MALANG POST – Universitas Negeri Malang (UM) melepas keberangkatan tim relawan kemanusiaan, untuk membantu masyarakat terdampak bencana alam di Nusa Tenggara Timur (NTT). Prosesi pelepasan berlangsung di Halaman Graha Rektorat Lantai 1 UM pada Rabu (26/8/2026).
Pengiriman tim relawan ini merupakan wujud nyata komitmen kepedulian sosial UM terhadap penanganan pascabencana. Tim difokuskan untuk mengawal tiga misi utama, yakni pendampingan psikososial, pelayanan kesehatan, serta pendataan tingkat kerusakan infrastruktur di lokasi bencana.
Pada tahap pertama, UM menerjunkan 10 relawan yang terdiri atas sembilan mahasiswa lintas fakultas dan satu tenaga dokter. Selain itu, tiga orang pengemudi turut dikerahkan untuk mendampingi seluruh operasional perjalanan menuju titik penugasan di NTT.
Guna menjaga keberlanjutan aksi kemanusiaan tersebut, keberangkatan tahap kedua dijadwalkan menyusul pada 29 Agustus 2026 dengan menerjunkan tim kesehatan tambahan dan relawan lanjutan.

Dalam sambutannya, Rektor UM, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd., menyampaikan bahwa para relawan memikul tiga tugas prioritas selama di lapangan, yaitu pendampingan psikososial, pelayanan kesehatan dasar, serta rapid assessment damage atau pemetaan cepat tingkat kerusakan wilayah. Di samping itu, UM mendorong relawan untuk membantu sektor pendidikan darurat jika situasi memungkinkan.
“Kita ingin tunjukkan bahwa kita juga kampus yang peduli. Untuk itu, kami ucapkan terima kasih kepada seluruh tim yang memiliki kepedulian dan berangkat hari ini untuk membantu saudara-saudara kita di NTT,” ujar Prof. Hariyono.
Ia berpesan agar seluruh anggota tim dapat beradaptasi secara cepat dengan kearifan lokal setempat serta tidak menjadi beban tambahan bagi masyarakat yang sedang tertimpa musibah.
Prof. Hariyono menggarisbawahi pentingnya menjaga kondisi fisik, menjunjung tinggi nilai budaya dan keagamaan warga lokal, serta memperkuat semangat gotong royong bersama pemangku kepentingan di daerah.
“Jangan sampai di sana kita menjadi beban. Kita datang untuk membantu, sehingga harus mampu menyesuaikan diri dengan pola kehidupan masyarakat serta tetap menjaga kesehatan hingga kembali ke UM,” tegasnya.

Dukungan Konkret Terhadap Pencapaian SDGs
Misi kemanusiaan ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan sosial-ekonomi masyarakat terdampak, sekaligus memupuk jiwa empati dan kolaborasi lintas disiplin ilmu di lingkungan civitas akademika UM.
Aksi tanggap bencana ini sejalan dengan komitmen Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya:
SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera): Diwujudkan melalui penyediaan layanan kesehatan langsung dan dukungan kesehatan mental (psikososial).
SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan): Diwujudkan melalui pemetaan kerusakan lingkungan (rapid assessment) untuk mendukung resiliensi kawasan pascabencana.
(*/M. Abd. Rachman. Rozzi – Januar Triwahyudi)




