MALANG POST – Mendorong kinerja Tridharma menuju perguruan tinggi berkelas dunia dan wujudkan SDGs 4 & 17, Rektor UM Prof. Hariyono dan Rektor UNISMA Prof. Junaidi resmi tandatangani MoU di Gedung Utsman bin Affan.
Universitas Negeri Malang (UM) dan Universitas Islam Malang (UNISMA) kembali mempererat sinergi kelembagaan melalui Sarasehan dan Penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU), Selasa (11/8/2026).
Bertempat di Gedung Utsman bin Affan Lantai 7 UNISMA, Malang, kegiatan ini menjadi langkah strategis kedua perguruan tinggi dalam memperkuat kinerja Tridharma Perguruan Tinggi sekaligus mendorong institusi menuju level perguruan tinggi berkelas dunia.
Mengangkat tema “Penguatan Kelembagaan untuk Optimalisasi Kinerja Tridharma menuju Perguruan Tinggi Berkelas Dunia”, forum tersebut menjadi ruang bertukar perspektif dan pengalaman terkait pengembangan tata kelola perguruan tinggi, pendidikan, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat.
Rektor UM Prof. Dr. Hariyono, M.Pd. dalam pemaparannya menekankan bahwa penguatan institusi harus diawali dengan keberanian untuk berbenah. Perguruan tinggi, menurutnya, perlu meninggalkan zona nyaman, memperluas jejaring kolaborasi, serta membangun cara berpikir yang adaptif terhadap perubahan.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan sebuah perguruan tinggi tidak dapat hanya diukur dari posisi dalam berbagai pemeringkatan. Lebih dari itu, visi yang jelas, kepemimpinan yang mampu menjadi teladan, serta kapasitas organisasi dalam membaca dan merespons perubahan merupakan fondasi penting bagi keberlanjutan institusi.

“Dengan mengubah mindset ini, mau tidak mau kita nanti akan terstimulasi menjadi pribadi yang bergeser dari fixed mindset ke growth mindset, yaitu pribadi yang tumbuh dan organisasi yang tumbuh,” tegas Prof. Hariyono.
Menurutnya, perubahan pola pikir harus berjalan beriringan dengan transformasi kelembagaan. Perguruan tinggi perlu terus menciptakan inovasi, memperkuat ekosistem kerja sama, dan membuka ruang kolaborasi yang lebih luas agar mampu menjawab tantangan serta dinamika global.
Senada dengan hal tersebut, Rektor UNISMA Prof. Drs. H. Junaidi, M.Pd., Ph.D. menyambut positif kunjungan dan kerja sama dengan UM. Ia melihat kemitraan tersebut sebagai peluang strategis bagi UNISMA untuk saling belajar, berbagi pengalaman, sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola dan pelaksanaan Tridharma.
“UM kita paham merupakan salah satu perguruan tinggi dengan kecepatan yang sangat tinggi dalam proses internasionalisasinya. Kami ingin ikut dalam kecepatan itu,” ungkapnya.
Kolaborasi UM dan UNISMA juga memiliki relevansi dengan agenda pembangunan berkelanjutan, khususnya Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan poin 17 mengenai Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Sinergi antarkampus diharapkan mampu memperluas ruang pertukaran pengetahuan, meningkatkan kapasitas kelembagaan, serta membuka lebih banyak jejaring kerja sama, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Melalui MoU tersebut, hubungan UM dan UNISMA diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan dokumen kerja sama. Kemitraan ini diarahkan menjadi kolaborasi nyata yang menghasilkan program-program strategis dan berdampak bagi pengembangan kedua institusi.
Penguatan tata kelola, inovasi, kolaborasi, dan budaya organisasi yang adaptif menjadi modal penting untuk menghadapi persaingan pendidikan tinggi yang semakin dinamis.
Dengan fondasi tersebut, UM dan UNISMA optimistis dapat terus meningkatkan mutu Tridharma sekaligus memperkuat kontribusinya bagi masyarakat dan dunia pendidikan di tingkat global. (*/M. Abd. Rachman Rozzi/Januar Triwahyudi)




