MALANG POST – Manajemen Arema FC resmi memperpanjang kemitraan strategis bersama Rumah Sakit Hermina Tangkubanprahu Malang sebagai official medical partner untuk mengarungi kompetisi Super League 2026/2027.
Perjuangan mengarungi ketatnya kompetisi kasta tertinggi Super League 2026/2027, membutuhkan persiapan fisik yang tidak main-main. Risiko cedera pemain selalu membayangi di setiap pertandingan.
Kesadaran itulah yang membuat manajemen Arema FC bergerak cepat membentengi jaminan kesehatan para pemainnya.
Langkah konkret diambil lewat perpanjangan kerja sama medis bersama RS Hermina Tangkubanprahu Malang. Kesepakatan resmi diteken di Kandang Singo Edan, Jalan Mayjend Panjaitan, Kota Malang.
Melalui perjanjian baru ini, RS Hermina Tangkubanprahu kembali dipercaya penuh menjaga kebugaran fisik skuad Singo Edan.
Layanan medis yang disiapkan tidak cuma sebatas penanganan cedera di lapangan. Pencegahan cedera, pemeriksaan kesehatan berkala (medical check-up), hingga proses pemulihan pasca-tanding ditangani secara menyeluruh.

TEKEN: Chief Business and Commercial (CBO) Arema FC, Irma Prianti bersama Direktur RS Hermina Tangkubanprahu, dr. Agnes Widayu Estiningsih, MMRS, menunjukkan surat perjanjian kerja sama. (Foto: Arema Official)
Ada pemandangan baru yang bakal menghiasi sesi latihan Arema FC musim ini.
Sebagai penanda kuatnya sinergi kedua belah pihak, logo RS Hermina Tangkubanprahu bakal resmi menempel pada jersey latihan para pemain dan tim pelatih sepanjang musim 2026/2027.
Chief Business and Commercial (CBO) Arema FC, Irma Prianti, menyambut optimis perpanjangan kontrak ini. Pihaknya menilai jaminan kesehatan yang memadai menjadi pilar utama pembentukan tim yang kompetitif.
”Keselamatan dan kebugaran pemain adalah prioritas utama kami. Kerja sama yang sudah berjalan sejak pertengahan musim lalu terbukti memberi dampak positif bagi fisik tim,” kata Irma Prianti, Senin (24/8/2026).
Irma menambahkan, jangkauan pelayanan musim ini melangkah lebih jauh. Pendampingan kesehatan mental atau psikologi atlet kini ikut dimasukkan dalam klausul kerja sama.
Dengan adanya pengawasan kesehatan yang rapi, para pemain diharapkan bisa bertarung tanpa beban kecemasan di lapangan.
Sementara itu, Direktur RS Hermina Tangkubanprahu, dr. Agnes Widayu Estiningsih, MMRS, menegaskan kesiapan jajarannya mengawal Singo Edan.
Pihaknya telah membentuk Tim Sport khusus yang solid dan berpengalaman menangani atlet tingkat nasional secara sistematis.
”Terima kasih atas kepercayaan manajemen Arema FC. Pada kolaborasi musim kedua ini, kami menghadirkan beberapa program dan layanan terbaru,” ungkap dr. Esti.
Tim medis terpadu yang diterjunkan terdiri dari para pakar spesialis di bidangnya.
Dokter spesialis ortopedi dr. Krisna Yuarno P, Sp.OT, SubSp.PL(K), disiagakan khusus menangani cedera lutut dan paha. Dokter Krisna juga dikenal sebagai dokter atlet nasional.
Sektor rehabilitasi medis dan terapi pasca-cedera dikawal oleh dr. Azizati Rohmaniyah, Sp.KFR, FR-Sport.
Untuk tindakan operasi, dr. Faundra, Sp.An, disiapkan sebagai dokter spesialis anestesi.
Sisi mentalitas dan psikologis pemain didampingi langsung oleh psikolog atlet nasional, Afif Kurniawan, M.Psi.
”Kehadiran para spesialis ini membentuk kerja tim yang sistematis dan terukur. Pelayanan kami bersifat multi-komprehensif,” pungkas dr. Esti. (Ra Indrata)




