SELAMAT DATANG: Walikota Malang, Wahyu Hidayat, menerima ucapan selamat datang di Masjid Manarul Islam dari Ketua PD Muhammadiyah Kota Malang, Prof.Abdul Haris, dan jajaran pengurus lainnya. (Foto: Eka Nurcahyo/Malang Post)
MALANG POST – Lolos nominasi finalis enam besar Masjid Award Jatim 2026, Masjid Manarul Islam dan Masjid Ahmad Yani mendapatkan dukungan penuh dari Pemkot Malang serta PDM Kota Malang.
Masyarakat menanti apakah dua masjid dari Kota Malang mampu menorehkan prestasi di tingkat Jawa Timur. Kedua masjid tersebut, yakni Masjid Ahmad Yani di Jalan Kahuripan dan Masjid Manarul Islam di Jalan Bratan, Kota Malang, berhasil masuk nominasi finalis enam besar peraih Masjid Award Jatim 2026.
“Alhamdulillah, keduanya masuk nominasi finalis enam besar Masjid Award Jatim 2026. Masjid Manarul Islam masuk kategori Masjid Besar, sedangkan Masjid Ahmad Yani kategori Masjid Jami. Mohon doa restunya Pak Wali agar keduanya menjadi juara dan mengharumkan Kota Malang,” kata Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Malang Prof. Dr. Abdul Haris, M.A., Minggu (9/8/2026).
Hal itu disampaikan Prof. Abdul Haris saat menerima kehadiran Wali Kota Malang Wahyu Hidayat dalam kegiatan Dialog Jamaah Cinta Lingkungan Hidup bertema “Merawat Alam Menjaga Kehidupan” di Masjid Manarul Islam.
Selain narasumber dan peserta dialog, kegiatan ini dihadiri jajaran pengurus PDM Kota Malang, pengurus Muhammadiyah Islamic Center Manarul Islam (MIC Manis), Ketua FKUB Dr. Taufik Kusuma, serta Plh. Sekda Kota Malang Dandung Djulharjanto bersama sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Sebanyak 38 masjid di Jawa Timur sebelumnya memasuki tahap asesmen lapangan dalam ajang Masjid Award 2026 yang diselenggarakan Yayasan Demasindo Jawa Timur bersama Tim Juri Pengurus Wilayah Dewan Masjid Indonesia (PW DMI) Jatim. Tahap asesmen lapangan berlangsung pada 8–26 Juli 2026 untuk menentukan masjid terbaik yang berhak melaju ke tahap presentasi.

RAMAH LINGKUNGAN: Pengurus Muhammadiyah Kota Malang menyerahkan produk pembersih dan penghalang bau dari olahan sampah ke Walikota Wahyu Hidayat. (Foto: Eka Nurcahyo/Malang Post)
Pengumuman enam masjid terbaik dilakukan pada 30 Juli 2026, sedangkan tahap presentasi dijadwalkan pada 8 Agustus 2026. Penghargaan ini melombakan empat kategori, yakni Masjid Besar, Masjid Jami, Masjid Kantor, serta Masjid Kampung/Perumahan.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengapresiasi keaktifan kegiatan di Masjid Manarul Islam. Menurutnya, masjid di bawah naungan MIC Manis tidak hanya memfasilitasi ibadah ritual, melainkan juga kegiatan kemasyarakatan yang berdampak langsung.
“Ini yang saya apresiasi karena sejalan dengan visi-misi kami serta Dasa Bakti Unggulan kami, yaitu Ngalam Rijik (Malang Bersih),” kata Wahyu.
Ia menegaskan, pemerintah bersama komunitas peduli lingkungan terus berupaya menumbuhkan kesadaran masyarakat. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa partisipasi aktif lingkungan sekitar.
“Kami mengapresiasi Jamaah Cinta Lingkungan ini yang memberikan kesadaran kepada masyarakat untuk ikut peduli dengan permasalahan lingkungan. Pekerjaan rumah pemerintah bersama Mas Wawali harus kita selesaikan melalui kolaborasi dan kepedulian masyarakat,” paparnya.
Wahyu memberikan contoh penanganan genangan air di Sawojajar yang sudah berkurang drastis setelah adanya pembersihan saluran dan tumbuhnya kesadaran warga untuk tidak membuang sampah sembarangan.
Terkait dua masjid dari Kota Malang yang menjadi nominasi Masjid Award Jatim 2026, Wahyu menegaskan komitmen Pemkot Malang untuk memberikan dukungan penuh.
“Masjid Manarul Islam ini pengelolaannya sangat baik, nyaman, dan pemanfaatannya luar biasa. Tidak hanya untuk ibadah, melainkan juga penguatan jamaah. Pemkot Malang mendukung penuh agar kedua masjid ini berhasil meraih penghargaan tertinggi di Masjid Award 2026,” pungkasnya. (*/Eka Nurcahyo)




