ABSEN: Setelah tampil impresif dalam tiga laga di babak penyisihan Piala Presiden 2026, Gustavo Henrique dipastikan absen dalam partai semifinal. (Foto: Instagram @officialpialapresiden)
MALANG POST – Striker Arema FC Gustavo Henrique, dipastikan absen membela Singo Edan di sisa turnamen pramusim Piala Presiden 2026, usai mengalami cedera otot paha depan (quadriceps) saat melawan DPMM FC pada Jumat (31/7/2026), guna memfokuskan pemulihan fisik menghadapi kompetisi Super League 2026/2027.
Pukulan telak menghampiri Arema FC di tengah langkah mulusnya menembus babak semifinal turnamen pramusim Piala Presiden 2026. Mesin gol utama Singo Edan, Gustavo Henrique, dipastikan harus menepi dari lapangan hijau.
Striker mematikan asal Brasil itu menderita cedera otot paha depan. Keputusan medis pun diambil: Gustavo diistirahatkan total dari sisa laga pramusim, demi pemulihan cedera secara fokus, sebelum bergulirnya kompetisi resmi Super League 2026/2027.
Kehilangan Gustavo jelas menjadi ujian pelik bagi lini serang Arema FC. Pasalnya, penyerang berusia 26 tahun tersebut sedang dalam performa paling impresif sepanjang gelaran Piala Presiden 2026 di Bandung.
Dari tiga penampilan di lapangan, Gustavo sukses menggelontorkan empat gol (quattrick). Dua gol ia sarangkan ke gawang Tampines Rovers di laga kedua, dan dua gol selebihnya ia jebolkan ke gawang DPMM FC Brunei Darussalam di laga pamungkas grup.
Ketajaman luar biasa Gustavo menjadi motor utama kelolosan Arema FC ke babak empat besar. Namun, nasib naas menghampiri sang bomber tepat usai mencetak gol keduanya ke gawang DPMM FC, Jumat (31/7/2026) sore.
Ia kesakitan dan terpaksa ditarik keluar lapangan oleh tim medis di penghujung babak pertama.
Dokter Tim Arema FC, dr. Nanang Tri Wahyudi, Sp.K.O., mengonfirmasi hasil pemeriksaan medis terkini terhadap kondisi kaki sang penyerang.
“Hasil pemeriksaan menunjukkan Gustavo Henrique mengalami cedera otot paha depan kiri (quadriceps). Cedera jenis ini memerlukan penanganan khusus dan rehabilitasi secara bertahap agar penyembuhan jaringan ototnya optimal,” jelas dr. Nanang.
Eks dokter tim nasional itu menambahkan, Gustavo langsung masuk dalam program rehabilitasi terukur yang disusun intensif oleh tim medis Singo Edan. Evaluasi kondisi ototnya akan dipantau ketat dari minggu ke minggu.
“Selama masa rehabilitasi, kami lakukan evaluasi berkala. Kami tidak ingin terburu-buru. Harapannya, Gustavo bisa pulih 100 persen sehingga siap bertanding dalam kondisi fisik terbaiknya saat liga bergulir,” tambah dr. Nanang.
Langkah menepi dari Piala Presiden dipandang sebagai keputusan paling rasional. Manajemen dan tim pelatih Arema FC sepakat tidak ingin mengambil risiko memaksakan Gustavo tampil di babak semifinal.
Taruhannya terlalu tinggi jika dibandingkan dengan panjangnya kompetisi Super League 2026/2027 yang menanti di depan mata.
Dukungan moral penuh kini mengalir dari manajemen, jajaran pelatih, rekan setim, hingga Aremania. Semua berharap proses pemulihan mesin gol asal Negeri Samba itu berjalan mulus, sehingga siap mengobrak-abrik pertahanan lawan saat kompetisi resmi dimulai. (Ra Indrata)




