MALANG POST – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), RI Abdul Mu’ti, meresmikan program revitalisasi gedung SMK Muhammadiyah 7 (Mutu) Gondanglegi, sekaligus menghadiri Pengajian Daerah Muhammadiyah Kabupaten Malang pada Minggu (9/8/2026).
Pendidikan bukan sekadar urusan duduk manis di dalam kelas. Lebih dari itu, sekolah harus menjadi kawah candradimuka yang memberi anak-anak landasan ilmu, keterampilan, dan semangat untuk menatap masa depan yang serba terbuka.
Pesan bernas itu ditegaskan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu’ti, saat menghadiri Pengajian Daerah Kabupaten Malang di SMK Muhammadiyah 7 (Mutu) Gondanglegi, Minggu (9/8/2026).
“Anak-anak Indonesia harus diberikan pendidikan sebaik-baiknya dengan berbagai macam ilmu dan keterampilan, sehingga mereka dapat menjadi Generasi Emas Indonesia 2045,” ujar Abdul Mu’ti.
Dalam kunjungan kerja tersebut, Abdul Mu’ti meresmikan program revitalisasi gedung SMK Mutu Gondanglegi. Bagi pria yang juga menjabat Sekretaris Umum PP Muhammadiyah ini, revitalisasi sarana fisik adalah kunci mendasar dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan bermutu.

Untuk menyongsong Indonesia Emas 2045, ia merumuskan tiga profil utama yang harus melekat pada generasi muda:
- Serba Tahu: Memiliki wawasan pengetahuan yang luas.
- Kapabel: Terampil dan siap bertarung di dunia yang makin terbuka.
- Humble: Rendah hati dan memiliki akhlak mulia.
Rangkaian acara ditandai dengan penandatanganan prasasti gedung revitalisasi Mutu, Gedung Madina Pesantren Entrepreneur Muhammadiyah, serta Masjid Muhammadiyah. Kunjungan diakhiri dengan prosesi groundbreaking pemancangan batu pertama untuk pengembangan gedung pembelajaran anyar SMK Mutu.
Kepala SMK Mutu Gondanglegi, Munali, M.Pd, menyebut kedatangan sang menteri menjadi amunisi semangat bagi sekolah yang dipimpinnya. Pihak sekolah memang terus bersolek memperluas ruang kelas demi menampung lonjakan minat masyarakat.
Untuk Tahun Ajaran 2026/2027 saja, SMK Mutu resmi menerima 1.031 siswa baru. Jurusan Teknik Alat Berat menjadi pendaftar terbanyak dan paling diburu.
Menurut Munali, fasilitas belajar di sekolahnya sudah disesuaikan dengan standar industri. Hasilnya nyata: angka penyerapan lulusan di dunia kerja meroket tajam.
“Tahun lalu saja, lebih dari 154 siswa kami sudah langsung direkrut bekerja melalui program magang dan Praktik Kerja Lapangan (PKL) bahkan sebelum mereka resmi diwisuda,” pungkas Munali bangga. (*/Ra Indrata




