MALANG POST – Anugerahi Satyalancana Karya Satya kepada 94 ASN Pemkot Batu di Graha Pancasila, Wali Kota Nurochman instruksikan penguatan integritas, inovasi, dan adaptasi regulasi pelayanan publik.
Puluhan tahun mengabdi sebagai aparatur negara bukanlah perjalanan singkat. Dedikasi tersebut mendapat apresiasi melalui penganugerahan tanda kehormatan Republik Indonesia Satyalancana Karya Satya kepada 94 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Batu.
Penganugerahan berlangsung di Graha Pancasila, Balai Kota Among Tani, Kamis (13/8/2026). Dari 94 ASN penerima penghargaan, empat orang tercatat telah mengabdi selama 30 tahun. Kemudian, 13 ASN menerima penghargaan atas masa pengabdian 20 tahun, serta 77 ASN lainnya menerima penghargaan atas masa pengabdian 10 tahun.
Wali Kota Batu Nurochman mengatakan, penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas pengabdian panjang para ASN dalam menjalankan tugas negara, khususnya memberikan pelayanan kepada masyarakat Kota Batu.
“Atas nama Pemerintah Kota Batu, saya mengucapkan dan menyampaikan selamat dengan penghargaan setinggi-tingginya kepada bapak-ibu sekalian atas pengabdian, dedikasi, rasa cinta, dan tanggung jawab yang telah ditunaikan,” kata Nurochman.

SEMATKAN: Wali Kota Batu Nurochman saat menyematkan penghargaan tanda kehormatan RI Satyalancana Karya Satya kepada 94 ASN Pemkot Batu. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Menurut dia, masa pengabdian 10 hingga 30 tahun bukan sekadar angka. Di balik rentang waktu tersebut terdapat tanggung jawab sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan setiap aparatur dalam menjalankan amanah sebagai pelayan masyarakat.
Oleh karena itu, Cak Nur—sapaan akrab Nurochman—berharap Satyalancana Karya Satya tidak berhenti sebagai simbol penghargaan atas masa kerja. Penghargaan tersebut harus menjadi pemantik semangat untuk terus meningkatkan kualitas kinerja dan pelayanan.
“Semoga hari ini menjadi spirit baru bagi panjenengan semuanya untuk terus memperbaiki diri, memperbaiki kinerja, dan terus meningkatkan profesionalisme di dalam pengabdian dan melayani masyarakat,” ujarnya.
Cak Nur mengingatkan tantangan yang dihadapi ASN saat ini semakin dinamis. Perubahan kondisi sosial masyarakat berjalan beriringan dengan perkembangan kebijakan dan regulasi pemerintah.
Di tengah kondisi tersebut, setiap tugas dan tanggung jawab harus dijalankan secara tepat. Bukan sekadar menyelesaikan pekerjaan administratif, melainkan juga memastikan kehadiran pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Saya ingin mengatakan bahwa pekerjaan, tugas, dan tanggung jawab kita harus betul-betul dilakukan secara baik dan benar-benar secara konkret memberikan manfaat untuk masyarakat Kota Batu,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa lamanya masa kerja bukan menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan seorang ASN. Pengabdian harus dibarengi kemampuan berkolaborasi, bekerja sama, menciptakan inovasi, hingga beradaptasi dengan perubahan regulasi.
“Tentu ukuran keberhasilan seorang aparatur bukan hanya ditentukan panjangnya masa pengabdian, melainkan seberapa mampu para ASN melakukan kolaborasi, melakukan kerja sama, melakukan inovasi-inovasi atas kondisi masyarakat, dan wajib beradaptasi dengan regulasi, ketentuan, dan peraturan pemerintah,” jelasnya.
Menurutnya, kualitas tersebut penting agar ASN tidak hanya memiliki pengalaman panjang, melainkan juga mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
Oleh karena itu, Cak Nur mengajak seluruh ASN Pemkot Batu menjadikan penghargaan tersebut sebagai pengingat untuk menjaga konsistensi pengabdian. Integritas, profesionalisme, kedisiplinan, dan semangat melayani harus tetap menjadi pegangan dalam menjalankan tugas.
“Maka saya mengajak seluruh ASN Pemerintah Kota Batu untuk terus berjalan dengan penuh integritas, profesional, disiplin, dan semangat melayani,” pungkasnya. (*/Ananto Wibowo/Ra Indrata)




