MALANG POST – Sejahterakan 24 veteran dan 57 janda pejuang di Momen HUT ke-81 RI, Pemkot Batu salurkan insentif rutin Rp6 juta per tahun serta dana hibah LVRI Rp50 juta.
Penghormatan kepada para pejuang kemerdekaan tidak berhenti di podium upacara. Di Kota Batu, perhatian tersebut juga diwujudkan melalui dukungan nyata bagi para veteran hingga keluarga yang ditinggalkan.
Dinas Sosial Kota Batu mencatat, saat ini terdapat 24 veteran dan 57 janda veteran yang mendapat perhatian dari Pemkot Batu. Mereka menerima bantuan sebagai bentuk penghargaan atas jasa perjuangan sekaligus dukungan terhadap kesejahteraan para penerima.
Kepala Dinas Sosial Kota Batu Lilik Fariha menyampaikan bahwa setiap veteran memperoleh insentif sebesar Rp6 juta per tahun. Bantuan tersebut tidak dicairkan sekaligus, melainkan ditransfer secara bertahap dalam empat termin.
“Dana itu dicairkan dalam empat tahap, masing-masing pencairan senilai Rp1,5 juta,” kata Lilik.
Pencairan insentif tersebut disesuaikan dengan sejumlah momentum kebangsaan, seperti Hari Veteran Nasional, Hari Pahlawan, HUT Kemerdekaan Republik Indonesia, hingga HUT Kota Batu.
Untuk tahap Agustus 2026, pencairan dijadwalkan bertepatan dengan Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. “Termasuk Agustus ini, pencairan dilakukan tepat pada tanggal 17 Agustus,” imbuhnya.

INSENTIF: Veteran dan janda veteran Kota Batu saat menerima insentif dari Pemkot Batu, total dalam setahun mereka menerima Rp6 juta yang diberikan sebanyak empat tahap. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Pola pencairan berkala ini menjadi penanda bahwa perhatian kepada para pejuang bukan sekadar seremoni tahunan. Ada dukungan nyata yang disalurkan secara konsisten untuk membantu kebutuhan hidup para lansia pejuang kemerdekaan.
Dukungan Pemkot Batu juga tidak sebatas insentif rutin. Melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Batu, para veteran dapat mengajukan bantuan kebutuhan rumah tangga sesuai usulan masing-masing.
Melalui mekanisme fleksibel tersebut, bantuan bisa disesuaikan dengan prioritas kebutuhan sehari-hari setiap penerima.
Perhatian pemerintah daerah turut diberikan kepada kelembagaan organisasi pejuang. Pemkot Batu mengalokasikan dana hibah untuk mendukung operasional Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kota Batu.
Lilik menjelaskan, dana hibah yang dialokasikan bernilai Rp50 juta setiap dua tahun. Anggaran tersebut digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan organisasi maupun operasional internal. “Besarannya Rp50 juta setiap dua tahun untuk mendukung berbagai kegiatan beliau-beliau,” jelasnya.
Dukungan kelembagaan ini dinilai krusial lantaran LVRI Kota Batu memiliki struktur organisasi yang terhubung hingga tingkat provinsi dan pusat.
Sementara itu, untuk pemeliharaan rutin gedung Markas Cabang LVRI Kota Batu, saat ini memang belum tersedia alokasi anggaran khusus. Kendati demikian, skema hibah maupun alokasi rehabilitasi berkala diharapkan dapat menjaga kelayakan fasilitas operasional organisasi.
Bagi Pemkot Batu, penghormatan kepada veteran memang tidak cukup hanya diwujudkan lewat prosesi upacara. Dukungan terhadap kesejahteraan, pemenuhan kebutuhan harian, hingga keberlangsungan organisasi menjadi bagian penting dari upaya merawat ingatan kolektif atas sejarah perjuangan bangsa.
Sebab, seiring bertambahnya usia para veteran, wujud apresiasi daerah pun perlu menyentuh aspek kehidupan riil: memastikan perhatian pemerintah hadir sepanjang tahun. (*/Ananto Wibowo/Ra Indrata)




