MALANG POST – Operasi water bombing menggunakan dua helikopter BNPB, untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Dingklik, Pasuruan, terpaksa dihentikan pada Senin (10/8/2026) sore akibat kabut tebal, sementara kawasan Jemplang di Kabupaten Malang dipastikan aman.
Upaya menaklukkan si jago merah di benteng pegunungan Bromo mendapat perlawanan sengit dari alam. Memasuki penanganan intensif di awal pekan ini, gulungan kabut tebal mendadak turun dan menyelimuti seluruh lekuk kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
Dampaknya langsung menghentikan operasi pemadaman dari udara. Dua unit helikopter gabungan milik BNPB dan BPBD yang dikerahkan sejak pagi hari pukul 10.00 WIB terpaksa memutus gempuran water bombing sekitar pukul 15.00 WIB. Jarak pandang yang tertutup rapat oleh kabut pekat dinilai terlalu berisiko bagi keselamatan penerbangan di area perbukitan yang terjal dan curam.
Sebelum kabut tebal turun mengunci pandangan para pilot, armada udara tersebut sebetulnya sempat bekerja keras. Mereka berulang kali terbang melintas untuk menyiramkan ribuan liter air tepat di atas titik api yang membakar kawasan Dingklik, khususnya di sekitar Blok Pusung Munggal, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan.
“Upaya pemadaman terus dilakukan secara bersama-sama. Namun, operasi water bombing pada sore hari terpaksa dihentikan karena kondisi kawasan TNBTS diselimuti kabut tebal,” terang Kasihumas Polres Malang AKP M. Budiono, Senin (10/8/2026).

WASPADA: Petugas gabungan, terus siaga di kawasan Jemplang Kabupaten Malang, akihat karhutla di kawasan Gunung Bromo. (Foto: Humas Resma)
Ketika helikopter terpaksa balik kanan dan mendarat, penanganan kebakaran tidak lantas berhenti. Perjuangan langsung dialihkan penuh ke jalur darat.
Tim gabungan dari Kabupaten Pasuruan bersama petugas Balai Besar TNBTS terus bergerak merayap dari bawah bukit. Dengan menggunakan peralatan pemadaman manual serta mengandalkan stamina ekstra, mereka berjuang menembus medan berat Blok Punggung Naga di kawasan Penanjakan.
Bagaimana dengan kondisi pintu masuk Bromo dari arah Kabupaten Malang?
Warga Poncokusumo dan sekitarnya boleh sedikit lega. Hasil pemantauan berkala dari Pos Jemplang, Desa Ngadas, memastikan bahwa kawasan perbukitan yang masuk wilayah hukum Kabupaten Malang berada dalam kondisi steril, aman, dan kondusif.
“Hingga sore ini, untuk kawasan hutan Jemplang terpantau aman dan kondusif. Namun, kami masih melihat kepulan asap putih yang membumbung dari kawasan hutan Dingklik, Pasuruan,” tambah Budiono.
Meski wilayah Malang belum tersentuh lidah api baru, Polres Malang tidak mau bersikap gegabah dengan mengendurkan benteng pertahanan. Pasukan gabungan tetap disiagakan penuh di Pos Jemplang.
Pengawasan intensif terus dilakukan selama 24 jam penuh untuk membaca arah angin. Jika embusan angin malam mendadak membawa percikan bara api menuju wilayah Malang, tim di lapangan siap bergerak cepat melakukan penyekatan agar kebakaran tidak meluas. (HmsResma/Ra Indrata)




