PEJABAT BATU: AKP Agus Yulianto, saat menandatangani naskah sertijap di hadapan Kapolres Malang, AKBP Rulian Syauri. Jabatannya sekarang adalah Kasat Resnarkoba Polres Malang. (Foto: Humas Resma)
MALANG POST – Kepolisian Resor Malang bergerak cepat, memperkuat barisan internal sekaligus eksternal, melalui perhelatan serah terima jabatan (sertijab) pejabat utama di Aula Polres Malang. Serta menggelar Focus Group Discussion (FGD) Dialog Kebangsaan di Poskoffie, Kepanjen, Kamis (13/8/2026).
Menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah seluas Kabupaten Malang, tak cukup sekadar mengandalkan kekuatan personil di lapangan. Pembenahan internal dan perawatan relasi sosial di ruang publik harus berjalan seiring.
Langkah ganda itulah yang diperagakan oleh Kapolres Malang, AKBP Rulian Syauri, pada Kamis (13/8/2026). Dalam rentang sehari, dua agenda strategis dipimpinnya langsung.
Agenda pertama bergulir di Aula Polres Malang, pada Kamis sore. Di hadapan pejabat utama dan para kapolsek jajaran, Rulian memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab) Kasatresnarkoba, serta penyerahan jabatan Kasiwas, sebagai bagian dari penyegaran struktur organisasi.
Dalam mutasi tersebut, pimpinan komando Satresnarkoba Polres Malang, resmi diserahterimakan dari IPTU Richy Hermawan kepada AKP Agus Yulianto. IPTU Richy selanjutnya mendapat promosi tugas di Ditreskrimum Polda Jawa Timur.
Sementara itu, AKP Slamet Subagyo, yang sebelumnya menjabat Kasiwas Polres Malang, bergeser mengemban amanah baru sebagai Kasatpolairud Polresta Sidoarjo.

GEN-Z: Kapolres Malang, AKBP Rulian Syauri, ketika menggelar FGD Dialog Kebangsaan, bersama tokoh lintas elemen. (Foto: Humas Resma)
Di hadapan pejabat baru, Rulian secara khusus menitipkan pesan menohok terkait komitmen pemberantasan bahaya narkotika di Bumi Arema.
“Peredaran narkoba merupakan ancaman serius yang harus kita hadapi bersama. Satresnarkoba harus terus meningkatkan upaya pencegahan dan penindakan, termasuk membangun komunikasi dengan masyarakat agar informasi terkait penyalahgunaan maupun peredaran narkoba dapat segera ditindaklanjuti,” tegas Rulian.
Tak berselang lama usai merampungkan ritual rotasi jabatan di markas, Rulian langsung memboyong jajarannya bergeser ke Poskoffie, Kecamatan Kepanjen. Di kafe tempat anak-anak muda berkumpul itu, Polres Malang memprakarsai FGD Dialog Kebangsaan bertajuk “Merawat Bhinneka Tunggal Ika Memperkuat Persatuan Bangsa di Tengah Polarisasi dan Ruang Digital”.
Diskusi cair tersebut menghimpun puluhan tokoh lintas elemen—mulai dari Bakesbangpol Kabupaten Malang, Ketua PC GP Ansor H. Fatkhurrozi, tokoh agama, mahasiswa, organisasi pemuda, hingga komunitas pengemudi.
Dalam forum tersebut, Rulian menekankan bahwa ruang digital di era sekarang, ibarat pedang bermata dua. Keberagaman dan perbedaan pandangan jangan sampai tergerus oleh provokasi media sosial yang tak bertanggung jawab.
“Kita perlu saling berkolaborasi dalam menjaga ruang digital agar menjadi ruang yang sehat, tempat kita berbagi informasi, bertukar pikiran, dan membangun komunikasi yang positif,” imbau Rulian.
Langkah edukatif Polres Malang ini mendapat sambutan hangat dari peserta. Ketua PC GP Ansor Kabupaten Malang, H. Fatkhurrozi, menyepakati bahwa pemuda memegang peranan kunci untuk menularkan narasi positif demi merawat Kebhinekaan.
Melalui konsolidasi internal lewat rotasi pejabat dan pendekatan sosial bersama warga, Polres Malang optimistis mampu menghadirkan ruang fisik maupun digital yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh masyarakat. (HmsResma/Ra Indrata)




