatan.
Perubahan musim di kawasan pegunungan Malang Raya menghadirkan dinamika cuaca yang kontras. Sengatan terik matahari pada siang hari bisa mendadak berubah menjadi hawa dingin yang mengucilkan tulang saat malam tiba.
Prakiraan cuaca untuk wilayah Malang Raya pada Rabu (2/9/2026) secara umum didominasi oleh kondisi cerah hingga cerah berawan.
Namun, BMKG Juanda mencatat adanya perbedaan suhu udara yang sangat signifikan di sejumlah daerah, ditambah kemunculan fenomena udara kabur pada pagi hari.
Karakteristik cuaca di tiga wilayah utama Malang Raya terpantau bergerak bervariasi.
BMKG Juanda memprakirakan fenomena udara kabur dan kabut meluas sejak dini hari hingga pagi di beberapa kecamatan Kabupaten Malang.
Area yang tersapu udara kabur meliputi Pujon, Dau, Karangploso, Lawang, Singosari, hingga Turen, serta wilayah pegunungan Kota Batu.
Kondisi udara kabur ini akan berangsur bersih dan berganti menjadi cerah merata menjelang siang hari.
Munculnya suhu dingin ekstrem pada malam hingga dini hari ini dipicu oleh masuknya fenomena bediding.
Aktifnya hembusan Angin Monsun Timuran yang bersifat kering dan dingin merosotkan suhu udara hingga 13 derajat Celsius di Kota Batu dan 14 derajat Celsius di pedalaman Kabupaten Malang.
Dinamika cuaca ini berdampak langsung pada kelancaran aktivitas pariwisata dan sektor maritim di Malang Raya.
Jalur wisata menuju Kota Batu, baik via Karangploso maupun Pujon, terpantau aman dilintasi kendaraan. Sisa udara kabur pagi hari perlahan sirna dan jarak pandang kembali normal pada siang hari.
Namun, para pengemudi diimbau ekstra waspada saat melintasi rute pegunungan yang berkelok jika berkendara pada malam hari.
Suhu dingin di kawasan Bumiaji dan lereng gunung sanggup memicu munculnya kabut tipis yang memotong jarak pandang kendaraan.
Bagi wisatawan yang berencana meneruskan perjalanan ke arah timur menuju kawasan Bromo-Semeru via Poncokusumo, BMKG mencatat suhu ekstrem pegunungan bahkan bisa merosot hingga 9 derajat Celsius. Wisatawan diwajibkan menyiapkan jaket tebal dan pakaian hangat.
Bergeser ke wilayah pesisir selatan Kabupaten Malang, kondisi berbeda ditunjukkan oleh kawasan pantai.
Kawasan pesisir seperti Bantur dan Sumbermanjing Wetan memang terpantau cerah benderang. Namun, ancaman bahaya justru datang dari arah laut lepas.
Angin berembus cukup kuat dari arah timur hingga tenggara menuju daratan dengan kecepatan 13 hingga 24 kilometer per jam. Di area lepas pantai, tiupan angin berhembus jauh lebih kencang.
Hembusan angin Monsun Timur tersebut memicu gelombang tinggi hingga mencapai 2,5 meter sampai 3,3 meter di perairan laut selatan dan Samudra Hindia.
BMKG melayangkan rekomendasi tegas bagi sektor maritim. Para nelayan, operator perahu wisata, hingga wisatawan di kawasan pantai seperti Pantai Balekambang dan Sendangbiru diimbau untuk tidak nekat berenang ke tengah laut demi mengutamakan keselamatan jiwa. (Ra Indrata)




