MERIAH: Total ada 40 SSB dari seluruh Indonesia, ikut unjuk gigi dalam Festival Arema FC U-12 di Lapangan ARG Singosari. (Foto: Arema Official)
MALANG POST – Manajemen Arema FC kembali menegaskan komitmennya, dalam pembinaan sepak bola usia dini, dengan resmi membuka Festival Sepakbola Arema FC Grassroot U-12 Tahun 2026 di Lapangan ARG Singosari, Malang, Sabtu (22/8/2026).
Masa depan sepak bola nasional, bertumpu pada pembinaan usia dini. Lapangan-lapangan rumput kecil menjadi tempat pertama lahirnya para calon bintang tim nasional.
Kesadaran itulah yang terus dirawat oleh manajemen Arema FC. Komitmen pembinaan fondasi dasar kembali ditunjukkan secara nyata.
Arema FC resmi menggelar Festival Sepakbola Arema FC Grassroot U-12 Tahun 2026. Perhelatan bergengsi ini berlangsung selama dua hari pada 22–23 Agustus 2026.
Lokasi pertandingan dipusatkan di Lapangan ARG Singosari, Kabupaten Malang. Turnamen ini diserbu oleh sekitar 40 Sekolah Sepak Bola (SSB) dan akademi terbaik dari berbagai pelosok Indonesia.
Upacara pembukaan festival pada Sabtu (22/8/2026) pagi menyajikan momen istimewa. Atmosfer haru dan penuh nasionalisme mendadak menyelimuti tengah lapangan.
Mahasiswi Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang, Kak Amilia Febrianti, tampil membawakan lagu nasional Tanpa Airku secara memukau.
Ratusan pemain muda, orang tua, dan tamu undangan larut dalam keheningan yang khidmat.
Manager Operasional Arema FC, Sudarmaji, membeberkan alasan khusus penyajian lagu kebangsaan tersebut. Lagu Tanah Airku sangat identik dengan perjuangan Timnas Indonesia saat berlaga.
Lagu tersebut disengaja diputar untuk menyuntikkan rasa cinta tanah air ke dalam dada para pemain cilik sejak usia dini.
“Semoga lagu Tanah Airku ini dapat menginspirasi dan memotivasi para pemain muda. Kelak mereka punya mimpi besar memperkuat Timnas Indonesia,” kata Sudarmaji, Sabtu (22/8/2026).
Sudarmaji menyampaikan rasa hormat mendalam kepada para pelatih, orang tua, dan peserta turnamen.
Ia mengingatkan bahwa festival ini bukan sekadar urusan mengejar piala atau angka kemenangan.
Ajang ini merupakan panggung belajar untuk memupuk kerja sama tim, memoles bakat, serta menanamkan mental juara sejak awal. Semua pemain bintang dunia bermula dari lapangan kecil seperti ini.
“Hari ini adalah panggung kalian. Bermainlah dengan gembira, tunjukkan keterampilan terbaikmu, dan junjung tinggi sportivitas. Hormati wasit, pelatih, dan lawan bertandingmu,” tegas Sudarmaji membakar semangat.
Ketua LOC Festival, Deny Herlambang, mengungkapkan bahwa antusiasme kategori U-12 ini sangat luar biasa. Animo peserta menyamai kesuksesan kategori U-10 yang digelar pekan sebelumnya.
Sebagian besar peserta datang dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur. Beberapa akademi luar daerah juga ikut meramaikan persaingan.
“Kami ingin memberi kesempatan anak-anak tampil unjuk bakat sekaligus menanamkan nilai nasionalisme sejak dini,” ujar Deny.
Melihat antusiasme pesepak bola akar rumput yang kian meledak, Arema FC memastikan rangkaian festival tidak berhenti di sini.
Pekan depan, Arema FC siap menggelar ajang lanjutan untuk Kategori Usia 14 Tahun (U-14) pada 27–30 Agustus 2026 di lokasi yang sama. Sekitar 16 SSB pilihan dipastikan ikut bertarung. (Ra Indrata)




