JALAN SEHAT: Jajaran SKPD Pemkot Batu saat mengikuti jalan sehat dalam rangka memperingati HUT ke 81 RI, didalamnya dibalut dengan donasi korban gempa NTT hingga memungut sampah. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
MALANG POST – Jalan sehat dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Batu tak sekadar menjadi ajang menjaga kebugaran fisik. Di tengah nuansa meriah merah putih, ratusan aparatur sipil negara (ASN) Pemkot Batu juga diajak mengasah empati kepedulian sosial dan kelestarian lingkungan.
Kegiatan bertajuk Senam Bersama dan Gerak Jalan Sehat 2026 tersebut dipusatkan di kawasan Balai Kota Among Tani pada Jumat (28/8/2026). Ratusan peserta dari jajaran satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Pemkot Batu tampak kompak mengenakan busana seragam bernuansa merah putih.
Rangkaian acara diawali dengan senam kesegaran jasmani bersama. Setelah itu, para peserta mengikuti gerak jalan sehat yang secara resmi dilepas langsung oleh Wali Kota Batu, Nurochman.
Rute jalan sehat dirancang mengelilingi sejumlah ruas jalan strategis di Kota Batu. Peserta start dari Balai Kota Among Tani, kemudian menyusuri Jalan Panglima Sudirman, dilanjutkan ke Jalan Lesti menuju kawasan Desa Sumberejo, melintasi Jalan Indragiri, hingga kembali finish di titik awal Balai Kota Among Tani.
Wali Kota Batu, Nurochman, menyampaikan bahwa agenda ini tidak hanya ditujukan untuk menjaga kesehatan tubuh semata. Momentum peringatan HUT Kemerdekaan RI ini dimanfaatkan secara optimal untuk mempererat tali silaturahmi serta kekompakan antarinstansi di lingkungan Pemkot Batu.

“Selain menjadi sarana menjaga kebugaran, agenda tahunan ini dimanfaatkan sebagai momentum untuk mempererat jalinan silaturahmi dan solidaritas antarinstansi di lingkungan Pemkot Batu,” tutur wali kota yang akrab disapa Cak Nur tersebut.
Galang Dana Bencana NTT dan Aksi Bersih Sampah
Menariknya, kemeriahan gerak jalan kali ini juga disisipi dengan aksi kepedulian sosial. Para peserta secara sukarela menggalang dana bantuan untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak musibah bencana alam gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Semangat kepedulian tersebut turut diperluas ke sektor kelestarian lingkungan. Peserta tidak hanya berjalan menyusuri rute, melainkan diajak aktif memungut sampah di sepanjang jalan. Aksi pengumpulan sampah ini bahkan dijadikan salah satu kriteria utama penilaian penghargaan (doorprize) antarsatuan kerja.

Selain aksi lingkungan, kreativitas dan partisipasi aktif peserta turut mendapat apresiasi. Panitia menyiapkan berbagai doorprize menarik berdasarkan beberapa kategori lomba:
- Foto Terbaik: Dinilai dari estetika dan momen keseruan yang berhasil diabadikan peserta selama perjalanan.
- Aksi Peduli Lingkungan: Dinilai berdasarkan volume dan bobot sampah yang berhasil dikumpulkan sepanjang rute.
- Keterlibatan Media Sosial: Dinilai berdasarkan jumlah interaksi (like) terbanyak pada unggahan dokumentasi kegiatan di media sosial.
Dengan konsep terpadu tersebut, gerak jalan sehat tahun ini tumbuh menjadi lebih dari sekadar agenda olahraga rutin. Tersirat nilai kebersamaan, kepedulian terhadap sesama manusia, serta aksi nyata menjaga kebersihan lingkungan yang dikemas menarik. Semangat kemerdekaan pun tidak hanya dirayakan lewat selebrasi kemeriahan, melainkan diwujudkan melalui gotong royong bagi masyarakat luas. (Ananto Wibowo)




