PERWAKILAN: Tiga utusan FE UIN Malang mengikuti Kongres AFEBI XIV 2026 di Medan, guna memperkuat jejaring akademik nasional. (Foto: Istimewa)
MALANG POST – Fakultas Ekonomi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengirimkan delegasinya untuk mengikuti Kongres AFEBI ke-XIV 2026 di Medan, Rabu, guna memperkuat jejaring akademik nasional, merespons transformasi digital, serta mendorong pertumbuhan ekonomi regional yang inklusif dan berkelanjutan.
Fakultas Ekonomi Universitas Islam Negeri (FE UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang turut berpartisipasi dalam Kongres Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Indonesia (AFEBI) ke-XIV 2026. Kegiatan kali ini diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Medan.
Kegiatan ini berlangsung di Le Polonia Hotel & Convention, Jalan Jenderal Sudirman No. 14–18, Medan, dengan mengusung tema “Rekonstruksi Arah Kebijakan Strategis Nasional untuk Mempercepat Pertumbuhan Ekonomi Regional Berkelanjutan.” FE UIN Malang mengirimkan delegasi yang terdiri atas Dr. Misbahul Munir, Lc., M.E.I. selaku Dekan, Dr. Maretha Ika Prajawati, M.M. selaku Wakil Dekan II, serta Wuryaningsih, M.Sc. selaku Sekretaris Program Studi Akuntansi.
Kongres AFEBI ke-XIV diawali dengan registrasi peserta, pembukaan, pembacaan lagu Indonesia Raya, ayat suci Al-Qur’an, dan doa, dilanjutkan dengan sambutan dari jajaran pimpinan penyelenggara dan perguruan tinggi. Agenda utama menghadirkan sejumlah tokoh nasional, di antaranya Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution, S.E., M.M., serta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartarto sebagai pembicara utama (keynote speaker). Berbagai pemikiran dan perspektif yang disampaikan menjadi ruang diskusi penting mengenai arah kebijakan strategis nasional, penguatan ekonomi daerah, serta upaya mendorong pertumbuhan ekonomi regional yang inklusif dan berkelanjutan.
Selain sesi pembicara utama, kongres juga menghadirkan sejumlah forum akademik dan diskusi strategis, di antaranya Academic Business and Government Collaboration Forum dengan pembahasan Economic Outlook 2027 dan Business Outlook 2027, Academic Enrichment Forum bertema Leading AI Adoption, serta International Accreditation Forum yang membahas akreditasi internasional LAMEMBA dan AACSB.
Forum tersebut menjadi wadah pertukaran gagasan dan pengalaman antara akademisi, praktisi, serta pemangku kepentingan dalam merespons perkembangan ekonomi global, transformasi digital, pemanfaatan kecerdasan buatan, dan peningkatan kualitas pendidikan tinggi ekonomi dan bisnis.
Menurut Humas FE UIN Malang, Idrus Andy Rahman, M.M., keikutsertaan Dekan, Wakil Dekan II, dan Sekretaris Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi UIN Malang dalam kongres ini menjadi momentum strategis untuk memperluas kerja sama antarperguruan tinggi, memperkuat komunikasi kelembagaan, serta membangun sinergi dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui interaksi dan diskusi bersama berbagai fakultas ekonomi dan bisnis dari perguruan tinggi di seluruh Indonesia, diharapkan terbuka peluang kolaborasi yang dapat mendukung peningkatan mutu akademik, pengembangan sumber daya manusia, serta penguatan daya saing lulusan dalam menghadapi tantangan dunia kerja dan dinamika perekonomian.
Dikatakannya, partisipasi Fakultas Ekonomi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam Kongres AFEBI ke-XIV menegaskan komitmen institusi untuk terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu ekonomi dan bisnis di tingkat nasional. Melalui forum ini, Fakultas Ekonomi UIN Malang berharap dapat memperkuat jejaring kelembagaan, mengadopsi berbagai praktik baik dari perguruan tinggi lain, serta membangun kolaborasi berkelanjutan dalam merespons tantangan pembangunan ekonomi Indonesia.
”Dengan demikian, hasil pemikiran dan jejaring yang terbangun dalam kongres diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi pengembangan institusi dan peningkatan kualitas pendidikan tinggi,” pungkasnya. (Eka Nurcahyo)




