MALANG POST – Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UNISMA menggelar konferensi internasional ICON-ELT 2026 di Malang, Kamis (5/11/2026), yang diikuti 200 peserta dari enam negara untuk mendorong transformasi pengajaran bahasa Inggris inklusif dan berkelanjutan berbasis teknologi serta konsep Eco-ELT.
Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (ELE) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Malang (UNISMA) menggelar konferensi internasional ICON-ELT 2026. Konferensi ini mengusung tema “Transforming ELT through Technology and Eco-ELT: Promoting Inclusive, Sustainable, and Lifelong Learning”.
Kegiatan ini diikuti sekitar 200 peserta dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga di Indonesia, Vietnam, Thailand, Malaysia, Taiwan, dan Australia, baik secara luring maupun daring.
Konferensi dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor III UNISMA, Dr. Muhammad Yunus, M.Pd. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi konsistensi FKIP dalam menghadirkan forum ilmiah bertaraf internasional. Menurutnya, konferensi seperti ICON-ELT menjadi sarana penting untuk memperluas jejaring akademik sekaligus memperkuat reputasi UNISMA di tingkat global.
Sementara itu, Dekan FKIP UNISMA, Dr. Hamiddin, M.Pd., menyampaikan bahwa tema yang diangkat sangat relevan dengan tantangan pendidikan saat ini. Ia berharap konferensi ini mampu melahirkan gagasan dan riset yang dapat diterapkan langsung dalam praktik pembelajaran bahasa Inggris, serta mendorong dosen dan mahasiswa untuk terus produktif dalam publikasi ilmiah.
Ketua Panitia ICON-ELT 2026, Febti Ismiatun, M.Pd., menjelaskan bahwa tema tahun ini berangkat dari satu pertanyaan mendasar: bagaimana teknologi dapat mentransformasi pengajaran bahasa Inggris untuk menjawab tantangan pendidikan masa kini.

“Transformasi pendidikan tidak sekadar berarti mengadopsi teknologi yang semakin canggih. Pertanyaan sesungguhnya adalah apakah teknologi itu mampu membuat pembelajaran lebih bermakna, mudah diakses, inklusif, dan efektif bagi semua,” ujarnya.
Ia menambahkan, melalui konsep Eco-ELT, pengajaran bahasa Inggris diharapkan tidak berhenti pada penguasaan kompetensi linguistik, tetapi juga menumbuhkan kesadaran lingkungan dan tanggung jawab sosial.
Konferensi ini menghadirkan pembicara utama dari dalam dan luar negeri, yaitu Dr. Chew Shin Yi (Universiti Malaya, Malaysia), Dr. Chin-Pu Chiao (National Yunlin University of Science and Technology, Taiwan), Prof. Dr. Dwi Fitri Heriyawati, M.Pd. (UNISMA), Assoc. Prof. Dat Bao (Monash University, Australia), dan Dr. (H.C.) Aslam Khan bin Samahs Khan (ERICAN Education Group, Malaysia). Turut hadir pula pembicara undangan Dr. Kurniasih, S.Pd., M.A., dan Dr. Imam Wahyudi Karimullah, S.S., M.A., dari UNISMA.
ICON-ELT 2026 juga didukung oleh institusi co-host, yakni UIN Sunan Kudus, Rajamangala University of Technology Krungthep (Thailand), YunTech (Taiwan), dan Universitas Negeri Surabaya.
Selain itu, sejumlah jurnal mitra siap menjadi wadah publikasi luaran konferensi, di antaranya Issues in Language Studies (terindeks Scopus Q2), J-ReaLL UNISMA, JEES UMSIDA, JFEL UIN Palangka Raya, JEELS UIN Syekh Wasil Kediri, Lingua UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Linguist UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, EHDJ UNUSA, dan Beyond Words Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya.
Febti juga memberikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah bekerja hampir satu tahun untuk mempersiapkan acara ini.
”Kami berharap seluruh peserta memperoleh pengalaman berharga, memperluas kolaborasi dan jejaring, serta memperkuat kapasitas akademik di bidang ELT dan teknologi,” pungkasnya. (*/M. Abd. Rachman Rozzi/Januar Triwahyudi)




