KERJASAMA:;Ketua PGRI Jatim, Joko Adi Waluyo usai tandatangani MoU dengan Kepala Kantor BBPPMPV BOE/VEDC, Anwar Sidarta. Diakhiri dengan foto bersama dengan tamu undangan lainnya. (Foto: Iwan Kaconk/Malang Post)
MALANG POST – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jawa Timur menganugerahi predikat Guru Prima, Kepala Sekolah Prima, dan Pengawas Sekolah Prima kepada 42 pendidik terpilih se-Jawa Timur dalam ajang Anugerah Guru Prima (AGP) ke-5 Tahun 2026 di Kantor BBPPMPV BOE (VEDC) Kota Malang, Minggu (8/11/2026).
Upaya mendongkrak mutu serta daya saing pendidik di Jawa Timur, terus dipacu secara berkesinambungan. Menginjak akhir pekan kedua November 2026, panggung apresiasi tertinggi bagi para pilar pendidikan kembali digelar.
PGRI Jawa Timur resmi menghelat perhelatan Anugerah Guru Prima (AGP) ke-5 Tahun 2026. Kegiatan dipusatkan di Kantor BBPPMPV BOE (VEDC), Jalan Arjosari, Kota Malang, pada Minggu (8/11/2026).
Ajang tahunan ini menjadi wadah penganugerahan predikat Guru Prima, Kepala Sekolah Prima, serta Pengawas Sekolah Prima. Penerima penghargaan mencakup jajaran pendidik Pegawai Negeri Sipil (PNS), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), hingga swasta mulai dari jenjang TK, SD, SMP/MTs, hingga SMA/SMK.
Ketua Panitia AGP ke-5, Hamidah, membeberkan bahwa fokus utama helatan tahun ini, diarahkan pada penguatan kreativitas pembelajaran berbasis Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA). Penguatan sistem pembelajaran modern ini didukung penuh oleh program Smart Learning and Character Center (SLCC) PGRI serta kementerian teknis.
”Sebanyak 42 peserta terbaik terpilih dari 126 pendaftar asal 29 kabupaten dan kota. Proses penyaringan dan penilaian dilakukan sangat ketat selama tiga bulan,” ujar Hamidah, Minggu (8/11/2026).
Parameter Ketat dan Deretan Juara Kota Malang

WAKIL KOTA MALANG: Kepala SDN Merjosari 5 Lowokwaru, Mafruzah, menerima piala dan uang pembinaan dari Ketua PGRI Kota Malang, Agus Wahyudi di acara AGP ke-5 di Kantor BBPPMPV BOE/VEDC Malang, Minggu (8/11/2026). (Foto: Iwan Kaconk/Malang Post)
Ketua PGRI Jawa Timur, Dr. Joko Adi Waluyo, menegaskan bahwa AGP dirancang untuk memicu motivasi berprestasi secara berantai di lingkungan sekolah.
Joko menyebut panitia penilai menerapkan parameter ketat, yang tidak sebatas mengukur kecakapan akademik dan inovasi mengajar di kelas.
Tim juri membedah rekam jejak moralitas, karakter, hingga integritas para calon penerima penghargaan.
PGRI Jatim memastikan pendidik yang mengantongi catatan negatif atau bermasalah hukum, otomatis dicoret dari daftar nominasi.
”Kami ingin menghadirkan teladan pendidik yang benar-benar berkualitas dan berkarakter. Yang berjejak kurang baik pasti gugur,” kata Joko Adi Waluyo.
Tampil sebagai tuan rumah, kontingen PGRI Kota Malang, sukses memboyong deretan trofi bergengsi. Di antaranya Juara 1 Guru Prima jenjang SMP yang disabet oleh guru SMPN 15 Malang.
Kategori Kepala Sekolah Prima jenjang SD, membawa SDN Merjosari 5 mengamankan Juara 2. Juara 3 Guru Prima jenjang SMA diraih oleh SMA Brawijaya Smart School (BSS), serta Juara 2 jenjang TK disabet oleh TK Surya Buana.
Gelar Juara Harapan turut dikunci oleh utusan SMKN 4 Malang, SDN Sukoharjo, serta jajaran Pengawas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang.
Apresiasi SMKN 4 dan Penegasan Etika Moral

LEVEL SMK: Guru bahasa Inggris SMKN 4 Malang, M. Muchlisin, menerima piala penghargaan Guru Prima jenjang SMK, dari Kepala Cabang Dinas SMA/SMK Kota Malang dan Kota Batu, Hastini Ratna Dewi. (Foto: Iwan Kaconk/Malang Post).
Terpisah, Kepala SMKN 4 Malang, Dr. Drs. Gunawan Dwiyono, S.ST., M.Pd., menyampaikan rasa bangganya atas capaian gurunya.
Salah satu pengajar Bahasa Inggris di SMKN 4 Malang, M. Muchlisin, M.Pd., sukses mengamankan predikat Guru Prima jenjang SMK.
Gunawan meyakini ajang AGP membuktikan bahwa Kota Malang masih dipenuhi oleh tenaga pendidik yang profesional, kreatif, dan penuh prestasi.
Mengenai adanya dinamika oknum guru yang sempat menjadi sorotan publik belakangan ini, Gunawan menyikapinya secara bijak.
Ia menilai hal tersebut sebagai bagian dinamika internal yang harus dijadikan bahan perbaikan bersama secara objektif.
Manajemen sekolah berkomitmen mengimbangi prestasi akademik dengan penegakan sanksi tegas atas setiap pelanggaran etika dan moralitas.
”Prestasi harus jalan beriringan dengan etika. Pelanggaran moralitas atau kekerasan dalam bentuk apa pun pasti kami tindak tegas.”
“Kami berkomitmen melayani masyarakat untuk mencerdaskan anak bangsa,” pungkas Gunawan mawas diri. (Iwan Kaconk/Ra Indrata)




