MALANG POST – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed. meresmikan penggunaan gedung baru “Madina Building” di Pesantren Entrepreneur Muhammadiyah Gondanglegi, Kabupaten Malang, Minggu (9/8/2026).
Dunia pesantren hari ini tak lagi melintasi jalan tunggal, yang melulu berkutat di balik dinding kitab kuning. Di Gondanglegi, wawasan keagamaan yang mendalam itu, justru digandengkan secara presisi dengan ketajaman naluri wirausaha.
Langkah berkemajuan tersebut, kian kukuh berkat berdirinya gedung anyar berfasad kaca modern di kompleks Pesantren Entrepreneur Muhammadiyah Gondanglegi. Bangunan bernama Madina Building itu, diresmikan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., Minggu (9/8/2026).
Prosesi peresmian berlangsung semarak. Ratusan santri berseragam putih-hitam berpeci rapi, tampak antusias mengibarkan bendera Merah Putih di halaman gedung. Hadir menyaksikan momen tersebut jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah, perwakilan Dinas Pendidikan Wilayah Jawa Timur, hingga para ustadz dan tokoh masyarakat.
Guntingan pita dan tanda tangan Prof. Mu’ti di atas prasasti, resmi menandai beroperasinya gedung bertuliskan spanduk penyambutan “Peresmian MADINA BUILDING PEM Gondanglegi” itu.

Dalam pandangannya, Prof. Mu’ti memberikan acungan jempol atas terobosan kurikulum yang dipraktikkan Muhammadiyah di Gondanglegi. Pendidikan pesantren zaman sekarang dituntut responsif membaca zaman.
“Gedung Madina ini bukan hanya simbol fisik, tapi juga simbol semangat mencetak generasi yang mandiri, berakhlak, dan siap bersaing di era global. Pesantren Entrepreneur Muhammadiyah menjadi model bagaimana pendidikan agama dipadukan dengan jiwa kewirausahaan,” puji Prof. Mu’ti.
Pemilihan nama “Madina” diserap langsung dari peradaban Kota Madinah—simbol pusat kemajuan spiritual, sosial, dan ekonomi di fajar Islam. Gedung ini diproyeksikan menjadi kawah candradimuka untuk melahirkan saudagar-saudagar muslim terpelajar.
Mudir Pesantren Entrepreneur Muhammadiyah Gondanglegi, K.H. Fahri, S.Ag., M.M., membeberkan bahwa fasilitas anyar ini disiapkan untuk menampung pelbagai kegiatan produktif para santri.
“Madina Building akan digunakan untuk ruang kelas, laboratorium bisnis, inkubator UMKM santri, dan pusat pelatihan kepemimpinan. Kami berkomitmen melahirkan pengusaha muslim yang berkontribusi untuk umat dan bangsa,” jelas Kiai Fahri.
Lewat pengoperasian Madina Building ini, manajemen pesantren memancangkan target tinggi: melipatgandakan daya tampung santri hingga dua kali lipat, sekaligus memperkuat program inkubasi bisnis berbasis pesantren agar lulusannya tak sekadar menguasai ilmu agama, tetapi juga lihai menciptakan lapangan kerja. (Ra Indrata)




