GABUNG: Sekda Budiar Anwar bersama-sama warga Sukoraharjo, saat peresmian Jembatan Beton Garuda. (Foto: Prokopim Sekda Kab Malang)
MALANG POST – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Budiar Anwar, bergerak maraton menghadiri dua perhelatan strategis sekaligus. Mulai dari mengevaluasi capaian program prioritas kesehatan daerah di Hotel Grand Mercure Mirama Malang, hingga meresmikan Jembatan Beton Garuda di Desa Sukoraharjo, Kepanjen, Kamis (13/8/2026) pagi.
Kamis (13/8/2026) pagi menjadi hari yang begitu padat bagi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Budiar. Dua urusan vital yang menyangkut hajat hidup masyarakat—kesehatan dan infrastruktur dasar—dikawal langsung dalam rentang waktu yang berdempetan.
Agenda Budiar diawali dari Grand Ballroom Hotel Grand Mercure Mirama Malang. Di hadapan jajaran Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Direktur RSUD Dr. Saiful Anwar, para kepala perangkat daerah, hingga seluruh Kepala Puskesmas se-Kabupaten Malang, Budiar membuka forum Monitoring dan Evaluasi Terpadu Program Prioritas Kesehatan Tahun 2026.
Isu kesehatan bagi Pemkab Malang bukan sekadar rutinitas dinas, melainkan investasi paling mahal dalam membangun kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Budiar tanpa ragu langsung menumpahkan perhatian pada deretan angka krusial yang masih menjadi ganjalan besar daerah.
Data mencatat angka kematian ibu di Kabupaten Malang menyentuh 12 kasus dan kematian balita mencapai 192 kasus—sebuah potret angka yang menempatkan Kabupaten Malang pada posisi tertinggi di Jawa Timur.
“Ini yang harus menjadi perhatian kita bersama. Selain itu yang harus dikawal ketat adalah prevalensi stunting, penemuan penderita TBC, kasus HIV, imunisasi, hingga program Cek Kesehatan Gratis (CKG),” tegas Budiar blak-blakan.

DI MALANG: Sekda Budiar Anwar saat membuka forum Monitoring dan Evaluasi Terpadu Program Prioritas Kesehatan Tahun 2026 di Hotel Grand Mercure Mirama Malang. (Foto: Prokopim Sekda Kab Malang)
Budiar mengingatkan bahwa urusan menekan stunting dan kematian ibu-anak tak bisa diselesaikan secara parsial dari belakang meja. Butuh keroyokan sinergi antara Pemprov Jatim, Pemkab Malang, fasilitas kesehatan, hingga barisan kader paling bawah di lapangan.
Puas memasang radar pengawasan di sektor kesehatan, Budiar langsung memacu kendaraan dinasnya bergeser ke sudut perkampungan Dusun Sembujo RT 03/RW 02, Desa Sukoraharjo, Kecamatan Kepanjen.
Di sana, ia bergabung bersama Komandan Kodim (Dandim) 0818 Malang-Batu Letkol Czi Bayu Nugroho untuk memotong pita peresmian Jembatan Beton Garuda TA 2026.
Jembatan beton kokoh tersebut dibangun lewat kolaborasi erat antara pemerintah pusat bersama TNI-Polri. Jembatan ini membentang menghubungkan akses utama pemukiman warga menuju kawasan jalan usaha tani.
Istimewanya, fasilitas penyeberangan di Sukoraharjo ini menjadi bagian dari 3.395 jembatan yang diresmikan secara serentak oleh Presiden Prabowo Subianto pada pagi yang sama di seluruh Indonesia.
Raut wajah riang gembira terpancar dari para petani dan warga setempat. Akses angkut hasil panen yang dulu kerap tersendat kini meliuk lancar di atas permukaan beton yang kokoh.
Dalam rentang sehari, Budiar berhasil merajut dua pondasi penting bagi kemajuan Kabupaten Malang: memperbaiki kualitas hidup manusia dari ranah kesehatan dan menyambung urat nadi perekonomian warga di pedesaan. (PKP/Ra Indrata)




