PASUKAN SIAP: Kapolres Malang, AKBPRulian Syauri, saat memeriksa K9 yang merupakan bagian dari Pasukan Kamtibmas, disela-sela apel di Mapolres Malang. (Foto: Humas Resma)
MALANG POST – Kepolisian Resor (Polres) Malang menggelar Apel Gelar Pasukan Kamtibmas, yang dilanjutkan dengan patroli gabungan skala besar bersama TNI, pemerintah daerah, dan elemen masyarakat guna memperketat kesiapsiagaan pengamanan di wilayah Kabupaten Malang, Rabu (26/8/2026).
Menjaga kondusivitas keamanan wilayah luas seperti Kabupaten Malang memerlukan kesiapan yang presisi. Langkah sinergis antarinstansi menjadi kunci utama di lapangan.
Polres Malang menyiagakan jajarannya secara maksimal. Halaman Mapolres Malang mendadak dipadati ratusan personel gabungan dari unsur TNI, Polri, Pemkab Malang, hingga elemen masyarakat.
Kegiatan diawali dengan Apel Gelar Pasukan Kamtibmas pada Rabu (26/8/2026) pagi. Pengecekan ini menjadi tolok ukur kesiapan personel dan kelayakan sarana prasarana pendukung.
Koordinasi lintas sektor diperkuat untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Kapolres Malang, AKBP Rulian Syauri, memimpin langsung jalannya apel tersebut. Rulian menegaskan bahwa kepolisian tidak akan sanggup berdiri sendiri tanpa dukungan instansi lain.

SIAGA PENUH: Pasukan gabungan menggelar patroli dengan skala besar di wilayah hukum Polres Malang. (Foto: Humas Resma)
Pencegahan dini harus dibangun bersama lewat sinergi yang solid di semua tingkatan.
”Apel gelar pasukan ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Ini momentum melakukan pengecekan kesiapsiagaan personel dan peralatan sekaligus memperkuat sinergitas,” kata Rulian, Rabu (26/8/2026).
Usai apel tuntas dilaksanakan, Rulian bersama jajaran pimpinan Forkopimda mengecek barisan sarana prasarana.
Peralatan taktis, kendaraan dinas, dan alat komunikasi diperiksa satu per satu. Kelengkapan ini dipastikan siap pakai untuk mendukung operasional lapangan.
Potensi ancaman yang diantisipasi tidak hanya berpusat pada aksi kriminalitas jalanan.
Konflik sosial di tengah warga serta gangguan ketertiban umum menjadi perhatian serius. Seluruh personel diminta memahami karakteristik wilayah dan peta titik rawan.
Selain pengamanan fisik di lapangan, Rulian menyoroti pentingnya kewaspadaan di ruang digital.
Masyarakat diajak bersama-sama menangkal persebaran berita bohong (hoaks). Konten provokatif di media sosial harus diredam agar tidak memperkeruh suasana.
”Saya berharap kehadiran kita di tengah masyarakat dapat dirasakan secara nyata. Tingkatkan patroli bersama pada jam dan lokasi rawan,” tegasnya.
Selesai mengecek peralatan, seluruh pasukan bergerak membelah jalanan. Patroli gabungan skala besar resmi dilepas menuju titik-titik krusial.
Rute patroli menyisir jalur strategis di Kabupaten Malang. Iring-iringan kendaraan menyusuri kawasan Jalibar Kepanjen, Bululawang, Kepanjen, hingga Gondanglegi.
Petugas memantau pergerakan warga untuk mencegah kejahatan jalanan, aksi balap liar, perkelahian kelompok, hingga pelanggaran lalu lintas.
Rulian meminta seluruh anggota mengedepankan pendekatan preventif dan humanis saat berinteraksi dengan warga.
”Kami mengedepankan pendekatan humanis, tetapi tetap tegas apabila ditemukan pelanggaran. Setiap perkembangan situasi agar ditindaklanjuti secara proporsional,” ujarnya.
Sementara itu, Kasihumas Polres Malang, AKP M. Budiono, menambahkan bahwa kegiatan patroli ini bakal rutin digelar secara bergiliran di wilayah lain.
Masyarakat diimbau aktif melapor jika melihat potensi gangguan keamanan.
Warga Malang bisa langsung memanfaatkan fasilitas layanan darurat Call Center 110 Polres Malang yang siaga 24 jam.
”Patroli ini bukan hanya untuk penindakan, tetapi mencegah gangguan sebelum terjadi. Laporkan segera ke 110 apabila butuh kehadiran petugas,” kata Budiono. (HmsResma/Ra Indrata)




