SEPAKAT: Ultras dan Arema FC, sepakat untuk menjalin kerjasama dalam penyediaan official casual wear. (Foto: Arema Official)
MALANG POST – Arema FC resmi mengumumkan kerja sama komersial satu musim, bersama brand lokal Ultras Malang, sebagai penyedia resmi pakaian kasual (official casual wear) skuad Singo Edan untuk mengarungi kompetisi musim 2026/2027.
Sepak bola modern hari ini, tak hanya menuntut ketangguhan 11 pemain di atas rumput hijau selama 90 menit. Di luar lapangan, gaya penampilan dan nilai komersial tim, menjadi etalase penting yang memikat perhatian publik.
Menangkap peluang tersebut, Arema FC mengambil langkah taktis menjelang bergulirnya musim kompetisi 2026/2027. Manajemen tim Singo Edan, resmi menggandeng brand lokal kebanggaan Malang, Ultras Malang, sebagai penyedia resmi pakaian kasual tim.
Penandatanganan kesepakatan kerja sama berdurasi satu musim ini, diresmikan langsung di markas Kandang Singa, Jalan Mayjend Panjaitan, Kota Malang, Rabu (12/8/2026) siang. Acara tersebut dihadiri oleh Owner Ultras Malang, Ivan Syahrul, bersama Manajer Store Arema FC Tjiptadi Purnomo.
Tjiptadi Purnomo, membeberkan bahwa seluruh kebutuhan sandang non-pertandingan untuk jajaran pemain dan staf kepelatihan, bakal disokong penuh oleh produk-produk teranyar dari Ultras Malang.
Pakaian kasual rancangan Ultras Malang ini nantinya, akan membalut penampilan Johan Alfarizi dan kawan-kawan, dalam berbagai kegiatan resmi luar lapangan—mulai dari perjalanan dinas laga tandang (awayday), transit penerbangan, hingga momen kedatangan tim menuju stadion.

ROAD MAP: Ivan Syahrul saat menyampaikan rencana kerja dalam rentang waktu kerjasama dengan Arema FC. (Foto: Arema Official)
Meski demikian, pria yang akrab disapa Adi ini menegaskan, ada batasan dan pembagian peran yang sangat tegas, antara penyedia casual wear dan apparel pertandingan.
“Jadi berbeda dengan Etams yang digunakan untuk pertandingan serta press conference match, sebelum maupun sesudah pertandingan. Kalau untuk casual wear, pemain dan tim sepenuhnya bersama Ultras,” terang Adi.
Keputusan menjatuhkan pilihan kepada Ultras Malang, bukan tanpa alasan mendasar. Menurut Adi, Ultras Malang memiliki rekam jejak panjang dan ikatan emosional yang sangat kuat di hati Aremania. Brand ini bahkan pernah mencatatkan sejarah sebagai apparel resmi tim Arema di era Rise To Fight, pada rentang tahun 2012–2013 lalu.
Pembahasan kolaborasi ini sebetulnya sudah digagas sejak musim lalu, sebelum akhirnya berlabuh manis pada musim ini. Ke depan, pintu kerja sama ini sangat terbuka lebar untuk merambah ke sektor produksi cenderamata (official merchandise) resmi klub.
“Ultras ini brand yang sudah sangat ternama di Malang dan disukai Aremania. Kami melihat ada peluang komersial besar di sini,” tambahnya.
Sementara itu, Owner Ultras Malang, Ivan Syahrul, menyambut hangat kembalinya mereka ke dalam pelukan hangat skuad Singo Edan. Keterlibatan ini sejalan dengan fokus bisnis, yang ditekuni Ultras Malang secara konsisten selama satu dekade terakhir.
“Kami menyambut baik kesempatan ini untuk kembali men-support Arema dari sisi yang lain. Sesuai fokus yang kami jalankan selama 10 tahun terakhir, perhatian utama kami memang di lini kasual,” ungkap Ivan.
Ivan juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada manajemen Arema FC dan pihak Etams, yang memberikan ruang berdampingan secara harmonis bagi tumbuh kembangnya produk lokal Malang.
Lebih dari sekadar urusan branding dan gengsi di media sosial, kemitraan strategis ini dipastikan memberikan suntikan finansial nyata bagi kas klub. Ivan menegaskan, dari setiap lembar pakaian kolaborasi yang terjual di pasaran, ada persentase bagi hasil yang disalurkan langsung untuk menyokong operasional Arema FC.
“Harapan kami kerja sama ini memberikan dampak positif bagi Ultras secara brand dan Arema secara klub. Ke depan, dalam setiap penjualan akan ada kontribusi langsung dari kami untuk Arema FC. Semoga Arema diberi kemudahan dan kejayaan di kompetisi musim ini,” pungkas Ivan optimistis. (Ra Indrata)




