DI SINGOSARI: Bupati Malang, HM Sanusi, ketika hadir di pertemuan perdana Wali Peserta Didik Baru Tahun Ajaran 2026/2027. (Foto: Prokopim Sekda Kab Malang)
MALANG POST – Bupati Malang HM Sanusi, menghadiri Pertemuan Perdana Wali Peserta Didik Baru Tahun Ajaran 2026/2027 di Auditorium H.M. Yunus Yayasan Al-Ma’arif Singosari pada Sabtu (1/8/2026) pagi, guna menekankan pentingnya sinergi antara orang tua, lembaga pendidikan, dan pemerintah daerah dalam membentuk generasi muda yang berkarakter serta berakhlak mulia.
Masa depan Kabupaten Malang, berada di tangan generasi muda yang tak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kukuh dalam berakhlak dan berkarakter. Pendidikan berkarakter itulah yang menjadi kunci benteng pertahanan anak-anak menghadapi tantangan zaman.
Pesan substansial itu ditegaskan Bupati Malang, HM Sanusi, saat menghadiri Pertemuan Perdana Wali Peserta Didik Baru Tahun Ajaran 2026/2027 Yayasan Al-Ma’arif Singosari di Auditorium H.M. Yunus, Sabtu (1/8/2026) pagi.
Momen tersebut menjadi ajang penting untuk menyamakan frekuensi dan memperkuat sinergi tiga pilar: lembaga pendidikan, orang tua murid, dan pemerintah daerah.
Acara penuh kehangatan itu dihadiri jajaran pengurus Yayasan Al-Ma’arif Singosari, para kepala sekolah, guru, serta ratusan wali murid baru dari berbagai jenjang pendidikan di bawah naungan Al-Ma’arif Singosari.
Dalam forum ini, orang tua diajak mendalami visi-misi lembaga, program unggulan, tata tertib, hingga kurikulum penguatan karakter islami yang bakal diterapkan selama masa studi putra-putri mereka.

TANDA TANGAN: Bupati Malang, HM Sanusi, saat menandatangani prasasti di Yayasan Al Ma’arif Singosari. (Foto: Prokopim Sekda Kab Malang)
Di hadapan ratusan wali murid, Bupati Sanusi menyampaikan apresiasi dan rasa hormat yang tinggi kepada Yayasan Al-Ma’arif Singosari. Lembaga pendidikan legendaris ini terbukti konsisten puluhan tahun mendedikasikan diri mencetak lulusan berkualitas dan berakhlakul karimah di Kabupaten Malang.
Namun, Sanusi mengingatkan, mendidik anak tidak bisa dipasrahkan sepenuhnya kepada pihak sekolah atau madrasah.
“Pendidikan itu investasi terbaik untuk masa depan bangsa. Keberhasilannya tidak bisa cuma mengandalkan guru di sekolah. Kolaborasi antara sekolah, orang tua di rumah, dan pemerintah adalah kunci mutlak,” ujar Bupati Sanusi.
Menurut Sanusi, anak-anak hari ini menghadapi gempuran era digital yang luar biasa pesat. Akademik yang unggul saja tidak cukup jika tidak dibentengi oleh karakter dan nilai moral yang kuat.
Oleh karena itu, Sanusi meminta para orang tua agar senantiasa meluangkan waktu mendampingi proses belajar anak di rumah. Komunikasi dua arah dengan pihak sekolah harus dibangun secara terbuka dan intensif.
“Nilai kedisiplinan, rasa tanggung jawab, dan semangat belajar harus ditanamkan sejak dini dari lingkungan keluarga. Di sekolah karakter diasah, di rumah karakter dikuatkan,” tambah pria asal Gondanglegi tersebut.
Pemkab Malang sendiri, lanjut Sanusi, berkomitmen penuh mendukung kemajuan mutu pendidikan di seluruh pelosok daerah. Baik melalui pembenahan sarana-prasarana, peningkatan kapasitas tenaga pendidik, hingga beasiswa bagi siswa berprestasi.
Sinergi yang terbangun dalam pertemuan perdana di Singosari ini diharapkan melahirkan kesatuan langkah antara orang tua dan pendidik. Lingkungan belajar yang inklusif dan kondusif pun siap mencetak generasi emas penyokong kemajuan Kabupaten Malang di masa depan. (PKP/Ra Indrata)




