NAWAK: Kehadiran puluhan ribu mahasiswa baru di Malang Raya, disambut antusias oleh Arema FC. (Foto: Arema Official)
MALANG POST – Manajemen Arema FC menyambut hangat kedatangan puluhan ribu mahasiswa baru (maba) tahun akademik 2026, yang mulai memadati Bumi Arema, menilai kehadiran akademisi muda tersebut, sebagai motor penggerak strategis bagi ekosistem pendidikan, sosial, hingga pertumbuhan ekonomi kerakyatan.
Kota Malang kembali menemukan denyut nadi utamanya. Memasuki bulan Agustus, jalanan kota, warung kopi, hingga sudut-sudut pemukiman mendadak riuh. Puluhan ribu mahasiswa baru dari pelbagai pelosok Nusantara berbondong-bondong datang memenuhi Bumi Arema untuk memulai petualangan akademiknya.
Kehadiran para mahasiswa baru ini disambut dengan tangan terbuka oleh manajemen Arema FC. Bagi klub berlogo Singa Edan, arus kedatangan maba setiap tahun ajaran baru bukan sekadar siklus kalender kampus biasa, melainkan suntikan energi segar bagi denyut sosial dan ekonomi daerah.
Head of Public Relation and Marcom Arema FC, Munif Wakid, menegaskan, mahasiswa dan sepak bola di Malang pada dasarnya adalah dua hal yang saling melengkapi. Keduanya tumbuh bersama membentuk subkultur yang unik dan dinamis.
“Arema FC menyambut dengan tangan terbuka kehadiran puluhan ribu mahasiswa baru di Malang, Bumi Seribu Singa. Gelaran orientasi studi seperti PKKMB yang diawali oleh Universitas Brawijaya (UB) dan Universitas Negeri Malang (UM), disusul UIN Malang, Polinema, serta kampus-kampus swasta besar seperti UMM, Unisma, ITN, Unmer, dan perguruan tinggi lainnya, adalah energi baru bagi kota ini,” ujar Munif Wakid, Senin (10/8/2026).
Bagi Arema FC, industri sepak bola modern tak lagi sebatas pertunjukan 90 menit di atas rumput hijau. Industri ini telah bertransformasi menjadi jaringan subkultur luas yang menghidupkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)—mulai dari kedai kuliner, industri konveksi, hingga sektor jasa kreatif digital.
“Hadirnya para mahasiswa sangat penting untuk pengembangan pendidikan sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat. Arema sangat mendukung upaya tersebut sebagai bagian dari ekosistem yang turut serta menyejahterakan masyarakat dari sisi identitas olahraga sepak bola, utamanya sebagai subkultur pengembangan UMKM,” jelas Munif.
Setiap kali gelombang maba tiba, perputaran uang di Malang Raya memang selalu melonjak drastis. Indekos terisi penuh, warung makan kebanjiran pembeli, dan sentra cinderamata bertema kebanggaan Arema ikut kejatuhan rezeki.
Secara statistik, Malang konsisten menjadi magnet pendidikan utama di Indonesia. Data rekapitulasi menunjukkan:
- Universitas Brawijaya (UB): Menerima 14.821 mahasiswa baru pada 2024, melonjak menjadi 17.133 pada 2025, dan tren positif ini terus berlanjut pada 2026.
- Universitas Negeri Malang (UM): Konsisten menerima 11.000 hingga 12.000 maba per tahun, dengan proyeksi kuota mencapai 12.656 siswa.
- Perguruan Tinggi Lain: Akumulasi dari belasan kampus negeri dan puluhan kampus swasta membuat angka pendatang baru di Malang Raya rutin menembus di atas 50.000 orang tiap tahunnya.
Di akhir paparannya, Arema FC menitipkan pesan hangat kepada para mahasiswa baru agar senantiasa menjaga etika, menjaga ketertiban, serta merawat kedamaian selama menuntut ilmu di Kota Malang.
“Arema optimis warga Malang, utamanya Aremania, antusias dan ramah terhadap kehadiran para mahasiswa baru. Pesan kami, jaga etika, sopan santun, dan bersama-sama saling support untuk kemajuan Malang. Semoga betah dan sukses menempuh pendidikan serta karier di masa depan,” pungkas Munif. (Ra Indrata)




