MALANG POST – Dukung gerakan Green Campus bebas sampah, ribuan mahasiswa baru UB gelar atraksi Human Wave berbasis Bookmob saat Opening Ceremony RAJA Brawijaya 2026.
Semangat kebersamaan mahasiswa baru Universitas Brawijaya (UB) mewarnai Opening Ceremony RAJA Brawijaya 2026 melalui rangkaian Human Wave yang dikemas dengan konsep Bookmob.
Ribuan mahasiswa baru mengangkat buku secara serentak dan bergiliran, menciptakan gelombang visual yang menjadi salah satu selebrasi unik dalam rangkaian pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) UB tahun ini.
Koordinator Acara Azriel Firoz Okan menjelaskan bahwa penggunaan buku dalam Human Wave dipilih karena buku merupakan perlengkapan utama yang selalu dibawa oleh mahasiswa baru. Dengan begitu, mahasiswa tidak perlu membawa perlengkapan tambahan, sekaligus mencegah timbulnya sampah pasca-kegiatan.
“Kami memilih buku karena selalu dibawa oleh mahasiswa baru. Harapannya tidak memberatkan mereka untuk membawa barang lain dan tidak menimbulkan sampah,” ujar Azriel, Selasa (11/8/2026).
Berbeda dari Human Wave konvensional yang hanya dilakukan di satu sudut arena, konsep tahun ini melibatkan mahasiswa baru di berbagai sisi tribune secara serentak dan bergiliran. Gerakan ini tidak hanya ditunjukkan untuk membangun euforia acara, melainkan juga memupuk antusiasme maba terhadap almamater.
Konsep tersebut mengusung semangat “Kita Satu Brawijaya” yang menggambarkan mahasiswa sebagai bagian dari satu komunitas yang berjalan dan bergerak bersama.
Human Wave sendiri hanya dapat terbentuk secara sempurna apabila setiap mahasiswa melakukan gerakan yang sama pada waktu yang tepat. Di balik aksi ini, terdapat pesan mendalam mengenai pentingnya kerja sama dan semangat gotong royong.
“Human Wave hanya bisa terbentuk jika antar-mahasiswa menggerakkan hal yang sama, mengangkat hal yang sama, serta bergerak bersama secara serentak. Di situ terbukti adanya kerja sama dan sikap saling membantu,” jelasnya.
Penggunaan buku juga selaras dengan komitmen UB sebagai Green Campus. Panitia menerapkan aturan penggunaan buku tanpa sampul plastik untuk mengurangi sampah plastik sekali pakai. Sementara itu, formasi warna dari buku yang diangkat turut membentuk gambaran bendera Merah Putih sebagai simbol nasionalisme.
Inovasi Bookmob ini merupakan hal baru dalam sejarah orientasi kampus UB. Panitia memilih gagasan ini karena dinilai sederhana, ramah lingkungan, serta memiliki nilai estetika tinggi.
“Opening Ceremony adalah wajah dari RAJA Brawijaya yang menjadi first impression mahasiswa baru. Harapannya, seluruh pesan dari kampanye Green Campus maupun perspektif kebersamaan ini dapat tersampaikan, sekaligus memicu semangat mereka untuk menempuh perkuliahan,” pungkasnya. (*/M. Abd. Rachman Rozzi/Januar Triwahyudi)




