MALANG POST – Universitas Negeri Malang (UM) melalui organisasi Putra Konservasi Putri Lestari (PKPL) Departemen Biologi menggelar aksi Reforest Act 2026 dengan menanam 50 bibit pohon loa (Ficus racemosa L.) di bantaran Sungai Sidodadi, Dusun Umbulrejo, Desa Sidodadi, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, Sabtu (22/8/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Rooted in Action, Driven by Conservation” tersebut melibatkan 50 peserta. Dalam pelaksanaannya, PKPL menggandeng Komunitas Tegalsari Maritim sebagai mitra strategis untuk memperkuat upaya pemulihan dan pemeliharaan kawasan bantaran sungai.
Aksi konservasi lapangan ini turut didampingi oleh dosen pembimbing, Agung Wibowo, M.Pd. Penanaman bibit loa dipilih secara khusus setelah mempertimbangkan karakteristik lingkungan bantaran sungai yang cenderung lembap serta urgensi untuk memperkuat tutupan vegetasi di kawasan tersebut.
Ketua PKPL, Stevanus Purbadirja, menjelaskan bahwa pohon loa dipilih karena memiliki daya adaptasi yang sangat baik pada lingkungan basah. Selain itu, sistem perakarannya yang kuat mampu memperkokoh struktur tanah di sekitar aliran sungai sekaligus menyediakan daya dukung habitat bagi berbagai mikroorganisme dan satwa lokal.
“Bibit loa dipilih karena memiliki kemampuan beradaptasi dengan lingkungan lembap serta membantu memperkuat struktur tanah dan mengurangi risiko erosi di sekitar aliran sungai. Selain itu, pohon loa juga dapat mendukung terciptanya habitat bagi berbagai organisme di sekitarnya,” terang Stevanus.
Stevanus menekankan bahwa keberhasilan gerakan reboisasi tidak boleh berhenti pada seremoni penanaman belaka. Tahapan pemeliharaan dan pemantauan secara berkala menjadi kunci utama agar bibit yang telah ditanam dapat tumbuh optimal.
“Perawatannya dilakukan secara rutin melalui penyiraman, pemantauan pertumbuhan, pembersihan gulma di sekitar tanaman, serta penyulaman atau penggantian bibit apabila terdapat tanaman yang tidak tumbuh dengan baik,” lanjutnya.
Pemilihan bantaran Sungai Sidodadi sebagai lokasi aksi ini menjadi sarana konkret bagi para mahasiswa untuk mengaplikasikan wawasan akademik dalam aksi pelestarian lingkungan secara langsung. Melalui keterlibatan aktif di lapangan, mahasiswa tidak hanya mendalami pentingnya vegetasi riparian bagi ekosistem air, tetapi juga mengasah komitmen kepedulian sosial-lingkungan.
Sinergi antara PKPL Departemen Biologi UM dan Komunitas Tegalsari Maritim turut memperluas ruang pembelajaran mahasiswa melalui interaksi sosial dengan warga sekitar. Kemitraan ini menjadi jembatan penting dalam membangun kesadaran kolektif terkait perlindungan ekosistem sungai.
Kegiatan Reforest Act 2026 sekaligus menjadi wujud nyata kontribusi akademisi terhadap target pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs):
- SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim): Melalui aksi konkret reboisasi dan peningkatan kepedulian lingkungan.
- SDG 15 (Ekosistem Daratan): Melalui penguatan vegetasi, pencegahan erosi tanah, dan pelestarian keanekaragaman hayati.
- SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan): Terlihat dari kolaborasi inklusif antara perguruan tinggi, mahasiswa, komunitas lokal, dan masyarakat setempat.
Reforest Act 2026 menegaskan pesan utama “Rooted in Action, Driven by Conservation” bahwa penyelamatan lingkungan dapat dimulai dari aksi nyata yang dilakukan secara konsisten. Penanaman 50 bibit loa ini diharapkan menjadi pemantik utama keberlanjutan ekosistem Sungai Sidodadi sekaligus mengukuhkan budaya konservasi di kalangan generasi muda. (*/M. Abd. Rachman. Rozzi – Januar Triwahyudi)




