AUDIENSI: Wakil Bupati Malang, Hj Lathifah Shohib, saat menerima pengurus Yayasan Arunika Perempuan Nusantara di Pendopo Agung Kabupaten Malang. (Foto: Prokopim Sekda Kab. Malang)
MALANG POST – Wakil Bupati Malang, Hj. Lathifah Shohib, menerima audiensi jajaran pengurus Yayasan Arunika Perempuan Nusantara, guna merancang kerja sama sektor pertanian dan pemberdayaan masyarakat di Desa Kalisongo, Kecamatan Dau, di Peringgitan Pendopo Agung Kabupaten Malang, Selasa (03/11/2026) siang.
Upaya memperluas jangkitan pembangunan berbasis potensi lokal desa, terus dipacu secara berkesinambungan oleh Pemerintah Kabupaten Malang.
Langkah strategis ini ditempuh, dengan merangkul kelompok organisasi kemasyarakatan, yang fokus pada isu-isu krusial perempuan dan anak.
Mengisi agenda kerja pada Selasa (3/11/2026) siang, Wakil Bupati Malang, Hj. Lathifah Shohib, membuka ruang dialog resmi di markas pemerintahan daerah.
Lathifah menerima kunjungan audiensi dari jajaran pengurus Yayasan Arunika Perempuan Nusantara.
Pertemuan dipusatkan di ruang Peringgitan Pendopo Agung Kabupaten Malang, Jalan Agus Salim Nomor 7, Kota Malang.
Yayasan Arunika Perempuan Nusantara sendiri, merupakan lembaga nirlaba yang bergerak di bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.
Audiensi tersebut menjadi momentum penting, untuk menyelaraskan program kerja organisasi dengan arah kebijakan pembangunan daerah.
Fokus utama perbincangan, mengarah pada rencana pembukaan percontohan (pilot project) kolaborasi pengembangan sektor pertanian produktif di Desa Kalisongo, Kecamatan Dau.
Kerja sama lintas sektor ini diharapkan sanggup mengoptimalkan potensi lahan pertanian desa sekaligus mendongkrak taraf ekonomi warga lokal secara berkelanjutan.
Libatkan OPD dan Bantuan Bibit
Tidak sekadar berfokus pada pengolahan lahan pertanian di Desa Kalisongo, Yayasan Arunika Perempuan Nusantara, juga menyampaikan niat untuk menjalin kemitraan yang lebih luas.
Pengurus yayasan berharap jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Malang, dapat terlibat langsung sebagai pemateri atau narasumber dalam berbagai giat sosialisasi warga.
Skema kolaborasi tersebut dirancang menjadi ruang pertukaran pengetahuan, literasi hukum, serta penguatan kapasitas kemandirian masyarakat.
Dengan menghadirkan pimpinan dinas terkait, berbagai program bantuan pemerintah dapat disosialisasikan secara tepat sasaran hingga ke tingkat tapak.
Wabup Malang, Lathifah Shohib, menyambut hangat inisiatif dan gagasan segar yang dilayangkan oleh pengurus yayasan.
Guna memastikan gagasan tersebut tidak berhenti sebatas wacana di atas meja, Lathifah memboyong jajaran kepala perangkat daerah terkait.
Tampak hadir mendampingi Wabup di antaranya Asisten Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), serta Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Malang.
Lathifah menginstruksikan OPD teknis untuk merancang bantuan konkret, berupa pengadaan bibit tanaman unggul dari Pemkab Malang, yang akan disumbangkan kepada yayasan.
“Saya menyambut baik inisiatif kolaborasi Yayasan Arunika. Kehadiran DPMD dan DPPPA di sini untuk memastikan peluang kerja sama dapat langsung ditindaklanjuti secara teknis,” ujar Lathifah Shohib, Selasa (3/11/2026).
Aksi Nyata dan Kemandirian Ekonomi
Lathifah menegaskan, sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga swadaya masyarakat memiliki peran vital dalam memperluas daya jangkau program.
Pemerintah daerah tidak mungkin sanggup berjalan sendiri tanpa ditopang oleh keaktifan elemen masyarakat sipil (civil society).
Sektor pertanian di kawasan permukiman seperti Desa Kalisongo Dau, memiliki prospek ekonomi yang sangat menjanjikan jika dikelola secara modern oleh kelompok perempuan.
Pelatihan budidaya tanaman, manajemen pascapanen, hingga pemasaran produk olahan pertanian akan menjadi fokus pendampingan bersama.
Wabup berharap kerja sama dengan Yayasan Arunika Perempuan Nusantara, sanggup berkembang menjadi kemitraan produktif jangka panjang.
Kehadiran yayasan dituntut memberi dampak sosial yang terukur; terutama dalam menekan angka kekerasan perempuan, mencegah stunting, serta mengangkat derajat kesejahteraan keluarga.
Melalui sinergi yang kokoh di Pendopo Agung, Pemkab Malang optimistis pembangunan kawasan pedesaan di Kabupaten Malang dapat berjalan lebih inklusif dan merata.
“Kami ingin kolaborasi ini melahirkan aksi nyata. Bukan sekadar seremonial, tetapi benar-benar meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan perempuan di Kabupaten Malang,” pungkas Lathifah mantap. (PKP/Ra Indrata)




